Kam. Mei 16th, 2024

Analisa XAUUSD Hari Ini: Diprediksi Bullish Setelah Berita “US Growth GDP” Malam Ini

By admin Okt26,2023

Analisa Teknikal

Prediksi untuk gold untuk hari ini berpotensi untuk mengalami kenaikan, hal ini di sebabkan karena harga cenderung masih sama dengan sebelumnya dan harga cenderung naik karena arah trend masih naik.

Dari beberapa negara masih ada yang mau mendukung salah satu dari ketegangan antara Palestina – Israel, sehingga itu membuat pengaruh emas masih cenderung naik dan memang USD terlihat masih cenderung naik dalam jangka pendek, akan tetapi sepertinya akan ada potensi penurunan setelah itu. Untuk hari ini akan ada berita “US Growth GDP” yang akan berpengaruh terhadap USD. Prediksi untuk berita hari ini cenderung mengalami pelemahan terhadap USD. Prediksi Analisa ini di dukung dengan Analisa trend dan candlestick.

Analisa Fundamental

Harga emas pelan-pelan naik sejalan dengan kembali memanasnya perang Israel vs Hamas. Harga emas di pasar spot pada perdagangan Rabu (25/10/2023), ditutup di posisi US$ 1.979,62 per troy ons. Harganya menguat 0,48%.Penguat ini memutus tren negatif emas yang anjlok pada dua hari sebelumnya.

Harga emas masih menguat pada hari ini. Pada perdagangan Kamis (26/10/2023) pukul 06:22 WIB ada di posisi US$ 1.983,09, harga emas menguat 0,18%.

Di satu sisi kondisi geopolitik di Timur Tengah meningkat sementara di sisi lain data ekonomi Eropa memburuk. Ini membuat harga emas menguat.

Dalam perkembangan terbaru, Israel terus memborbardir Gaza bagian selatan. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan Israel sedang mempersiapkan invasi darat ke Gaza, sementara penembakan Israel menewaskan lebih banyak warga sipil Palestina dan tekanan internasional meningkat untuk memberikan bantuan dan melindungi sandera yang ditahan oleh Hamas.

Netanyahu mengatakan keputusan mengenai kapan pasukan akan masuk ke Gaza akan diambil oleh kabinet perang khusus pemerintah, namun ia menolak memberikan rincian mengenai waktu atau informasi lain mengenai operasi tersebut.

Namun, data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang membaik membuat bank sentral AS The Federal Reserve (The Fed) masih akan hawkish. “Suku bunga mungkin masih akan berada di level tinggi dalam jangka panjang dan bahkan mungkin ada kenaikan suku bunga lagi tahun ini. Kondisi ini bisa membuat emas melemah,” imbuhnya.

Aktivitas bisnis di AS meningkat pada Oktober 2023. Data S&P Global Manufacturing PMI Flash menunjukkan aktivitas bisnis AS meningkat ke level ekspansif yakni 50, dari 49,8 pada September.

S&P Global Service PMI Flash juga menunjukkan penguatan menjadi 50,9 pada Oktober, dari 50,1 pada September.

Sebaliknya, HCOB Manufacturing PMI Flash pada Oktober 2023 melandai sedikit ke 43 dari 43,4 pada September. HCOB Composite PMI Flash pada Oktober 2023 melandai menjadi 46,5 pada Oktober, dari 47,2 pada September 2023.

Kondisi di Eropa menunjukkan jika ekonomi Benua Biru belum juga membaik sehingga ekspektasi bank sentral Eropa akan menurunkan hawkishnya menguat. Hal ini ikut mendorong harga emas.

Konflik di Timur Tengah sepertinya tidak akan memanas dalam waktu dekat dan segera. Jika kondisi demikian maka emas akan kesulitan menguat ke level US$ 2.000 dan bahkan bisa turun ke US$ 1.950,” ujarnya. Selain perang, kenaikan harga emas juga didukung China. Penjualan emas pada Januari-September 2023 naik 7,32%.

Klik link, agar tidak ketinggalan informasi menarik lainnya seputar dunia trading.

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *