Dolar AS Melemah Karena Harapan Vaksin dan Stimulus

Dolar AS masih diperdagangkan dekat posisi terendah dua tahun pada hari Senin karena penguatan mata uang berisiko setelah mendapat dorongan dari kemajuan vaksin COVID-19 dan kemungkinan stimulus bantuan virus korona AS. Dolar AS diperdagangkan flat pada 90,70, turun 0,07%, setelah perawat unit perawatan intensif menjadi orang pertama di Amerika Serikat (AS) menerima vaksin yang dikembangkan oleh Pfizer Inc dan mitranya dari Jerman BioNTech SE pada hari Senin. Kedatangannya vaksin memberikan kelegaan saat negara itu mengalami hari bersejarah yang suram karena 300.000 nyawa yang hilang pada hari Senin. Harapan vaksin tersebut bertepatan dengan negosiasi paket stimulus di Kongres AS yamg mulai mendekati kesepakatan, yang akan menghindari government shutdown. Rencananya, bantuan bipartisan COVID-19 senilai $908 miliar akan dibagi menjadi dua paket.
Sterling Reli Setelah Pembicaraan Brexit Diperpanjang
Dolar Pound Inggris menguat setelah Inggris dan Uni Eropa pada hari Minggu sepakat untuk memperpanjang pembicaraan Brexit. Pound menguat 0,79% atas dolar menjadi 1,3324, naik tajam level terendah $1,3133 pada hari Jumat. Sementara euro naik sekitar 0,31% menjadi di$ 1,2146, mengabaikan pembatasan virus korona baru pada aktivitas di Eropa – termasuk lockdown ketat di Jerman.
Emas Melemah Setelah Peluncuran Vaksin
Harga emas turun pada hari Senin setelah peluncuran vaksin COVID-19 AS mendorong optimisme pasar terhadap pemulihan ekonomi. Harga emas spot emas turun 0,6% menjadi $ 1,827.55 per ounce, setelah sempat jatuh 1% pada level $1.819,35. Emas berjangka AS juga turun 0,6% menjadi $1819,35.

Minyak Naik Flat Karena Kekhawatiran Oversupply
Harga minyak cenderung bergerak mendatar dalam perdagangan choppy pada hari Senin di tengah kekhawatiran oversuply, harapan bahwa peluncuran vaksin virus corona akan mengangkat permintaan bahan bakar global. Harga sempat turun lebih dari 1% setelah OPEC mengatakan permintaan minyak global akan pulih lebih lambat pada 2021 daripada yang diperkirakan sebelumnya karena dampak pandemi virus korona yang masih ada, menghambat upaya OPEC+ untuk mendukung pasar. Tanda-tanda peningkatan pasokan telah membebani pasar, dengan produksi minyak Libya mencapai 1,28 juta barel per hari (bph) pada hari Senin, naik dari 1,25 juta bph pada akhir November, menurut National Oil Corporation (NOC). Di AS, perusahaan energi minggu lalu menambahkan sebagian besar rig minyak dan gas alam dalam seminggu sejak Januari. Harga Minyak minyak mentah berjangka Brent bulan Februari naik 0,6%, menjadi $50,29 per barel, sementara minyak WTI AS kontrak bulan Januari 0,9%, pada $46,99 per barel.

Hanya Nasdaq yang Menguat, Wall Street Cenderung Turun
Bursa saham di Wall Street cenderung tertekan di awal perdagangan minggu ini. Dari tiga indeks utama, hanya Nasdaq yang menguat. Sementara Sedangkan Dow Jones sempat mencapai rekor tertinggi sebelum melemah 0,62% di akhir perdagangan. Bahkan, indeks S&P 500 turun dalam empat hari perdagangan berturut-turut, melemah 0,44 kemarin. Namun Nasdaq mampu menguat 0,50%.

Fokus Hari ini : Data Ketenagakerjaan Inggris, Empire State Manufacturing Index
Sembari menunggu event-event penting, seperti rapat regular bank sentral dunia, kelanjutan pembicaraan stimulus, hingga perkembangan vaksin Covid-19, investor akan terlebih dahulu disuguhi data-data ekonomi, seperti data ketenagakerjaan darri China dan Inggris. Kemudian ada data inflasi di kawasan Uni Eropa, yaitu Perancis dan Swiss, serta indeks manufaktur di kota New York

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*