Jum. Jul 19th, 2024

Analisa XAUUSD Hari Ini: Menguat Didorong Berita Inflasi AS & Konflik Timur Tengah

Gold

Analisa Teknikal

Prediksi Gold untuk hari ini sepertinya sudah menunjukan tanda -tanda penguatan setelah berita rilis kemarin. Berita Rilis kemarin adalah “US Inflation” yang dimana membuat pergerakan Gold cenderung menguat dan USD cenderung melemah, sepertinya untuk tanda – tanda kenaikan sudah terlihat karena dalam beberapa hari ini ada pengaruh dari “Shutdown Government AS” yang menjadi sorotan.

Hal ini akan mendorong pergerakan gold akan cenderung tinggi, belum lagi karena konflik Timur tengah dan pengaruh jelang akhir tahun gold cenderung naik. Pengaruh kenaikan Gold ini bisa di manfaatkan oleh beberapa Investor dan investor beralih ke gold. Secara trend terjadi perubahan yang cukup siginifkan sehingga pengaruh ini akan membuat kelanjutan kenaikan gold secara signifikan.

Analisa Fundamental

Harga emas kembali melonjak setelah data inflasi Amerika Serikat (AS) yang dinantikan para pelaku pasar yakni inflasi AS bergerak lebih baik dibandingkan ekspektasi.Pada perdagangan Selasa (14/11/2023) harga emas di pasar spot ditutup melonjak 0,86% di posisi US$ 1.962,67 per troy ons. Kenaikan ini menjadi penguatan dua hari beruntun.

Sementara, pada pukul 05.45 WIB Rabu (15/11/2023), harga emas di pasar spot dibuka menguat 0,01% di posisi US$ 1.962,79 per troy ons.

Harga emas naik pada perdagangan Selasa dan berlanjut pada pembukaan perdagangan Rabu karena Dolar dan imbal hasil Treasury melemah setelah data inflasi konsumen AS lebih lemah dari perkiraan pasar, yang memicu lebih banyak spekulasi bahwa The Federal Reserve mungkin tidak akan mengerek suku bunga lagi ke depan.

Seperti diketahui, inflasi AS melandai ke 3,2% (year on year/yoy) pada Oktober 2023, lebih rendah dibandingkan 3,7% (yoy) pada September serta di bawah ekspektasi pasar (3,3%). Ini adalah kali pertama inflasi AS melandai dalam empat bulan terakhir.

Secara bulanan, inflasi AS tercatat 0% atau stagnan. Inflasi inti- di luar makanan dan energi- tercatat 4% (yoy), turun dibandingkan 4,1% (yoy) pada September.

Melemahnya inflasi inti tentu saja disambut gembira pelaku pasar di berbagai dunia. Dengan inflasi yang melandai maka ada harapan bank sentral AS The Federal Reserve (The Fed) melunak lebih cepat. Pelaku pasar bahkan sudah memperkirakan The Fed akan mulai memangkas suku bunga pada Mei 2024.

Perangkat CME FedWatch tool menunjukkan kemungkinan 100% bahwa bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga tidak berubah pada Desember dibandingkan 86% sebelum laporan inflasi.

Begitu data inflasi AS keluar, indeks Dolar langsung melemah ke 104,08 pada perdagangan Selasa (14/11/2023), terendah sejak 31 Agustus 2023 atau lebih dari dua bulan. Imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun langsung terjun ke 4,45% pada perdagangan Selasa kemarin, terendah sejak 22 September 2023 atau lebih dari sebulan terakhir.

Klik link, agar tidak ketinggalan informasi menarik lainnya seputar dunia trading.

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *