Daily Bulletin Kamis 05 Maret 2020

Dollar menemukan pijakan kemarin setelah rilisan data ekonomi yang lebih baik dari perkiraan. Data semalam menunjukkan ISM non-manufacturing naik menjadi 57,3, melawan perkiraan 54,9. Angka tersebut merupakan tertinggi sejak Februari 2019. Data lainnya, ADP non-farm payroll juga dirilis melebihi ekspektasi, tumbuh 183 ribu di Februari. Analis memperkirakan pertumbuhan 170 ribu. Kedua data tersebut berhasil mengurangi kekhawatiran resesi di saat pasar risau akan dampak penyebaran virus corona di AS. Sebelumnya, dollar sempat tertekan setelah the Fed memangkas suku bunga sebesar 50 bps dalam rapat dadakan hari Selasa. Pemangkasan tersebut terbesar sejak krisis 2008.

Loonie melemah atas dollar setelah Bank of Canada (BoC) memangkas suku bunga 50 bps menjadi 1,25% untuk meredam dampak dari virus corona terhadap ekonomi. Pemangkasan tersebut sudah diperkirakan pasar, namun pernyataan BoC yang mengatakan masih membuka ruang pemangkasan, meningkatkan ekspektasi bahwa BoC sepertinya akan kembali memangkas suku bunga di April.

Reli emas terhenti kemarin karena penguatan saham setelah mantan wakil presiden AS Joe Biden memenagkan kandidat presiden dari partai Domkrat atas pesaingnya Bernie Sanders. Kemenangan Biden ini menenangkan Wall Street karena banyak investor yang khawatir jika Sanders terpilih bisa memukul Wall Street karena program kampanye “Feel The Bern, yang bertekad untuk membidik miliarder dan pengaruhnya pada pemerintah, serta akan menghapus asuransi kesehatan Swasta. Harga emas berjangka turun 0,08% menjadi $1643 dan emas spot juga turun 0,08% menjadi $1638,15. Sebelumnya harga emas mencatat penguatan sekitar 3%, setelah rapat dadakan the Fed yang memangkas suku bunga sebesar 50 bps.

Harga minyak kembali melemah kemarin karena kekhawatiran bahwa pembicaraan pemangkasan output antara Arab Saudi dan Rusia akan mengalami kebuntuan. Harga minyak sempat naik setelah berita yang menyebutkan bahwa para produsen minyak yang akan menggelar rapatnya di Wina, Australia, akan menyetujui pemangkasan produksi setidaknya 1 juta bph untuk mengatasi lemahnya permintaan akibat virus corona. Langkah tersebut merupakan upaya pemangkasan lanjutan yang sebelumnya dilakukan di Desember, dengan total pemangkasan sebesar 3,1 juta bph, atau 3,1% dari pasokan global, jika laporan itu benar. Namun, Laporan dari Bloomberg menyebutkan bahwa Menteri Perminyakan Rusia Alexnder Novak telah meninggalkan Wina menjelang pertemuan tersebut. Sementara itu, data EIA kemarin menunjukkan cadangan minyak AS naik 785 ribu barel, lebih kecil dari perkiraan kenaikan 2,64 juta barel. Harga minyak WTI turun 0,8% menjadi $46,78 dan Brent turun 1,4% menjadi $51,13.

Saham-saham Asia melanjutkan reli dalam empat sesi berturut-turun menyusul kenaikan Wall Street, serta stilmulus dari bank sentral dunia untuk mengatasi masalah ekonomi. Wall Street menguat setelah Joe Biden memenangkan calon kandidat presiden dari Demokrat. Indeks MSCI di luar Jepang menguat 0,2%.

Fokus Hari Ini:
OPEC akan menggelar rapatnya hari ini, di mana agenda pokok dari rapat tersebut adalah pemangkasan produksi untuk menstabilkan harga. Rapat tersebut akan menjadi penting bagi pergerakan minyak, yang saat ini masih dibayangi oleh kekhwatiran virus corona. Selan itu, ada beberapa data ekonomi AS yang layak disimak, yaitu jobless claims, serta factory orders.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*