Dolar AS Jatuh Setelah FOMC Meeting

Долларовые купюры в Торонто 22 октября 2008 года. Курс доллара снижается, потому что нежелание рисковать заставляет инвесторов покупать иену. REUTERS/Mark Blinch

Dolar AS jatuh pada hari Rabu, setelah Federal Reserve mengatakan tidak akan menaikkan suku bunga hingga tahun 2023, bertentangan dengan ekspektasi pasar. Dalam rapatnya dini hari (WIB), the Fed tetap mempertahnkan suku bunga, sembari mengatakan mengatakan pihaknya mengharapkan lonjakan cepat dalam pertumbuhan ekonomi AS dan inflasi tahun ini karena krisis COVID-19 mereda, dan berjanji untuk mempertahankan suku bunga mendekati nol selama bertahun-tahun. Itu berbeda dengan apa yang diperkirakan di pasar berjangka eurodollar sebelum pernyataan Fed, yang memperkirakan kenaikan suku bunga pada Desember 2022 dan tiga kenaikan pada 2023.Ketua The Fed Jerome Powell juga menegaskan selama konferensi pers, bahwa terlalu dini untuk membahas langkah-langkah tapering-off untuk mendukung ekonomi yang sedang berjuang. Setelah pernyataan the Fed, indeks dolar AS jatuh 0,5% menjadi 91.405.
Loonie Naik ke Level Tertinggi 3 Tahun Setelah Pernytaan The Fed
Loonie naik ke level tertinggi tiga tahun atas dolar AS pada hari Rabu, setelah pesan dovish oleh Federal Reserve dan data domestik yang menunjukkan kenaikan pada inflasi. Greenback jatuh setelah Fed kembali mengulang janjinya untuk mempertahankan suku mendekati nol selama bertahun-tahun, bahkan ketika pihaknya memproyeksikan lompatan cepat dalam pertumbuhan ekonomi AS dan inflasi tahun ini.
Emas Naik Leboh dari 1% Pasca Komentar The Fed
Harga emas naik lebih dari 1% pada hari Rabu setelah Federal Reserve AS menegaskan kembali kebijakan moneter yang akomodatif. Spot emas naik 0,8% menjadi $ 1,743.93 per ons, sementara emas berjangka AS ditutup turun 0,2% menjadi $ 1.727,10. Dalam rapatnya tadi pagi, The Fed mengulangi janjinya untuk menjaga suku bunga acuan mendekati nol selama bertahun-tahun.
Minyak Turun Karena Ekspektasi Lemahnya Permintaan di Eropa
Harga minyak tergelincir untuk hari keempat pada hari Rabu, terbebani oleh ekspektasi permintaan yang lebih lemah di Eropa dan oleh meningkatnya persediaan minyak mentah AS. Beberapa negara Eropa telah menghentikan penggunaan vaksin COVID-19 AstraZeneca karena kekhawatiran akan kemungkinan efek samping. Jerman mengalami peningkatan kasus virus korona, Italia memberlakukan penguncian Paskah secara nasional, dan Prancis berencana untuk memberlakukan pembatasan yang lebih ketat. Minyak mentah Brent ditutup melemah 0,6% menjadi $68 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun 0,3%, menjadi $63,68. Harga juga jatuh setelah data data pemerintah AS menunjukkan cadangan minyak mentah AS naik 2,4 juta barel pekan lalu. Analis memperkirakan kenaikan 3 juta barel. Namun, sikap the Fed yang masih dovish mampu membatasi penurunan.

Wall Street Menguat Setelah Rapat The Fed
Bursa saham di Wall Street kembali bergairah setelah The Fed memperkirakan pemulihan ekonomi di AS lebih cepat dan bank sentral tetap akan mempertahankan suku bunga mendekati nol. Tiga dari tiga indeks utama mencetak rekor tertinggi pada penutupan perdagangan Rabu. Indeks Dow Jones Industrial Average menguat 0,58%, S&P 500 naik 0,29% dan indeks Nasdaq Composite bertambah 0,4%.

Fokus Hari ini : BoE Meeting
Setelah the Fed, giliran Bank of England (BoE) yang akan menggelar rapatnya hari ini. BoE diperkirakan tetap mempertahankan suku bunga acuan di 0,10% dan program pembelian aset sebesar 895 miliar poundsterling. Dengan Inggris mengalami krisis ekonomi terburuk dalam tiga abad, investor akan mencari sinyal dari bank sentral Inggris tersebut, apakah berencana menambah stimulus untuk meningkatkan perekonomian.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*