Dolar AS Hentikan Penurunan Setelah Risk-Ofl Kembali Mencuat

dollar

Pound Jatuh Setelah Data Inflasi Inggris

Pound Inggris jatuh atas dolar hari Rabu, lengser dari level tertinggi dua minggu tertinggi setelah data menunjukkan inflasi Inggris naik ke rekor 40 tahun, menimbulkan kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi yang tajam. Sterling turun 0,7% pada $1,24225, setelah jatuh sebanyak 1%. Sebelum data dirilis, mata uang Inggris tersebut sempat menyentuh level tertinggi dalam hampir dua minggu di sekitar $1,25. Sebagian besar kenaikan terjadi pada hari Selasa setelah data tenaga kerja yang kuat telah mendorong ekspektasi bahwa Bank of England (BoE) harus lebih meningkatkan suku bunga. Namun, angka inflasi terbaru memicu kekhawatiran bahwa ancaman resesi dapat meredam seberapa jauh bank sentral dapat melangkah, setelah menaikkan suku bunga empat kali sejak Desember. Inflasi harga konsumen mencapai 9% pada bulan April, membuat tingkat inflasi Inggris menjadi yang tertinggi dari lima ekonomi terbesar Eropa dan G-7.

Dolar AS Hentikan Penurunan Setelah Risk-Ofl Kembali Mencuat

Dolar AS menguat setelah aksi jual atas aset-aset berisiko mendorong daya tarik safe-haven greenback, menghentikan penurunan beruntun tiga sesi, sehari setelah Ketua Fed Jerome Powell berjanji bank sentral AS jika perlu akan menaikkan suku bunga lebih agresif untuk mengatasi inflasi. Indeks dolar naik 0,581%, dengan euro turun 0,8% menjadi $ 1,0463. Yen Jepang menguat 0,92% menjadi 128,23 per dolar.

Emas Menguat Berkat Penurunan Yield Obligasi AS

Harga emas menguat pada hari Rabu berkat penurunan imbal hasil US Treasury, membantu mengimbangi tekanan dari dolar yang lebih kuat dan rencana Federal Reserve untuk kenaikan suku bunga yang agresif. harga emas spot naik 0,1% menjadi US$1.816,49 per ons troi pada pukul 14:10. ET (1810 GMT).

Minyak Turun Meski Cadangan Minyak AS mengalami Penurunan

Harga minyak turun 2,5% pada hari Rabu, membalikkan kenaikan awal karena para trader tidak terlalu khawatir tentang krisis pasokan setelah data pemerintah menunjukkan kilang AS meningkatkan produksinya. Minyak mentah Brent turun 2,5% pada US109,11 per barel dan WTI AS turun 2,5%, menjadi US$109,59 per barel. Persediaan minyak mentah AS turun 3,4 juta barel pekan lalu, data pemerintah menunjukkan, penurunan yang tidak terduga, karena penyulingan meningkatkan produksi sebagai tanggapan terhadap persediaan produk yang ketat dan ekspor yang mendekati rekor yang telah memaksa harga solar dan bensin AS ke level rekor. Data tersebut sebenarnya bullish buat minyak. Namun, sentimen bearish juga datang setelah laporan bahwa AS berencana untuk melonggarkan sanksi terhadap Venezuela dan mengizinkan Chevron Corp untuk menegosiasikan lisensi minyak dengan produsen negara PDVSA. Penguatan dolar AS turut menekan harga.

Wall Street Anjlok Karena Kekhawatiran Ekonomi AS

Wall Street turun tajam pada hari Rabu, dengan saham Target Corp kehilangan sekitar seperempat dari nilai pasar sahamnya di tengah kekhawatiran tentang ekonomi AS setelah pengecer menjadi korban terbaru dari lonjakan harga. Indeks S&P 500 turun 4,04%, Nasdaq anjlok 4,73% dan Dow Jones jatuh 3,57% Itu adalah penurunan harian terburuk bagi S&P 500 dan Dow Jones sejak Juni 2020.

Fokus Hari Ini : ECB Minutes, Jobless Claims & Existing Home Sales AS

Jepang Di Asia, Jepang telah merilis serangkaian data ekonomi, termasuk neraca perdagangan, yang mengalami defiisit 1,62 triliun yen di kuartal pertama tahun ini. Setelah itu, fokus pasar beralih ke ECB minutes, yang akan memberi gambaran mengenai arah kebijakan moneter ECB ke depan. Di AS, akan dirilis data jobless claims, yang diperkirakan turun 200 ribu minggu lalu, serta data existing home sales bulan April.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*