Di penghujung perdagangan minggu ini, ada beberapa data yang layak di simak oleh pelaku pasar

Dollar menguat ke level tertinggi tiga minggu kemarin setelah ketua the Fed Jerome Powell menyangkal akan mengadopsi kebijakan suku bunga negatif. Dollar juga naik setelah anjloknya bursa saham global, yang mendorong investor melirik dollar sebagai safe haven. Meningkatnya sentimen risk aversion telah mengangkat asset-asset safe haven. Sentimen tersebut antara lain, peringatan dari pakar penyakit menular AS Anthony Fauci tentang pencabutan dini kebijakan lockdown, yang bisa menyebabkan penyebaran dari wabah virus corona. Kemudian meningkatnya ketegangan antara AS-China setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa dia kecewa kepada China atas penanganan kasus virus corona. Indeks dollar menguat 0,3% menjadi 100,41, setelah senpat naik ke level tertinggi tiga minggu di 100,56.

Dolar Australia melemah setelah data ketenagakerjaan Australia yang mengecewakan, meningkatkan ekspektasi perlunya pelonggaran moneter dan fiskal untuk mendukung ekonomi. Sementara Pound juga ke bawah $ 1,22 untuk pertama kalinya dalam lebih dari lima minggu setelah data yang menunjukkan ekonomi Inggris kontraksi 5,8% di bulan Maret sebagai dampak dari krisis coronavirus

Harga emas menguat kemarin berkat meningkatnya permintaan safe haven di tengah penurunan saham global. Para ekonomi kini memperkirakan pemulihan ekonomi akan berlangsung lama setelah ketua the Fed Jerome Powell memberikan gambaran yang suram mengenai prospek ekonomi AS. Harga emas menyentuh level tertinggi tiga minggu, dengan emas berjangka AS nai $25,50 menjadi $1741,80. Sementara itu, data semalam menunjukkan jobless claims AS kembali naik 2,98 juta, lebih besar dari perkiraan kenaikan 2,5 juta.

Harga minyak menguat kemarin setelah International Enenrgy Agency (IEA) menurunkan perkiraan cadangan minyak global di paruh kedua 2020, meski masih dibayangi kekhawatiran infeski virus corona gelombang kedua. Harga minyak sudah naik dalam dua minggu terakhir setelah beberapa negara melakukan relaksasi lockdown. Namun, penguatan sempat tersendat hari Rabu setelah komentar pesimis dari ketua the Fed Jerome Powell mengenai prospek ekonomi. Sentimen positif buat minyak kembali muncul setelah EIA melaporkan cadangan minyak AS yang turun untuk pertama kalinya dalam 15 minggu sebesar 745 ribu. Sementara itu, IEA kembali menurunkan pryoyeksi permintaan minyak di 2020, namun memangkas penurunan tersebut dengan menyoroti relaksasi lockdown. Seiring meningkatnya permintaan, IEA memperkirakan cadagan minyak global akan turun 5,5 juta bph di paruh kedua. Harga minyak juga menguat setelah laporan dari Genscape tentang penurunan cadangan minyak sebesar 1,8 juta barel di pusat penyimpanan Cushing, Oklahoma.

Saham-saham Asia diperkirakan menguat hari ini di tengah optimisme investor mengenai dibukanya kembali ekonomi AS dan stimulus tambahan yang bisa mendorong pemulihan eknomi. Indeks future Hang Seng naik 0,16% dan indeks future S&P/ASX 200 menguat 0,85%.

Fokus Hari Ini : PDB Jerman Retail & Sentimen Konsumen AS
Di penghujung perdagangan minggu ini, ada beberapa data yang layak di simak oleh pelaku pasar. Di Eropa, Jerman akan merilis data, yang diperkirakan terkontraksi 2,3%. Kemudian dari AS, ada dua data yang layak disimak, yaitu retail sales, yang diperkirakan turun 12,0% di April, sementara core retail sales turun 8,6%. Data lainnya, sentimen konsumen, yang diperkirakan turun menjadi 68,0.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*