Di AS, tiga indeks utama Wall Street rontok setelah AS melaporkan puluhan ribu infeksi virus corona baru

Dollar menguat atas mata uang utama dunia lainya kemarin karena meningkatnya penyebaran virus corona dan lockdown yang kembali dijalankan di beberapa negara, mengurangi selera berisiko. Dollar AS, yang dipandang sebegai safe haven diuntungkan ketika investor menjauh dari aset berisiko. Mata uang berisiko, seperti Ausie, Krona Norwegia dan Krona Swedia, yang sudah reli sejak April berkat meningkatnya risk appetite, terkoreksi kemarin. Di kota Melbourne Australia, kembali diterapkan lockdown. Sementara di AS, Florida juga telah menghentikan pembukaan ekonomi ketika kasus virus melonjak puluhan ribu secara nasional dan korban jiwa sudah mencapai 130 ribu. Pakar medis AS, Anthony Fauci kemarin mengatakan bahwa keadaan saat ini dari wabah COVID-19 di Amerika Serikat “benar-benar tidak baik.” Indeks dollar menguat 0,15% menjadi 96,889.

Di tengah penguatan dollar, yang didorong kekhawatiran mengenai meningkatnya infeksi virus corona di AS, yang mendorong investor lari ke safe haven, mata uang poundsterling berhasil mencatatkan penguatan. Pair GBP/USD menguat 0,51% berkat optimisme bahwa negosiator dagang Inggris dan Uni Eropa bisa menemukan titik temu dalam perundingan yang akan diadakan minggu ini.

Harga emas reli kemarin, mendekati level psikologi $1800 per ons, didorong oleh lonjakan kasus Covid-19 yang mendorong harapan langkah-langkah kebijakan moneter akomodatif, serta meningkatnya permintaan safe haven. Harga emas spot menguat 0,63% menjadi $1795,85 per ons, sementara emas berjangka AS naik 0,8% menjadi $1807,30. Sepanjang tahun ini, logam mulia tersebut sudah menguat 18% seiring dengan meningkatnya jumlah kasus Covid-19, yang mendorong kota-kota di AS membatalkan pembukaan kembali.

Reli minyak terhenti setelah American Petroleum Institute (API) melaporkan cadangan minyak AS mengalami kenaikan sebesar 2,048 juta barel minggu lalu. Analis memperkirakan penurunan 3,114 juta barel. Di minggu sebelumnya API melaporkan cadangan minyak AS mengalami penurunan 8,156 juta barel, setelah analis memperkirakan kenaikan yang lebih kecil. Penurunan tersebut merupakan penurunan terbesar di tahun ini. API juga melaporkan cadangan bensin turun 1,825 juta barel, dan cadangan distilasi turun 847 juta barel. Sebelum data API tersebut, harga minyak sudah turun tipis, di mana meningkatnya kasus virus corona juga tidak terlalu menekan harga. Sementara itu, laporan EIA menunjukkan bahwa produksi minyak AS saat ini sudah turun dari 13,1 bph di bulan Maret menjadi 11 juta bph pada 26 Juni. Harga minyak WTI turun tipis 0,49% menjadi $40,43, sementara Brent turun 0,46% menjadi $42,90.

Saham-saham Asia dibuka bervariasi hari ini. Indeks saham Australia S&P/ASX 200 melemah 0,50%, sementara indeks Nikkei menguat 0,11% dan indeks Hang Seng naik 0,39%. Di AS, tiga indeks utama Wall Street rontok setelah AS melaporkan puluhan ribu infeksi virus corona baru yang akhirnya menghantam optimisme pasar terhadap pemulihan ekonomi.

Fokus Hari ini: EU Economic Forecasts & EIA
Tidak begitu banyak data hari ini, kecuali beberapa data yang sifatnya medium impact. Di Eropa, ada EU Economic Forecasts, yang akan memberi gambaran mengenai prospek ekonomi negara-negara di kawasan blok tersebut. Sementara data AS, ada data cadangan minyak versi Energy Information Administration (EIA) yang diperkirakan turun 3,2 juta barel.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*