Dolar AS Masih Jatuh dalam Sepekan

Posisi Net Long Dolar AS Naik ke Level Tertinggi Sejak Maret 2020

Posisi net long dolar AS naik minggu lalu ke level tertinggi sejak awal Maret tahun lalu, menurut perhitungan Reuters dan data Commodity Futures Trading Commission (CFTC) yang dirilis pada hari Jumat. Nilai posisi net long dolar naik menjadi $2,99 miliar pada pekan yang berakhir 27 Juli, dari net long $399,69 juta pada minggu sebelumnya. Posisi dolar AS membalik ke net long minggu lalu setelah net short selama 16 bulan.

Menguat di Jumat, Dolar AS Masih Jatuh dalam Sepekan

Dolar AS menguat pada hari Jumat setelah saham jatuh, membantu membalikkan beberapa kerugian dari awal pekan ini ketika pernyataan dovish The Fed mengurangi reli selama sebulan. Indeks dolar menguat 0,32% menjadi 92,181, namun masih turun 0,77% selama sepekan Penguatan dolar terjadi setelah saham jatuh menyusul laporan pendapatan suram oleh Amazon, meningkatnya kekhawatiran atas penyebaran cepat varian Delta COVID-19, dan setelah tindakan keras peraturan oleh China pada sektor teknologi dan pendidikannya. Dolar juga mendapat dorongan setelah presiden The Fed distrik St. Louis James Bullard mengatakan bahwa The Fed harus mulai mengurangi progam pembelian aset senilai $120 miliar per bulan pada musim gugur ini dan memangkasnya “cukup cepat”, sehingga program berakhir pada bulan-bulan pertama 2022 untuk membuka cara menaikkan suku bunga tahun itu jika diperlukan.

Emas Lengser dari Posisi Tertinggi 2 Minggu Karena Dolar Rebound

Harga emas turun pada hari Jumat karena penguatan dolar AS, mengikis kenaikannya yang didorong oleh komitmen Ketua The Fed Jerome Powell bahwa kenaikan suku bunga tidak akan terjadi untuk saat ini. Emas naik ke leve tertinggi dua minggu pada hari Kamis setelah Powell mengatakan pasar tenaga kerja AS masih perlu kuat lagi sebelum tiba saatnya untuk melonggarkan stimulus moneter.

Minyak Naik Berkat Prospek Permintaan

Harga minyak naik tipis pada hari Jumat berkat permintaan tumbuh lebih cepat dari pasokan dan vaksinasi diperkirakan akan mengurangi dampak kebangkitan infeksi COVID-19 di seluruh dunia. Harga minyak Brent naik 0,4%, menjadi di $76,33 per barel. Sementara minyak WTI AS naik 0,5%, menjadi $73,95 per barel. Kedua benchmark minyak tersebut naikk lebih dari 2% minggu lalu. Di bulan Juli Brent naik 1,6%, kenaikan bulanan keempat berturut-turut. Namun, WTI AS flat. Meski kasus virus corona meningkat di AS, Asia dan sebagian Eropa, analis mengatakan tingkat vaksinasi yang lebih tinggi akan membatasi perlunya penguncian ketat, yang merusak permintaan selama puncak pandemi tahun lalu. Sementara itu, Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak mengatakan konsumsi minyak meningkat di seluruh dunia. Analis yang di survei Reuters mengatakan harga minyak akan diperdagangkan pada kisaran $70 untuk sisa tahun ini.

Wall Street Melemah Dipicu Penurunan Saham Amazon

Wall Street kompak melemah pada akhir perdagangan Jumat, sekaligus mencatatkan penurunan mingguan, dipicu penurunan saham Amazon.com setelah perusahaan memperkirakan pertumbuhan penjualan yang lebih rendah. Indeks Dow Jones turun 0,42% ke 34.935,47, S&P 500 turun 0,54% ke 4.395,26 dan Nasdaq turun atau 0,71% ke 14.672,68. Di Juli, S&P 500 naik 2,3%, Dow naik 1,3% dan Nasdaq bertambah 1,2%.

Fokus Minggu ini: ISM dan Data Ketenagakerjaan AS, BoE Meeting

Minggu ini akan ada beberapa event, serta data ekonomi yang akan menjadi penggerak pasar. Beberapa data penting AS akan dirilis, seperti ISM sektor manufaktur dan jasa, kemudian factory order, ADP dan akan ditutup dengan data yang sangat ditunggu pasar, yaitu data ketenagakerjaan AS. Beberapa pejabat the The Fed, juga akan tampil, seperti Eric Rosengren dan Richard Clarida. Kemudian ada BoE Meeitng.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*