Dolar AS Melemah di Tengah Meredanya Kekhawatiran Omicron

DOLLAR
Loonie Melemah Setelah BoC Meeting

Loonie melemah terhadap greenback hari Rabu setelah investor yang berharap adanya pergeseran sikap hawkish kecewa pada hasil rapat Bank of Canada (BoC) , dengan mata uang mundur dari level terkuatnya dalam hampir tiga minggu. BoC mempertahankan suku bunga acuannya di 0,25%, sesuai perkiraan, dan mempertahankan panduannya bahwa kenaikan suku bunga pertama dapat terjadi pada April 2022.

Dolar AS Melemah di Tengah Meredanya Kekhawatiran Omicron

Dolar AS melemah atas beberapa mata uang utama pada hari Rabu, karena meredanya kekhawatiran tentang pukulan ekonomi dari varian Omicron COVID-19 membantu mendukung mata uang yang lebih berisiko, dengan dolar Australia mencatat kenaikan sesi ketiga berturut-turut. Indeks dolar turun 0,4% menjadi 95,854. Selera investor untuk aset berisiko meningkat minggu ini di tengah laporan bahwa orang yang terinfeksi varian Omicron di Afrika Selatan hanya menunjukkan gejala ringan. Bukti awal menunjukkan bahwa varian baru kemungkinan memiliki tingkat penularan yang lebih tinggi tetapi tidak terlalu parah, kata pakar penyakit menular AS Anthony Fauci, Selasa. Mata uang terkait komoditas, termasuk dolar Australia, adalah penerima manfaat utama dari membaiknya sentimen risiko yang membaik. Ausie juga didukung oleh kebijakan baru-baru ini dari China – mitra dagang utama Australia – untuk merangsang ekonominya.

Emas Flat di Tengah Penurunan Dolar dan Naiknya Imbal Hasil Obligasi AS

Harga emas cenderung flat pada hari Rabu, dengan dolar yang lemah mengimbangi kenaikan imbal hasil Treasury AS,  karena  investor menyesuaikan posisi  menjelang data  CPI AS  minggu  ini.  Spot emas  datar  di $1.784,01 per ons, setelah naik ke di $1.792,90. Imbal hasil Treasury AS naik, meredupkan daya tarik emas.Di sisi lain, indeks dolar turun, membuat emas batangan lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.

Minyak Menguat Berkat Meredanya Kekhawatiran Kasus Omicron

Harga minyak menguat hari Rabu di tengah meredanya mengenai kekhawatiran varian virus  corona Omicron. Brent naik 0,5% menjadi $75,82 dan WTI AS naik 0,4% menjadi $72,36. Brent telah rebound sekitar 10% sejak 1 Desember setelah ekspektasi bahwa Omicron hanya akan berdampak terbatas pada permintaan minyak. Studi awal menunjukkan dua suntikan Pfizer-BioNTech mungkin hanya melindungi sebagian dari Omicron, tetapi dosis ketiga dapat meningkatkan perlindungan. Sementara itu, pasar memiliki reaksi yang diredam terhadap data inventaris mingguan Stok minyak mentah AS yang turun 240.000 barel, sementara stok bensin dan sulingan meningkat karena penyulingan meningkatkan produksi. Namun, pada saat yang sama, produk AS yang dipasok oleh kilang, yang mewakili permintaan, mencapai 20,9 juta barel per hari (bph) selama empat minggu terakhir – melebihi tingkat penggunaan konsumen sebelum pandemi.

Wall Street Catatkan Penguatan Tiga Hari Beruntun

Wall Street mencatatkan penguatan tiga hari beruntun setelah data pengujian menunjukkan vaksin Covid-19 dari Pfizer dan BioNTech menawarkan beberapa perlindungan terhadap varian omicron baru. Pfizer dan BioNTech mengatakan bahwa vaksin tiga kali suntikan mereka mampu menetralkan varian omicron dalam uji laboratorium. Indeks Dow Jones naik 0,1%, S&P 500 naik 0,31% dan Nasdaq menguat 0,64% .

Fokus Hari Ini : Inflasi China, Trade Balance Jerman & Jobless Claims AS

Pagi ini China akan merilis data inflasi bulan Novemer, di mana CPI (YoY) diperkirakan tumbuh 2,5%, sementara PPI (YoY) diperkirakan tumbuh 12,4%. Memasuki Eropa, ada data neraca perdagangan Jerman, yang diperkirakan surplus 12,9 miliar euro di Oktober. Kemudian di AS, ada data jobless claims, yang diperkirakan turun 218 ribu. Investor juga tetap mencermati perkembangan dari Omicron.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*