BoJ juga tetap mempertahankan suku bunga di level rendah untuk mengatasi ekonomi yang semakin terpukul akibat Covid-19

Dollar melemah kemarin setelah beberapa negara mulai melonggarkan aturan lockdown, mengangkat minat berisiko dan mengurangi permintaan safe haven atas mata uang AS tersebut. Italia merupakan negara yang paling parah terkena dampak coronavirus sebelum AS, berencana melonggarkan aturan lockdown pada 4 Mei setelah menurunnya jumlah terinfeksi dan kematian akibat wabah tersebut. New York, yang merupakan pusat pandemi A.S juga akan mulai membuka ekominya. Indeks dollar, melemah 0,34% menjadi 99,90. Pelemahan dollar mengangkat euro yang naik 0,34%. Mata uang tunggal tersebut juga mendapat dukungan setelah lembaga rating Standard & poor’s mempertahankan rating BBB Italia.


Yen menguat setelah Bank of Japan (BoJ) menambah jumlah stimulusnya untuk membantu perusahaan yang terkena krisis coronavirus, dan berjanji untuk membeli jumlah obligasi yang tidak terbatas. BoJ juga tetap mempertahankan suku bunga di level rendah untuk mengatasi ekonomi yang semakin terpukul akibat Covid-19. USD/JPY melemah sekitar 0,47%.


Harga emas melemah kemarin karena munculnya sentimen risk appetite setelah rencana pelonggaran lockdown. Italia merupakan negara yang paling parah terkena dampak coronavirus sebelum AS, berencana melonggarkan aturan lockdown pada 4 Mei setelah menurunnya jumlah terinfeksi dan kematian akibat wabah tersebut. New York, yang merupakan pusat pandemi AS, juga akan membuka ekonominya. Dengan adanya pelonggaran lockdown, aktifitas ekonomi kembali meningkat.


Harga minyak kembali jatuh sekitar 25% karena kekhawatiran mengengai storage. Cadangan minyak AS berpotensi naik dalam dua minggu melampaui rekor tertinggi 2017 sebesar 535 juta barel, jika tingkat rata-rata kenaikan 16 juta bph selama empat minggu terakhir dipertahankan. Penyimpanan di Cushing, Oklahoma, untuk kontrak jatuh tempo minyak mentah WTI akan penuh dalam empat minggu, jika rata-rata kenaikan 4,5 juta selama dua minggu terakhir. Sementara itu, produksi AS turun kurang dari 1 juta bph selama enam minggu terakhir, turun dari rekor tertinggi 13.1 juta bph pada pertengahan Maret menjadi 12.2 juta bph minggu lalu. Meski begitu, tidak semua berita bearish buat minyak. Adanya pelonggoran lockdown dari berbagai negara kemungkinan bisa meningkatkan permintaan minyak. Italia, yang menjadi episentrum bagi penyebaran Covid-19 d Eropa, mulai melonggarkan lockdown-nya pada empat Mei. Begitu juga di New York, aktifitas ekonomi akan kembali dibuka. Sentimen tersebut mampu mengangkat bursa AS. Minyak WTI turun 24,6% menjadi 12,78 dan Brent turun 7% menjadi $23.07.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*