Dolar AS Melemah Setelah Mata Uang Berisiko Kembali Dilirik

Dolar AS melemah 0,22% menjadi 90,143 pada hari Selasa, sehari setelah kenaikannya yang didorong oleh kekhawatiran peluncuran vaksin dan prospek stimulus fiskal AS, yang mendorong permintaan safe haven. Meningkatnya kasus virus korona dan antisipasi menjelang FOMC meeting telah mengurangi selera risiko, memberikan dukungan kepada dolar dalam beberapa sesi terakhir. Tetapi kemarin investor kembali melirik mata uang berisiko. Data pada hari Selasa menunjukkan kepercayaan konsumen AS naik secara moderat pada Januari di tengah kekhawatiran tentang pandemi COVID-19. Trader juga mengamati kemajuan stimulus AS setelah Pemimpin Mayoritas Senat AS Chuck Schumer mengatakan Demokrat mungkin mencoba untuk meloloskan RUU yang dibuat Presiden Joe Biden sebesar $1,9 triliun dengan suara mayoritas, tetapi tidak jelas apakah mereka memiliki suara untuk mengesampingkan keberatan Partai Republik.
Euro Rebound Meski Dibayangi Kekhawatiran Prospek Ekonomi Jerman
Euro menguat kemarin, namun kenaikannya tertahan di tengah sinyal awal bahwa ekonomi Uni Eropa (UE) mungkin tidak pulih sekuat yang diperkirakan tahun ini. Indikator iklim bisnis Ifo Jerman turun di bawah ekspektasi pada hari Senin. Sementara itu, dolar Australia – dipandang sebagai proxy likuid untuk risiko – naik 0,52% terhadap dolar dan dolar Selandia Baru (kiwi) naik 0,61%.
Emas Turun Terbatas Karena Pelemahan Dolar
Harga emas turun pada hari Selasa di tengah ketidakpastian atas paket bantuan virus korona AS yang baru. Namun begitu, penurunan dapat dibatasi berkat pelemahannya dollar dan turunnya imbal hasil obligasi AS, serta antisipasi pelaku pasar menjelang rapat regular the Fed minggu ini. Harga emas spot turun 0,2% menjadi $ 1,851.26 per ounce, sementara emas berjangka AS turun 0,2% menjadi $ 1,850.90.
Minyak Flat di Tengah Kekhawatiran Lonjakan Virus Corona
Harga minyak bergerak mendatar pada hari Selasa karena meningkatnya kematian akibat virus korona memicu kekhawatiran tentang prospek permintaan global. Indonesia, negara dengan penduduk terpadat keempat di dunia, mengkonfirmasi kasus virus corona melampaui satu juta, sementara jumlah kematian di Inggris melampaui 100.000 orang ketika pemerintah berjuang untuk mempercepat pengiriman vaksinasi dan mencegah varian virus. Sementara di AS, kasus virus corona melampaui 25 juta pada hari Minggu. Namun, penurunan minyak mampu dibatasi oleh ketegangan geopolitik setelah dua supertanker, dengan awak kapal dari Iran dan China, ditangkap pada Minggu di perairan Indonesia dekat pulau Kalimantan karena dugaan transfer minyak ilegal. Selain itu, data dari American Petroleum Institute (API), yang menunjukkan penurunan cadangan minyak AS sebesar 5,3 juta barel menjadi sekitar 481,8 turut mendukung sentimen.

Wall Street Variatif, Dow Jones Melemah
Saham Asia diperkirakan menguat hari ini setelah aksi jual tajam pada hari Selasa, sementara saham Australia terlihat dibuka melemah setelah liburan Selasa. Menguatnya bursa saham di Eropa dan sedikit penurunan dari rekor di Wall Street semalam menunjukkan bahwa investor berhati-hati tentang kemungkinan hambatan rencana stimulus AS dan menjelang pengumuman kebijakan dari the Fed.

Fokus Hari ini : FOMC Meeting
Fokus pasar hari ini akan tertuju pada rapat regular The Fed. Bank sentral AS tersebut masih dovish, dan sekarang akan mendapat dukungan dari Departemen Keuangan karena Presiden Biden akan mengimplementasikan paket stimulus besar-besaran. Sikap dovish the Fed kemungkinan masih akan terlihat dalam rapatnya nanti. Sebelum the Fed, ada data inflasi Australia yang sudah dirilis pagi tadi.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*