Dolar AS Flat di Tengah Kekhawatiran Lonjakan Virus dan Harapan Stimulus

Dolar flat dalam perdagangan choppy pada hari Senin karena kekhawatiran dalam lonjakan kasus virus korona, diimbangi kemungkinan kesepakatan stimulus bantuan COVID-19 AS dan vaksin untuk melawan pandemi. Penasihat ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow kemarin mengatakan bahwa pembicaraan tentang putaran lain pendanaan stimulus untuk menangani pandemi virus korona bergerak ke arah yang benar, dan pemerintahan dan Kongres Presiden Donald Trump semakin mendekati kesepakatan. Saat ini AS telah mengalami peningkatan jumlah kasus COVID-19, dengan jumlah kematian sekitar 283.000. Negosiasi mengenai kesepakatan bantuan mendapat momentum di Kongres AS pada hari Jumat, ketika para anggota parlemen bipartisan bekerja untuk finalisasi rencana stimulus $ 908 miliar. Indeks flat di 90,843, tidak jauh dari 90,471, terendah sejak April 2018.
Loonie Koreksi di Tengah Rebound Dollar dan Turunnya Harga Minyak
Dolar Kanada melemah atas greenback pada hari Senin menjelang rapat Bank of Canada (BoC) minggu ini, yang kemungkinan tetap mempertahankan kebijakan. Loonie melemah 0,1% menjadi 1,2797, setelah menjauh dari level tertinggi 2,5 tahun pada hari Jumat di 1,2768. Koreksi terjadi karena dollar mulai rebound dari level terendah 2,5% dan harga minyak yang melemah 1,1%.
Emas Naik Berkat Ekspektasi Stimulus
Emas naik ke level tertinggi lebih dari dua minggu pada hari Senin, didukung oleh ekspektasi stimulus fiskal AS baru. Harga emas spot naik 1,3% menjadi $ 1,860.49 per, setelah sempat setelah naik ke level tertinggi level sejak November 23 di $ 1,868.25. Sementara emas future AS menguat 1,4% di 1866.

Minyak Koreksi Karena Lonjakan Virus Corona Global & Ketegangan AS-China
Harga minyak turun sekitar 1% pada hari Senin karena melonjaknya kasus virus korona dan meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan China merusak dampak positif dari kesepakatan produksi OPEC+. Harga tertekan setelah berita dari Reuters yang menyebutkan bahwa Amerika Serikat sedang bersiap untuk menjatuhkan sanksi kepada setidaknya selusin pejabat China atas dugaan peran mereka dalam diskualifikasi Beijing terhadap legislator oposisi terpilih di Hong Kong. Meningkatnya ketegangan antara AS-China dan Chinatelah berulang kali membebani pasar dalam beberapa tahun terakhir. China, importir minyak mentah terbesar dunia, telah membantu mendukung harga minyak mentah tahun ini. Dalam 11 bulan pertama tahun ini, China mengimpor total 503,92 juta ton atau 10,98 juta barel per hari, naik 9,5% dari tahun sebelumnya. Sementara itu, lonjakan kasus virus korona global telah memaksa serangkaian lockdown baru, termasuk pembatasan di negara bagian AS, seperti California, kemudian di Jerman dan Korea Selatan.

Wall Street Variatif, Nasdaq Cetak Rekor
Bursa saham di Wall Street bergerak variatif pada hari Rabu, dengan Nasdaq ditutup pada rekor tertinggi pada hari Senin, sementara indeks Dow Jones dan S&P 500 melemah. Investor beralih ke saham dengan kapitalisasi pasar jumbo di tengah babak baru pembatasan Covid-19 yang berpeluang menahan pertumbuhan ekonomi di Amerika Serikat (AS).

Fokus Hari ini : PDB Jepang & Zona Euro, ZEW Jerman
Jepang tadi pagi sudah merilis data PDB, yang tumbuh 22,9%, di kuartal 3, di atas ekspektasi 21,5%, setelah kontraksi 28,8% di kuartal sebelumnya. Memasuki sesi Eropa, pelaku pasar akan disuguhi serangkaian data penting lainnya, seperti PDB zona euro, yang diperkirakan 12,6% di kuartal 3. Kemudian data ketenagakerjaan Eropa, ZEW Jerman, serta ZEW zona euro.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*