Dolar AS Melemah Karena Aksi Risk Appetite

Dolar turun dalam tiga sesi berturut-turut pada hari Kamis, karena investor mencari mata uang dengan hasil lebih tinggi. Sementara data-data AS yang lebih baik serta optimisme yang berkelanjutan atas paket stimulus besar-besaran bisa memacu harapan pemulihan di ekonomi terbesar dunia, mengurangi pamor safe haven dolar. Data-data AS semalam menunjukkan ekonomi AS perlahan-lahan mendapatkan momentum, dengan klaim pengangguran awal yang sedikit lebih baik dari perkiraan, data pembangunan perumahan yang optimis, dan indeks manufaktur yang lebih tinggi untuk kawasan Atlantik tengah. Dengan data-data tersebut analis optimis pertumbuhan global akan membaik, neraca perdagangan memburuk, dan the Fed akan mempertahankan kebijakan moneter loggarnya. Dolar biasanya terpukul pada saat ekspansi global, karena investor cenderung memburu aset berisiko. Indeks dollar melemah 0,3% menjadi 90,103.
Euro Menguat Meski ECB Dovish
Euro menguat atas dolar, bahkan ketika Presiden ECB Christine Lagarde memperingatkan tentang lonjakan baru infeksi COVID-19 dan prospek pembatasan berkepanjangan yang dapat menantang prospek ekonomi kawasan. ECB, yang mempertahankan suku bunga dalam rapatnya hari Kamis, juga berjanji untuk memberikan lebih banyak dukungan bagi perekonomian jika diperlukan.
Emas Koreksi Karena Profit Taking
Harga emas turun dari level tertinggi dua minggu Kamis karena investor melakukan aksi profit taking menyusul reli di sesi sebelumnya. Namun, ekspektasi untuk stimulus tambahan dan pelemahan dollar membatasi pelemahannya. Harga emas spot turun 0,2% menjadi 1867,56, setelah menyentuh level tertinggi sejak Januari di 1874,96, sedangkan emas berjangka AS flat di kisaran $1865,90.
Minyak Flat Jelang Data EIA
Harga minyak bergerak mendatar pada hari Kamis menjelang data inventaris mingguan dari pemerintah AS. WTI, turun tipis 0,3% menjadi $53,13 per barel. Sementara Brent, patokan untuk minyak mentah global, hanya naik dua sen menjadi $56,10. Sementara itu, data dari American Petroleum Institute (API) pada hari Rabu menunjukkan adanya kenaikan pada cadangan minyak mentah AS sebesar 2,6 juta barel. Investor kini menantikan data resmi dari Energy Information Administration (EIA) AS yang dijadwalkan malam nanti. Analis memperkirakan cadangan minyak mentah turun 1,17 juta barel pekan lalu, memperpanjang tren penurunan tiga pekan sebelumnya. Demikian pula, produk bahan bakar diperkirakan akan terus naik karena output kilang melebihi konsumsi di tengah pandemi virus corona. Perkiraan untuk persediaan bensin adalah 2,8 juta barel, sedangkan untuk distilasi, diperkirakan akan naik 1,2 juta.

Wall Street Variatif, S&P 500 dan Nasdaq Kembali Cetak Rekor
Wall Street bergerak variatif pada hari Kamis, dengan S&P 500 dan Nasdaq, ditutup ke rekor Sementara indeks Dow Jones melemah tipis di menit-menit terakhir perdagangan. Penguatan indeks S&P 500 dan Nasdaq didorong oleh optimisme tentang lebih banyak stimulus untuk pandemi di bawah pemerintahan Joe Biden guna mendukung ekonomi setelah data pasar tenaga kerja menunjukkan pemulihan tipis.

Fokus Hari ini : PMI Zona Euro, Inggris & AS
Setelah pasar disibukkan oleh berita pelantikan Joe Biden sebegai presiden AS yang ke 46, serta prospek stimulus, hari ini pasar akan disuguhi data PMI di beberapa negara besar. Aktifitas manufaktur di zona euro, Inggris dan AS masih menunjukkan ekspansi, meski ada perlambatan karena efek lockdown. Sementara untuk sektor jasa, Inggris dan zona euro masih kontraksi, namun di AS masih bisa tumbuh.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*