Dolar AS Jatuh Lebih dari 6% di 2020

Долларовые купюры в Торонто 22 октября 2008 года. Курс доллара снижается, потому что нежелание рисковать заставляет инвесторов покупать иену. REUTERS/Mark Blinch

Dolar Amerika Serikat (AS) pulih setelah jatuh ke level terendah sejak April 2018 pada hari Senin, karena melonjaknya kasus virus korona merusak sentimen bullish yang dibangun di awal tahun ini. Dengan suku bunga AS yang masih rendah, defisit anggaran AS yang besar, dan keyakinan bahwa rebound perdagangan dunia akan mendorong mata uang non-dolar menguat, dolar awalnya melemah pada hari pertama perdagangan pada tahun 2021 setelah jatuh hampir 7% pada tahun 2020. Namun, dollar berbalik naik karena memburuknya sentimen risk-on setelah bursa saham AS turun lebih dari 1% di tengah kekhawatiran atas lonjakan virus corona dan hasil putaran kedua pemilu di Georgia yang akan menentukan kendali Senat. Sementara itu, aktivitas manufaktur AS meningkat pada laju tercepat lebih dari enam tahun pada bulan Desember, sebuah survei menunjukkan pada hari Senin. Indeks dollar naik 0,159% menjadi 89.86.
Pound Jatuh Karena Kekhawatiran Lockdown Inggris
Poundsterling melemah terhadap dolar dan euro karena peringatan kebijakan lockdown Inggris yang lebih ketat, mengimbangi kesepakatan perdagangan Brexit yang terjadi di menit-menit terakhir. PM Inggris Boris Johnson akan menetapkan langkah-langkah lebih lanjut untuk mencoba mengendalikan peningkatan penyebaran dalam kasus-kasus dari varian baru COVID-19.
Emas Naik Berkat Pelemahan Dollar
Harga emas naik lebih dari 2% pada hari Senin ke level tertinggi dua bulan, didukung oleh pelemahan dolar menjelang pemilihan putaran kedua untuk Senat AS di Georgia. Harga emas spot naik 2,4% menjadi $ 1.943,13 per ounce, setelah mencapai $1.944,11, tertinggi sejak 9. Sedangkan emas berjangka AS ditutup naik 2,7% menjadi $ 1.946,60.
Minyak Koreksi Setelah OPEC+ Gagal Capai Kesepakatan Peningkatan Output
Minyak turun dari level tertinggi beberapa bulan dan melemah lebih dari 1% di hari pertama perdagangan tahun ini setelah OPEC+ gagal memutuskan apakah akan meningkatkan produksi pada Februari dan akan kembali bertemu lagi pada hari Selasa. OPEC dan negara produsen lainnya, yang dikenal sebagai OPEC +, akan melanjutkan pembicaraan pada hari Selasa setelah mengalami kebuntuan atas rencana peningkatan produksi di Februari karena Arab Saudi menentang menaikkan produksi, sementara Rusia menyarankan untuk produksi yang lebih tinggi dengan alasan pulihnya permintaan. Harga minyak memperoleh beberapa dukungan pada hari sebelumnya setelah Pengawal Revolusi Iran menyita sebuah kapal tanker berbendera Korea Selatan di perairan Teluk dan Iran melanjutkan pengayaan uranium di fasilitas nuklir bawah tanah. Minyak berjangka Brent turun 1,4% menjadi 51,09, sementara WTI turun 1,9% menjadi $47,62.

Wall Street Koreksi Karena Surutnya Sentimen Risk-On
Tiga indeks saham utama Wall Street lengser dari level tertinggi sepanjang masa di awal perdagangan tahun ini karena minat pada aset berisiko surut di tengah pemilihan putaran kedua di Georgia dan lonjakan terus- menerus kasus virus corona. Indeks Dow Jones Industrial Average turun 1,25%, S&P 500 melemah 1,48%, dan Nasdaq Composite jatuh 1,47%.

Fokus Hari ini : ISM manufacturring PMI, Pidato Charles Evan
Sembari menunggu event-event penting di minggu ini, termasuk data non-farm payroll AS, para pelaku pasar akan terlebih dahulu fokus pada data aktifitas manufaktur di AS. ISM manufacturring PMI diperkirakan tumbuh 56,6 di Desember, lebih lambat dari bulan sebelumnya yang sebesar 57,5. Fokus pasar lainnya adalah pidato salah satu pejabat the Fed, yaitu Charles Evan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*