Bank of Japan (BoJ) akan menggelar rapat regularnya hari ini, yang diperkirakan tetap mempertahankan suku bunga di minus

Dollar menguat atas mata uang utama dunia lainnya karena investor masih dibayangi kekhawatiran mengenai dampak lockdown terhadap ekonomi. Indeks dollar, yang mengukur bobot dollar atas enam mata uang utama dunia lainya menguat 0,2% menjadi 99,385. Sementara itu, data semalam menunjukkan jumlah warga AS yang mengajukan klaim tunjungan pengangguran kembali mengalami kenaikan sebesar 2,438 ribu, lebih besar dari perkiraan kenaikan 2,400 ribu. Data tersebut menunjukkan dampak covid-19 terhadap sektor tenaga kerja AS. Dollar, yang seringkali dipandang safe haven di tengah ketidakpastian ekonomi sudah jatuh kembali dari level tertinggi lebih dari tiga tahun karena invtervensi bank sentral untuk menambah pasokan dollar internasional dan meningkatnya sentimen risk appetite.

Dollar Kanada (loonie) melemah atas dollar AS kemarin seiring dengan meningkatnya ketegangna AS-China yang memperberat sentimen investor. Kanada mengalami desfisit transaksi berjalan dan merupakan negara pengekspor komoditas, termasuk minyak. Untuk itu, loonie sangat sensitif terhadap prospek ekonomi global. Selain itu, investor juga khawatir atas dampak Covid-19 pada kerusakan ekonomi.

Harga emas turun lebih dari 1% pada kemarin karena pasar mulai beralih ke uang tunai seiring meningkatnya ketegangan perdagangan Amerika Serikat (AS) dan China serta keraguan tentang pemulihan perekonomian. Sentimen emas juga terbebani oleh penguatan dolar, telah menjadi saingan safe haven di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan AS-China. Selain itu, aksi profit taking turut menekan emas setelah harga naik ke level tertinggi 7,5 tahun di awal pekan ini. Emas spot turun 1,5% menjadi US$ 1.722,78, setelah sebelumnya jatuh ke US$ 1.716,44. Emas berjangka AS turun 1,7% pada level US$ 1.721,90 per ons troi.

Harga minyak menguat kemarin, menyentuh level tertinggi 2,5 bulan karena melambatnya pasokan dan harapan tingginya permintaan. Namun penguatan emas tersebut dibatasi oleh aksi profit taking, serta ketegangan hubungan perdagangan AS-China. China memperingatkan tentang tindakan balasan atas ancaman sanksi AS, terkait penanganan virus corona. Hal itu bisa menimbulkan ketegangan baru perdagangan yang akan mengancam pertumbuhan global. Harga emas jenis WTI menguat sekitar 0,5% menjadi $33,64, setelah sempat mencapai level tertinggi di $34,66. Sementara minyak Jenis Brent juga menguat sekitar 0,5% menjadi $35,92. Sepanjang bulan Mei harga minyak WTI sudah naik lebih dari 78%, sementara Brent reli sekitar 40%. Harga minyak juga didukung oleh data EIA yang menunjukkan turunnya cadangan minyak di pusat penyimpanan minyak AS di Cushing, Oklahoma sebesar 5,5 juta barel.

Saham-saham Asia rentan koreksi hari ini karena ketegangan AS-China mengurangi minat berisiko dan memicu penurunan bursa saham global. Ketegangan baru China-AS memunculkan keraguan tentang kesepakatan perdagangan fase I antara kedua ekonomi terbesar awal tahun ini. Indeks future Hang Seng turun 1,59%, Indeks future Nikkei melemah 0,1% dan indeks saham berjangka Australian turun 0,13%.

Fokus Hari Ini : BoJ & ECB
Bank of Japan (BoJ) akan menggelar rapat regularnya hari ini, yang diperkirakan tetap mempertahankan suku bunga di minus 0,1%. Pasar juga akan mencermati pernyataan pejabat BoJ mengenai kebijakan, khusunya terkait penanganan BoJ mengenai kerusakan ekonomi yang disebabkan pandemi Covid-19. Sementara itu, ECB akan merilis minutes-nya, yang merupakan notulen rapat ECB bulan lalu.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*