Sen. Feb 19th, 2024

Jakarta, CNBC Indonesia – Presenter kondang Ferdy Hasan muncul di sebuah podcast dan bercerita tentang pengalaman kerugiannya dalam investasi emas bodong. Alhasil Ferdy pun harus kehilangan uang puluhan miliar.

“Dia (pihak tempat Ferdy membeli emas) menaikkan harganya 30%, dari Rp 500 ribu jadi Rp 650 ribu. Kenapa? Alasannya jelas, karena harga emas kalau ditarik mundur 10 tahun aja, harga emas naik sedikit-sedikit aja, tapi kurang lebih antara 5-10%,” ujar Ferdy saat diundang menjadi narasumber di sebuah podcast bersama Deryansha Azhary.

Ferdy menambahkan bahwa pihak tersebut menawarkan return yang cukup masuk akal bagi Ferdy yaitu 2% per bulan.

“Karena zaman itu semua investasi masih memberikan imbal hasil yang memberikan imbal hasil yang bagus, baik tabungan, deposito, itu masih bisa dapat 8%,” imbuhnya.

Singkat cerita, Ferdy menegaskan kembali bahwa emas yang dibeli juga ternyata dipegang oleh Ferdy. Dan Ferdy pun merasa aman, tapi singkat cerita karena situasi global yang membuat harga emas turun, alhasil Ferdy menjualnya dan mengalami kerugian sampai 50%.

Perusahaan tempat Ferdy berinvestasi emas juga dirudung masalah karena kasus gagal bayar.

Walaupun sering disebut sebagai aset yang aman saat dunia dilanda ketidakpastian, investasi emas juga tidak boleh sembarangan. Salah investasi justru bisa berujung masalah di kemudian hari.

Agar keuangan Anda selamat, ketahuilah dua jenis investasi emas yang membahayakan. Berikut ulasannya.

Investasi emas digital di aplikasi seperti ini
Investasi emas digital sejatinya cukup menguntungkan karena selain praktis dan bermodal ponsel genggam saja, selisih harga beli dan buybacknya juga rendah. Bukan cuma itu, meski disebut emas digital, Anda pun bisa mencetak emas yang Anda beli dalam bentuk batangan.

Meski demikian tidak semua aplikasi investasi emas digital layak untuk digunakan. Jika Anda memilih aplikasi yang tidak mengantongi izin operasi dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI), maka hal itu sangat berbahaya untuk dilakukan.

Seluruh transaksi yang dilakukan pedagang emas digital yang diawasi BAPPEBTI ke pelanggan, tentu akan diselesaikan dan dicatat oleh PT Kliring Berjangka Indonesia. Lain halnya dengan pedagang emas yang tidak mengantongi izin operasi.

Selain memberikan rasa aman, izin dari otoritas juga akan memberikan sebuah kepastian hukum ke konsumen.

Investasi emas yang imbal hasilnya dijanjikan
Mengingat harga emas yang selalu berfluktuasi setiap harinya, sangatlah aneh jika ada entitas yang menawarkan investasi emas dengan jaminan imbal hasil kepada Anda.

Tidak ada instrumen investasi yang imbal hasilnya bisa dijamin selain deposito dalam jumlah tertentu, dan surat berharga negara.

Besar kemungkinan investasi emas yang ditawarkan ke Anda adalah investasi emas bodong yang mengandung skema piramida.

Klik link, agar tidak ketinggalan informasi menarik lainnya seputar dunia trading.

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *