Daily Bulletin Selasa 3 Maret 2020

Dollar turun ke level terendah satu bulan kemarin karena meningkatnya ekspektasi bahwa the Fed akan memangkas suku bunga untuk menangkal dampak negatif ekonomi akibat penyebaran virus corona. Ekspektasi muncul setelah pekan lalu ketua the Fed, Jerome Powell mengatakan bahwa the Fed akan bertindak sesuai untuk mendukung ekonomi. Pernyataan tersebut ditangkap oleh pasar sebagai isyarat adanya pemangkasan suku bunga ketika mereka menggelar rapatnya tanggal 17-18 mendatang. Sementara itu, data semalam menunjukkan aktifitas manufaktur di Februari tumbuh dalam fase terlambatnya sejak enam bulan. Indeks dollar melemah 0,44% menjadi 97,53.

Sterling melemah kemarin dan turun ke level terendah 4,5 bulan atas euro karena ketidakpastian perundingan post-Brexit antara Inggris dan Uni Eropa. Sementara itu, euro menguat atas dollar karena pelaku pasar sudah mengantisipasi peluang pemangkasan suku bunga ECB untuk mencegah runtuhnya ekonomi akibat virus corona. Euro menguat 0,9% atas dollar.

Harga emas rebound dari kejatuhan minggu lalu dan sempat meraih level $1600 lagi. Namun penguatan tersebut dibatasi oleh munculnya minat berisiko, seiring dengan kenaikan saham dan minyak karena adanya upaya stimulus dari bank sentral dunia guna mencegah rontoknya ekonomi akibat dampak virus corona. Harga emas berjangka naik 1,8% menjadi $1594,80 per ons dan emas spot naik 0,7% $1595,08. Harga minyak naik hampir 5% , sementara tiga indeks utama Wall Street menguat lebih dari 2%. Sementara itu, fed fund future menempatkan probabilitas 100% bahwa the Fed akan memangkas suku bunganya dalam rapatnya bulan ini, menurut Fed Rate Monitor Tool dari investing.com.

Harga minyak naik mendekati 5% kemmarin karena harapan adanya pemangkasan produksi oleh OPEC untuk mengimbangi berkurangnya permintaan minyak akibat dampak virus corona. OPEC akan menggelar rapat pada hari Kamis, sebelum mereka mengadakan rapat dengan 10 produsen minyak di luar OPEC, yang dipimpin Rusia. Arab Saudi berusaha mendorong kesepakatan untuk memangkas 1 juta bph, setelah pemangkasan 2,1 juta bph yang disepakati disepakati Desember lalu. Namun, hingga saat ini Rusia masih belum memberi jawaban atas rencana Saudi tersebut. Harga juga naik setelah bank sentral dan menteri keuangan dunia akan bekerjasama agar ekonomi dunia terhindari dari kejatuhan. BoJ dan BoE siap untuk menstabilkan pasar. Harga minyak Jenis WTI naik 4,5% menjadi $46,75, setelah anjlok 16% minggu lalu Sementara Brent juga naik 4,5% menjadi $51,90, setelah melemah 15% minggu lalu.

Saham-saham Asia pulih dan berhasil rebound hari ini berkat penguatan Wall Street semalam. Bank sentral global dari AS, Jepang dan Eropa akan bertindak untuk memitigasi risiko yang ditimbulkan dari penyebaran virus corona. Indeks saham berjangka S&P 500 AS menguat di sesi Asia, setelah semalam reli 4,6%. Sementara itu, saham-saham di Australia dan Jepang juga terlihat menguat.

Fokus Hari Ini:
RBA akan menggelar rapatnya hari ini, yang diperkirakan akan memangkas suku bunganya sebesar 25 bps menjadi 0,50. Setelah itu, fokus pasar akan tertuju pada pidato ketua BoE Mark Carney. Sementara data ekonomi yang akan dirilis hari ini adalah data inflasi, serta data ketenagakerjaan dari kawasan zona euro. Sementara event yang digelar hari ini adalah pertemuan negara G7.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*