Dolar AS Melemah Setelah Data NFP, Namun Masih Menguat Secara Mingguan

Dolar Amerika Serikat (AS) melemah terhadap euro setelah laporan pekerjaan AS hari Jumat menunjukkan bahwa trader mungkin berlebihan ketika memperkirakan pemulihan AS yang lebih kuat dari pandemi virus korona. Data ketenagakerjaan minggu lalu menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja AS di Januari tumbuh di bawah ekspektasi, dan pertumbuhan bulan sebelumnya direvisi turun dalam dari yang diperkirakan, memperkuat argumen lebih banyak stimulus untuk membantu pemulihan dari pandemi COVID-19. Presiden AS Joe Biden mengutip data tersebut ketika ia dan koleganya di Partai Demokrat mendorong langkah- langkah menuju paket bantuan COVID-19 senilai $ ,9 miliar, termasuk pemungutan suara di Senat dan pemungutan suara lainnya yang diharapkan di DPR. Indeks dollar melemah 0,5% menjadi 91,028, namun masih tetap naik 0,6% secara mingguan.
Poundsterling Menguat Dalm 4 Minggu Berturut-turut
Sterling menguat pada hari Jumat dan berada di jalur untuk kenaikan minggu keempat berturut-turut terhadap dolar, setelah Bank of England (BoE) menghindari suku bunga negatif untuk saat ini. Penguatan juga didukung optimisme atas keberhasilan vaksinasi COVID-19 Inggris. Analis melihat bahwa prospek untuk sterling positif berkat program inokulasi yang cepat dan kesepakatan perdagangan Brexit Desember lalu.
Menguat di Jumat, Emas Masih Turun 1,9% Selama Sepekan
Emas rebound di atas level psikologi $ 1.800 level, didorong oleh penurunan dolar dan data yang menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja AS lebih lambat dari perkiraan. Harga emas naik 1% menjadi $ 1,810.26, sementara emas berjangka AS naik 1,2% menjadi $1,813. Namun dalam sepekan emas masih turun 1,9%, karena kenaikan AS imbal hasil treasury AS.
Minyak Naik Berkat Harapan Pemulihan Ekonomi
Harga minyak naik sekitar 1% pada hari Jumat, setelah mencapai tertinggi dalam satu tahun dan mendekati
$60 per barel, didukung oleh harapan pemulihan ekonomi dan pembatasan pasokan oleh OPEC+. Harga minyak juga didukung setelah pasar saham AS mencapai rekor tertinggi di tengah tanda-tanda kemajuan menuju lebih banyak stimulus ekonomi. Selama sepekan harga minyak WTI naik sekitar 9%, persentase kenaikan terbesar sejak Oktober, juga didukung oleh turunnya cadangan minyak AS pekan lalu turun ke level terendah sejak Maret. Sementara minyak Brent naik sekitar 6%. Peluncuran vaksin COVID-19 telah memberi harapan akan pertumbuhan permintaan, tetapi para analis memperkirakan konsumsi minyak masih sulit untuk kembali ke tingkat sebelum pandemi hingga tahun 2022. Sementara itu, OPEC dan sekutunya, yang dikenal sebagai OPEC+, tetap pada kebijakan pengetatan pasokan mereka pada pertemuan hari Rabu.

Wall Street Catatkan Kenaikan Mingguan Terbesar Sejak November 2020
Wall Street memperpanjang reli pada hari Jumat, dengan indeks S&P 500 dan Nasdaq mencetak kenaikan persentase mingguan terbesar sejak pemilihan AS pada awal November, didorong oleh optimisme atas pendapatan, pembicaraan stimulus, dan kemajuan peluncuran vaksin. Indeks Dow Jones dan S&P 500 naik untuk sesi kelima berturut-turut dalam kenaikan terpanjang sejak Agustus.

Fokus MInggu ini : Pidato Bailey & Powell, EU Economic Forecasts
Minggu ini data ekonomi yang diirilis cenderung sepi, namun begitu sejumlah event masih akan jadi sorotan pasar. Perkembangan stimulus AS masih akan mewarnai pergerakan pasar keuangan, ditambah pidato dari pejabat bank sentral, seperti Andrew Bailey dari BoE dan Jerome Powell dair the Fed. Sementara data ekonomi yang layak dicermati antara lain; inflasi AS dan PDB Inggris. Kemudian ada EU Economic Forecasts.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*