Wall Street Menguat Setelah Data Klaim Pengangguran AS

Dollar Rehat Menjelang Data Ketenagakerjaan AS

Dolar AS rehat pada hari Kamis, sehari setelah mendapat dorongan dari komentar hawkish pejabat tinggi Federal Reserve, karena pasar menunggu katalis baru dari data ketenagakerjaan AS hari Jumat. Indeks dolar turun tipis 0,03% menjadi 92,249. Pada hari Rabu, Wakil Ketua The Fed Richard Clarida mengatakan kondisi untuk kenaikan suku bunga dapat dipenuhi pada akhir 2022, menetapkan tahap untuk langkah pada awal 2023. Greenback, yang naik 0,2% pada hari Rabu, diperdagangkan dalam kisaran sempit, tidak terpengaruh oleh data jobless claims dan defisit perdagangan yang mendekati perkiraan dari para ekonom. Dolar AS juga gagal menguat, meski imbal hasil obligasi AS tenor 10 mengalami kenaikan sebesar 4 basis poin, menjadi 1,2152%. Para pelaku pasar kini tengah menantikan data ketenagakerjaan AS, di mana data tersebut penting bagi pembuat kebijakan The Fed untuk memutuskan kapan harus mulai mengurangi stimulus ekonomi.

Pound Menguat Setelah Adanya Sinyal Tapering BoE

Pound Inggris naik 0,3% menjadi $ 1,3931 setelah Bank of England (BoE) mempertahankan kebijakannya. BoE mengatakan akan mulai mengurangi stok obligasi ketika kebijakan suku bunganya mencapai 0,5% dengan tidak menginvestasikan kembali imbal hasil dan akan mempertimbangkan secara aktif menjual kepemilikan ketika suku bunga mencapai setidaknya 1%.

Emas Melemah Karena Komentar Hawkish Clarida

Emas melemah pada hari Kamis setelah komentar hawkish pejabat Federal Reserve AS memperkuat pandangan  tapering The  Fed  menjelang data  ketenagakerjaan AS.  Harga  emas  spot  turun  0,4%  menjadi $1,804,46 per ons. Harga emas melonjak lebih dari 1% pada hari Rabu setelah data pekerjaan ADP AS yang lebih lemah dari perkiraan, tetapi terkikis penguatannya setelah komentar hawkish Richard Clarida.

Ketegangan di Timur Tengah Angkat Harga Minyak

Harga minyak mentah menguat lebih dari 1% pada hari Kamis karena meningkatnya ketegangan Timur Tengah. Minyak Brent naik 1,3% menjadi US$ 71,29 per barel, sementara WTI AS menguat 1,4%, menjadi US$ 69,09 per barel. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah meningkat setelah jet Israel menyerang, apa yang dikatakan militernya sebagai tempat peluncuran roket di Lebanon, pada Kamis pagi. Ketegangan dipicu setelah serangan terhadap sebuah kapal tanker di lepas pantai Oman pada Kamis pekan lalu. Israel menuduh hal itu dilakukan oleh Iran, meski Iran membantah terlibat. Namun, kenaikan harga dibatasi oleh lonjakan kasus Covid-19 yang menimbulkan kekhawatiran atas pemulihan permintaan minyak global. Jepang siap untuk memperluas pembatasan darurat. Sedangkan China, konsumen minyak terbesar kedua di dunia, telah memberlakukan pembatasan di beberapa kota dan membatalkan penerbangan.

Wall Street Menguat Setelah Data Klaim Pengangguran AS

Wall Street berhasil menguat pada hari Kamis, dengan indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite ditutup di level tertinggi setelah data klaim pengangguran AS turun. Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik 271,58 poin atau 0,78% menjadi 35.064,25, indeks S&P 500 menguat 26,44 poin atau 0,60% ke 4.429,1 dan Nasdaq Composite menanjak 114,58 poin atau 0,78% ke level 14.895,12.

Fokus Hari ini: Data Ketenagakerjaan AS

Hari ini AS akan merilis data ketenagakerjaan untuk bulan Juli, di mana data tersebut menjadi salah satu tolok ukur bagi The Fed untuk menentukan arah kebijakan moneter-nya. Ada tiga data yang akan dirilis, yaitu; average hourly earning, yang diperkirakan tumbuh 0,3%, tingkat pengangguran, yang diperkirakan turun menjadi 5,7% dan non-farm payroll, yang diperkirakan tummbuh 870 ribu.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*