Dolar AS Flat Setelah Koreksi Tajam Jumat Lalu

Dolar Amerika Serikat (AS) bergerak mendatar dan hanya melemah tipis datar pada hari Senin dalam perdagangan choppy. Indeks dolar flat pada kisaran di 90,959 setelah Jumat lalu jatuh menyusul data yang menunjukkan ekonomi AS menciptakan lebih sedikit pekerjaan dari yang diharapkan pada Januari dan kehilangan pekerjaan pada Desember lebih besar dari yang dilaporkan semula. Meski begitu, investor masih melihat pemulihan AS yang lebih cepat daripada di kebanyakan negara. Banyak analis meyakini dolar masih bisa menguat dalam waktu dekat hingga menengah, setelah penurunan hampir 7% pada tahun 2020. Di tahun ini, dolar telah menguat 1,1%. Dukungan dollar didapat berkat keberhasilan pemerintah AS dalam meluncurkan vaksin COVID-19. Lebih dari 10% orang Amerika saat ini telah menerima dosis vaksin pertama, laju peluncuran vaksin yang jauh lebih cepat daripada negara ekonomi besar lainnya selain Inggris.
Loonie Menguat Berkat Lonjakan Harga Minyak, Data CFTC
Dolar Kanada menguat atas greenback pada hari Senin berkat lonjakan harga minyak dan data menunjukkan spekulan menaikkan taruhan bullish pada loonie. Pada 2 Februari, spekulan telah menaikkan posisi net long pada dolar Kanada ke level tertinggi sejak Februari lalu, menurut data dari CFTC. Loonie naik 0,1% menjadi 1,2738, setelah menyentuh level terkuatnya level sejak 27 Januari di 1,2731.
Emas Menguat Berkat Harapan Stimulus AS
Harga emas spot menguat 0,92% berkat harapan stimulus AS, meski Wall Street kembali cetak rekor. Presiden AS Joe Biden dan sekutu Demokrat di Kongres membuka jalan untuk paket bantuan COVID-19 senilai US$ 1,9 triliun. Anggota parlemen menyetujui garis besar anggaran yang akan memungkinkan mereka untuk memperkuat rencana tersebut tanpa dukungan dari Partai Republik.
Minyak Naik Berkat Pemangkasan Output Global, Stimulus AS
Harga minyak naik 2% pada hari Senin ke level tertinggi dalam lebih dari setahun, dengan Brent melampaui
$60 per barel, didorong oleh pemangkasan pasokan produsen utama minyak dunia dan harapan untuk peningkatan stimulus ekonomi AS. Harga minyak Brent naik 2,1%, menjadi $60,56 per barel, sementara WTI naik 2% menjadi 57,97 per barel. Kedua benchmark tersebut berada di level tertinggi sejak Januari 2020. Kedua jenis minyak tersebut sudah naik lebih dari 60% sejak awal November karena optimisme seputar distribusi vaksin virus corona serta pemangkasan produksi dari anggota OPEC+. Arab Saudi menjanjikan pemotongan pasokan tambahan pada Februari dan Maret menyusul pengurangan oleh anggota lain dari OPEC. Sebagai tanda bahwa pasokan mengetat, spread enam bulan Brent mencapai tertinggi $2,54 pada hari Senin, terlebar sejak Januari tahun lalu, sinyal permintaan untuk pasokan saat ini.

Wall Street Kembali Cetak Rekor
Wall Street kembali cetak rekor pada hari Senin karena optimisme investor, dipicu oleh prospek pemulihan ekonomi yang lebih cepat. Penguatan didorong oleh peningkatan stimulus dan peluncuran vaksin yang dipercepat. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,76%, S&P 500 menguat 0,74% dan Nasdaq Composite melesat 0,95%.

Fokus Hari ini : US Stimulus & Trade Balance Jerman
Hari ini sepi data akan data ekonomi, hanya ada beberapa yang impactnya low hingga medium. Di Eropa ada neraca perdagangan Jerman, yang diperkirakan surplus 15,8 miliar euro. Sementara di AS, ada data iklan lowongan pekerjaan. Fokus pasar juga mungkin masih tertuju pada perkembangan stimulus AS, serta peluncuran vaksin di berbagai negara.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*