Abaikan Kekhawatiran Omicron, Wall Street Naik Tajam

Imbal Hasil Obligasi Zona Euro Meningkat Berkat Prospek Tapering ECB

Imbal hasil obligasi pemerintah zona euro naik pada hari Senin karena investor fokus pada tapering bank sentral ketika mencoba untuk menilai dampak potensial pada pasar jika mantan ketua ECB Mario Draghi lengser dari jabatannya sebagai perdana menteri Italia. Suku bunga pinjaman jangka panjang turun di akhir sesi sementara untuk jangka pendek melanjutkan kenaikan, seiring dengan pergerakan dalam Treasuries AS. Imbal hasil obligasi pemerintah Jerman tenor 10 tahun, naik 1 bps pada -0,24%, setelah mencapai level tertinggi sejak 25 November di -0,222%. Imbal hasil dua tahun naik 5 bps menjadi -0,633%, tertinggi sejak 2 November. Parlemen Italia akan bersidang untuk memilih presiden baru pada Januari, dan Draghi adalah kandidat utama. Ia mengaku bersedia menjadi kepala negara. Analis memperingatkan tentang potensi peningkatan premi risiko Italia jika Draghi menjadi presiden saat kedatangannya pada Februari 2021 ketika perdana menteri meningkatkan kepercayaan pada ekonomi negara yang dililit utang.

Dolar AS Flat Meski Fed Hawkish Bulan Ini

Dolar AS bergerak di kisaran sempit, meskipun ada pergeseran hawkish di Federal Reserve bulan ini yang membuat para pembuat kebijakan memberi sinyal kenaikan suku bunga tiga perempat poin pada tahun 2022. Indeks dolar turun 0,026%, dengan euro naik 0,01% menjadi $ 1,1326.

Emas Naik Menuju Level Tertinggi 1 Minggu

Harga emas berbalik arah untuk mendekati puncak satu minggu pada hari Senin, karena risiko baru terhadap pertumbuhan ekonomi global dari meningkatnya kasus varian virus corona Omicron, mengimbangi tekanan dari dolar AS yang lebih kuat. Spot emas naik 0,1% pada $1,809,67 per ons. Analis mengatakan prospek emas pada kuartal pertama 2022 optimis, dengan pendorong utamanya adalah inflasi.

Minyak Naik ke Level Tertinggi Sejak Akhir November, Kekhawatiran Omicron Mereda

Harga minyak naik lebih dari 2% pada hari Senin ke level tertinggi sejak akhir November di tengah harapan bahwa varian virus corona Omicron akan berdampak terbatas pada permintaan global pada tahun 2022, bahkan ketika melonjaknya kasus menyebabkan pembatalan penerbangan. Miyak Brent naik 3,2%, menjadi $78,60 per barel dan WTI AS naik 2,4%, menjadi $75,57 per barel. Kedua benchmark naik pada hari Senin ke level tertinggi sejak 26 November. Sentimen pendorong minyak datang setelah data awal menunjukkan bahwa Omicron dapat menyebabkan tingkat penyakit yang lebih ringan. Di Inggris, pemerintah setempat mengatakan tidak akan memberlakukan pembatasan COVID-19 baru sebelum akhir 2021, menurut menteri kesehatannya, Sajid Javid. Sementara itu, Lebih dari 1.300 penerbangan dibatalkan oleh maskapai AS pada hari Minggu karena Covid-19 menyebabkan penurunan jumlah awak yang tersedia.

Abaikan Kekhawatiran Omicron, Wall Street Naik Tajam

Wall Street menguat tajam setelah libur Natal, dengan indeks S&P 500 berakhir pada rekor tertinggi. Kenaikan didorong setelah penjualan ritel AS yang kuat menggarisbawahi kekuatan ekonomi dan meredakan kekhawatiran dari pembatalan penerbangan yang didorong oleh varian Omicron yang memukul saham sektor perjalanan. Indeks Dow Jones naik 0,98%, S&P 500 menguat 1,38% dan Nasdaq bertambah 1,39%.

Fokus Hari Ini : Unemployment Rate & CPI Jepang, Richmond Manufacturing Index

Hari ini masih sebagian pasar Asia masih ada yang libur, seperti di New Zealand dan Australia. Sementara di Jepang telah dirilis data tingkat pengangguran yang berada di 2,8%, melebihi perkiraan 2,7%. Kemudian ada data core CPI BoJ, yang diperkirakan tumbuh 0,5%. Di Eropa, pasar Inggris masih tutup, begitu juga dengan Kanada. Sementara pasar AS mulai buka dan akan merilis data HPI dan Richmond Manufacturing Index.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*