Amazon Lakukan Stock Split, Wall Street Berakhir Naik

Dolar AS Menguat Setelah Risk Appetite Berkurang

Dolar menguat karena risk appetite berkurang, dari indikasi penurunan bursa saham A.S. yang menjauh dari posisi tertinggi sebelumnya. Ini meningkatkan daya tarik safe haven Dolar AS menjelang dirilisnya data inflasi utama di akhir pekan ini. Indek Dolar AS setelah menyentuh posisi tertinggi hampir 20 tahun di 105,01 pada 13 Mei, turun ke level 102, meskipun ada laporan NFP yang kuat. Pasar mengantisipasi penguatan Dolar AS lebih lanjut menjelang pengumuman Federal Reserve pada 15 Juni, tentang kenaikan suku bunga yang diyakini akan naik 50 basis poin, investor akan melihat data harga konsumen hari Jumat untuk tanda-tanda berapa lama Fed dapat melanjutkan jalur kenaikan suku bunganya.

Pasangan EUR/USD berakhir turun 0,32% ke $ 1,0685 menjelang pertemuan kebijakan Bank Sentral Eropa (ECB) akhir pekan ini. ECB diperkirakan akan menaikkan suku bunga juga sebesar 150 basis poin sepanjang tahun ini termasuk pergerakan 50-bps pada Juli dan September.

Yen Jepang melemah 0,77% versus greenback di 131,90 per dolar, sementara sterling terakhir diperdagangkan di $1,2531, naik 0,34% hari ini. Poundsterling menguat menjelang mosi di Partai Konservatif kepada Boris Johnson. Dolar Australia turun 0,21% di $0,719 dalam perdagangan AUD/USD menjelang pertemuan kebijakan oleh Reserve Bank of Australia pada hari ini.

Amazon Lakukan Stock Split, Wall Street Berakhir Naik

Bursa saham A.S. berakhir naik, dibantu kenaikan saham Amazon.com dan saham berkembang mega-cap lainnya. Kenaikan dibayangi dengan kekhawatiran pasar akan inflasi dan suku bunga. Saham Amazon.com Inc naik 2% dan mendorong indek S&P 500 dan Nasdaq naik setelah mereka melakukan split stock. Pendorong lainnya adalah kenaikan saham Apple Inc. setelah mereka menyatakan akan mengintegrasikan perangkat lunaknya ke dalam sistem penggerak inti mobil. Indek Dow Jones naik 16,08 poin, atau 0,05%, ke 32.915,78, S&P 500 naik 12,89 poin, atau 0,31%, ke 4.121,43 dan Nasdaq naik 48,64 poin, atau 0,4%, ke 12.061,37.

Harga Emas Turun, Terterkan Dolar dan Yield Obligasi AS

Harga emas turun, tertekan oleh penguatan dolar AS dan imbal hasil Treasury. Perhatian pelaku pasar beralih ke data inflasi AS minggu ini yang dapat memperkuat upaya kenaikan suku bunga FED secara agresif. Harga emas di bursa berjangka AS berakhir turun 0,4% ke $1,843,70.

Arab Saudi Naikkan Harga Jual, Minyak Beringsut Turun

Harga minyak turun setelah sebelumnya naik di atas US$120 per barel. Penurunan sebagai respon langkah Arab Saudi dalam menaikkan harga jual ke pelanggan Asia, menunjukkan permintaan yang kuat dari importir setelah China mencabut pengunciannya. Harga minyak brent turun US$0,44 menjadi US$119,28.

Fokus Pasar Hari Ini :

RBA akan mengumumkan pernyataan terkait suku bunganya, didahlkui dengan data cash rate. Diyakini bahwa RBA akan kembali menaikkan suku bunga. Penegasan ini akan membuat Aussie berpeluang naik. Data pesanan manufaktur Jerman, diperkirakan akan mengalami kenaikan pesat, dari bulan sebelumnya yang minus 4.7% menjadi naik 0.4%. Kenaikan ini mengkonfirmasi membaiknya kondisi ekonomi dan berpotensi memperkuat Euro. Menteri Keuangan AS, Janet Yellen dijadwalkan akan memberikan pernyataan. Pasar akan mencerna sejumlah isyarat yang disampaikan pemerintah tentang langkah-langkah yang akan dilakukan dalam mengendalikan inflasi. Afirmasi inflasi yang tinggi dan upaya menjauhi resesi akan mendorong penguatan Dolar AS. (LH)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*