Bursa Saham AS Naik dan Aset Safe-Haven Termasuk Dolar

Bursa saham AS naik dan aset safe-haven termasuk dolar bervariasi pada hari Rabu karena investor mempertimbangkan meningkatnya jumlah kasus COVID-19 dan debat presiden AS terhadap data ADP AS yang lebih baik dari perkiraan di akhir perdagangan kuartal ketiga. Tema debat kemarin antara Capres AS Donald Trump dan Joe Biden seputar pandemi virus korona, perawatan kesehatan dan ekonomi berlangsung sengit, ditandai dengan penghinaan pribadi dan interupsi berulang Trump terhadap Biden. Sementara itu, sentimen risk-on terangkat setelah adanya harapan stimulus fiskal AS menusul pertemuan Nancy Pelosi dan Steven Mnuchin. Harapan stimulus telah mengurangi pamor dollar sebagai safe haven. Data ADP AS yang melebihi angka ekspektasi juga mengangkat sentimen risk on. Indeks dollar turun tipis 0,04% menjadi 93.88.

Dolar Kanada (loonie) naik ke level tertinggi satu minggu atas dollar AS kemarin Rabu berkat harapan stimulus AS dan data ekonomi Kanada yang menunjukkan sinyal pemulihan. Data kemarin menunjukkan PDB Kanada tumbuh 3% di Juli dan bulan Juni. Loonie menguat 0,5% menjadi 1,3323. Namun selama September masih mencatatkan penurunan 2,1%.

Mengakhiri perdagangannya di kuartal ketiga 2020, harga emas naik lebih dari 4% dengan harga sempat mencapai level $2000 per ons, meski akhirnya penguatannya berkurang karena rebound dollar. Emas berjangka AS naik 0,4% kemarin menjadi $1895,50, namun selama September mencatatkan penurunan 4,2%. Sementara secara kuartalan masih mampu mencatatkan penguatan 4,2%.

Harga minyak menguat kemarin setelah data yang menunjukkan cadangan minyak AS turun melawan prediksi. Dalam laporannya kemarin, Energy Informatian Administration (EIA) mengatakan cadangan minyak AS mengalami penurunan yang tajam, yaitu sebesar 2 juta barel. Angka ini jauh lebih baik dari perkiraan kenaikan 1,57 juta barel. Sementara itu, minyak mentah yang disimpan di Cushing, Oklahoma juga mengalami penurunan 1,5 juta barel menjadi 263,5 juta barel. Turunnya cadangan minyak mampu menyelematkan seentimen minyak yang saat ini masih terpukul oleh prospek permintaan di tengah meningkatnya jumlah kasus virus corona global. Harga minyak jenis WTI menguat 1,55% menjadi $39,90. Meski begitu, sepanjang bulan September telah mengalami penurunan 5,6%, namun masih naik 2,4% di kuartal ketiga tahun ini. Sementara harga minyak jenis Brent turun 0,2% menjadi $40,95. Di bulan September, Brent jatuh 9,6% dan mencatatkan penurunan 0,5% sepanjang kuartal ketiga tahun ini.

Tiga indeks utama Wall Street berhasil mencatatkan penguatan kemarin setelah pembicaraan paket stimulus baru kembali dilakukan para pemimpin pemerintahan AS. Dukungan Wall Street juga didapat dari data ekonomi yang positif, mendorong indeks mengakhiri kuartal ketiga di wilayah positif. Indeks Dow Jones naik, indeks S&P 500 menguat 0,83% dan indeks Nasdaq naik 0,74%.

Fokus Hari Ini: PMI Manufacturing Zona Euro, Inggris dan AS
Jepang tadi pagi sudah merilis survei tankan, dimana sektor manufaktur kontraksi 27 dan jasa kontraksi 12. Beberapa negara juga akan merilis data PMI manufacturing, diantaranya zona euro, yang diperkirakan tumbuh 53,7 di September. Data yang sama juga akan dirilis oleh Inggris, yang juga diperkirakan tumbuh 54,3. Terakhir, AS juga akan merilis ISM manufacturing yang diperkirakan tumbuh 56,0.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*