Dolar AS Melemah Karena Kemajuan Pembicaraan Stimulus

Dolar Amerka Serikat (AS) diperdagangkan dekat level terendah dua tahun pada hari Selasa karena sinyal kemajuan dari tagihan stimulus pemerintah AS yang besar dan langkah-langkah bantuan COVID-19 meningkatkan sentimen. Investor juga menangkap isyarat pelonggaran moneter pada rapat the Fed akhir tahun ini. Harapan bahwa anggota parlemen AS dapat menyetujui pengeluaran $1,4 triliun dan kejelasan lebih lanjut mengenai distribusi vaksin COVID-19 telah membangkitkan sentimen risk-on investor, membuat mereka menjauh dari mata uang safe-haven. Sementara itu, The Fed akan menggelar rapatnya dalam dua hari mendatang, yang diperkirakan akan mempertahankan tingkat suku bunga acuan mendekati nol dalam kurun waktu yang lebih lama. Kebijakan tersebut akan semakin meningkatkan sentimen risk-on. Indeks dollar berada di 90,46, setelah turun ke 90,41 hari Senin, terendah sejak April 2018.
Loonie Naik ke Level Tertinggi 2,5 Tahun
Dolar Kanada naik ke level tertinggi 2,5 tahun atas dolar AS kemarin berkat kemajuan menuju pembicaraan stimulus pemerintah AS, membayangi kekhawatiran BoC mengenai penguatan loonie. USDƒCAD turun 0,6% menjadi 1,2689, setelah menyentuh level terkuat level intraday sejak April 2018 di 1,2688. Turut mendukung sentimen, data penjualan pabrik Kanada naik 0,3% di Oktober.
Emas Menguat Berkat Harapan Stimulus
Emas naik lebih dari 1% pada hari Selasa, didukung oleh harapan akan lebih banyak bantuan stimulus virus korona di AS, seiring dengan meningkatnya kasus COVID-19. Harga emas spot naik 1,4% menjadi $1,852,36, sementara emas berjangka AS menguat 1,3% menjadi $ 1,855.30.

Minyak Naik Meski Lockdown Ketat Terjadi di Eropa
Harga minyak naik pada hari Selasa karena investor fokus pada peluncuran vaksin COVID-19, mengabaikan pengetatan lockdown di Eropa dan proyeksi pemulihan permintaan bahan bakar yang lebih lambat dari perkiraan. AS mulai memvaksinasi pada hari Senin ketika jumlah kematian COVID-19 di negara itu melewati angka 300.000. Inggris dan Kanada juga mulai melakukan hal yang sama. Produksi minyak mentah di China naik 3,2% secara yƒy. Data tersebut membantu sentimen investor tentang kenaikan permintaan bahan bakar yang akan datang. Meski begitu, International Energy Agency (IEA) kemarin mengatakan bahwa dampak vaksin terhadap permintaan masih beberapa bulan lagi, sementara OPEC mengatakan pada hari Senin bahwa permintaan minyak akan naik lebih lambat dari yang diharapkan. Di sisi lain, London meningkatkan aturan pandemi yang mewajibkan bar dan restoran ditutup, Italia sedang mempertimbangkan langkah- langkah yang lebih ketat selama Natal, dan Jerman kemungkinan akan lockdown hingga awal 2021.

Wall Street Menghijau, Nasdaq Kembali Cetak Rekor
Tiga indeks utama Wall Street mencatat penguatan pada perdagangan Selasa, dengan Nasdaq mencatat rekor tertinggi baru, didorong optimisme tentang potensi stimulus pemerintah untuk melindungi ekonomi dari pandemi virus corona. Indeks Dow Jones menguat 1,13%, S&P 500 naik 1,29% dan Nasdaq Composite naik 1,25%.

Fokus Hari ini : FOMC Meeting, PMI, Retail Sales AS
The Fed akan menggelar rapatnya pada Kamis dini hari nanti, yang diperkirakan tetap mempertahankan kebijakan. Namun, investor tetap akan mencermati pernyataan sang Ketua Jerome Powell, terutama mengenai pandangannya terhadap prospek ekonomi. Namun sebelum itu, ada beberapa data yang layak dicermati, yaitu PMI dari Zona Euro, Inggris dan AS, serta data retail sales AS.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*