Dolar AS Lunglai Di Hajar Yen dan Poundsterling

Keyakinan Pasar Meningkat, Bursa Saham Naik

Tidak ada laporan pasar ekuitas AS, karena pasar tutup untuk liburan. Namun demikian, bursa saham global naik oleh keyakinan atas kondisi ekonomi, inflasi yang terkendali dan pembukaan kembali China telah mengimbangi kekhawatiran atas kebijakan Bank of Japan (BOJ). Bank sentral ini akan melakukan pertemuan dalam minggu ini dan diperkirakan aka nada kejutan kebijakan stimulus yang sangat besar.

Indek MSCI Asia-Pasifik di luar Jepang naik 0,37%, bursa saham Eropa mencapai level tertinggi hampir sembilan bulan dimana sektor real estat dan ritel membantu mengimbangi kerugian di sektor terkait komoditas. Indek STOXX 600 pan-Eropa ditutup naik 0,5% pada 454,6 – level tertinggi sejak April 2022. Indek bursa saham China melonjak ke level tertinggi empat bulan, dibantu oleh arus masuk asing yang kuat. Indek Hang Seng Hong Kong naik tipis naik 0,04%. Indek CSI300 China naik 1,6%, sedangkan Indek Shanghai naik 1%. Indek Nikkei Jepang berakhir di level terendah lebih dari seminggu, turun 1.14% di 25.822. Para eksportir me- rasakan tekanan dari penguatan yen.

Dolar AS Lunglai Di Hajar Yen dan Poundsterling

Dolar masih menurun, bahkan mencapai level terendah tujuh bulan ini. Sementara yen masih menjadi fokus khusus pasar atas harapan bahwa BoJ akan mengubah kebijakan kontrol imbal hasil lebih lanjut. Yen menguat seiring Poundsterling yang juga mem- berikan tekanan pada Dolar AS. Indek DXY merosot di 101,77. Aussie menembus level, didukung oleh pelemahan dolar AS. Pasan- gan AUD/USD mencapai tertinggi intraday di $0,7019, tertinggi sejak 17 Agustus, setelah naik 1,4% minggu lalu hingga $0,6994. Sekarang menghadapi resistensi di puncak Agustus $0,7136 dan puncak Mei $0,7283.

Harga Emas Turun, Masih Bertahan Diatas $1900

Harga emas melemah dari level tertinggi lebih dari delapan bulan ini, namun masih mampu bertahan di atas level $1.900 per ons. Dorongan positif harga emas muncul dari naiknya ekspektasi bahwa Fed akan kurang agresif dalam menaikkan suku bunga kedepannya. Setelah melonjak naik 3,5% dalam dua minggu pertama tahun ini, diyakini bahwa harga emas masih memiliki potensi kenaikan selama 12 bulan ke depan. Namun demikian, dalam jangka pendek kemungkinan besar terjadi koreksi terlebih jika Fed kembali menyuarakan nada hawkish yang mengejutkan pasar. Investasi dan permintaan fisik mendukung untuk kenaikan harga di tahun 2023. Pembukaan kembali China menetapkan panggung untuk ketahanan dalam pembelian emas secara fisik. Harga emas  di pasar spot turun 0,3% ke $1.914,16 per ons, setelah mencapai level tertinggi sejak akhir April di $1.929 dalam sesi tersebut.

Harga Minyak Tergelincir Ditengah Harapan Kenaikan Permintaan China

Harga minyak tergelincir namun masih bertahan dikisaran level tertinggi bulan ini karena pelonggaran pembatasan COVID di China meningkatkan harapan pemulihan permintaan. Ada peningkatan kuota impor China. Sentimen lain adalah ekspektasi Fed yang akan memperlambat kenaikan suku bunga. Harga Brent turun $1,04, atau 1,2%, menjadi $84,24 per barel. Harga WTI Februari turun $1,01 ke $78,85 per barel.

Fokus Pasar Hari Ini :

Perekonomian China diperkirakan melambat tajam pada kuartal keempat karena pembatasan COVID yang ketat, menyeret pertumbuhan di tahun 2022 ke salah satu yang terburuk dalam hampir setengah abad. Data ekonomi yang akan dirilis hari ini di- perkirakan menunjukkan produk domestik bruto (PDB) tumbuh 1,8% pada Oktober-Desember dari tahun sebelumnya, setengah dari kecepatan kuartal ketiga 3,9%, menurut jajak pendapat Reuters. Hasil seperti itu masih akan melebihi tingkat ekspansi 0,4% kuartal kedua. Secara triwulanan, PDB diproyeksikan berkontraksi 0,8% pada kuartal keempat, dibandingkan dengan pertumbuhan 3,9% pada Juli-September.

Kanada akan merilis Indek Harga Konsumen (CPI) untuk bulan Desember, yang dapat memberikan petunjuk lebih lanjut tentang prospek suku bunga. Diperkirakan akan menunjukkan tingkat inflasi tahunan melambat menjadi 6,4%. Dolar Kanada sendiri sedikit berubah terhadap dolar AS dan imbal hasil obligasi turun karena survei Bank of Canada menunjukkan bisnis tumbuh lebih pesimis tentang prospek ekonomi. Pasangan USD/CAD diperdagangkan hampir tidak berubah pada 1,34 per greenback, atau 74,63 sen AS, setelah bergerak dalam kisaran 1,3353 hingga 1,3417. Pasar uang mengharapkan suku bunga acuan Dewan Komisaris mencapai puncaknya pada 4,50%, setelah dinaikkan bulan lalu menjadi 4,25%.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*