Dolar AS Melemah Setelah Testimoni Powell

Dolar AS jatuh ke level terendah tiga tahun atas pound Inggris dan mempertahankan kerugian terhadap mata uang komoditas pada Rabu karena investor meningkatkan taruhan bahwa pemulihan ekonomi global akan meningkatkan aset berisiko. Dolar Selandia Baru menjadi fokus menjelang pertemuan bank sentral, yang dapat mengirim kiwi lebih tinggi jika pembuat kebijakan berkomentar positif tentang ekonomi lokal. Sementara itu, Ketua the Fed Jerome Powell menegaskan pada hari Selasa bahwa suku bunga akan tetap rendah dan The Fed akan terus membeli obligasi untuk mendukung ekonomi AS, yang menurut banyak trader merupakan faktor negatif jangka panjang bagi dolar. Di saat yang sama, lebih banyak uang mengalir ke mata uang yang diharapkan mendapat manfaat dari peningkatan perdagangan global dan ke negara- negara yang bangkit kembali dengan cepat dari pandemi virus corona, yang juga membebani dolar.
Pound Naik ke Level Tertinggi Sejak April 2018
Pound Inggris naik menjadi $ 1,4120, tertinggi sejak April 2018. Prospek untuk sterling menjadi lebih cerah karena investor mendukung program vaksinasi virus korona yang cepat di Inggris dan rencananya untuk melonggarkan pembatasan lockdown pada aktivitas ekonomi. Sementara Dolar Australia, yang cenderung diuntungkan dari kenaikan harga logam dan energi, diperdagangkan mendekati level tertinggi tiga tahun.
Emas Turun Tipis Setelah Komentar Powell
Harga emas turun tipis pada hari Selasa setelah Dolar AS pulih dari penurunan sesaat setelah komentar dari Gubernur Federal Reserve AS Jerome Powell yang mengatakan pemulihan ekonomi “tidak merata dan jauh dari selesai.” Harga emas melonjak 1,5% pada hari Senin karena prospek kenaikan inflasi memicu kekhawatiran penilaian pada ekuitas dan mendorong investor menuju logam safe-haven.
Minyak Bertahan Dekat Level Tertinggi Tahun Ini
Harga minyak berakhir di level tertinggi tahun ini pada hari Selasa, meskipun ada kekhawatiran tentang kecepatan pemulihan ekonomi AS dan beroperasinya kembali produksi minyak Texas menahan kenaikan. WTI turun tpis 3 sen menjadi $61,67, masih dekat level tertinggi sejak Januari 2020. Sementara Brent naik 0,2% menjadi $ 65,37. Produsen dan penyuling minyak shale di bagian selatan AS perlahan-lahan melanjutkan produksi setelah 2 juta bph produksi minyak mentah dan hampir 20% dari kapasitas penyulingan AS ditutup karena badai musim dingin minggu lalu. Kenaikan minyak baru-baru ini didukung oleh proyeksi optimis dari bank-bank besar AS. Goldman Sachs memperkirakan harga Brent akan mencapai
$70 pada kuartal kedua dari $60 yang diperkirakan sebelumnya, dan $ 75 pada kuartal ketiga dari perkiraan
$ 65 sebelumnya. Morgan Stanley, yang memperkirakan Brent akan mencapai $70 pada kuartal ketiga.

Wall Street Berbalik Arah; Dow & S&P 500 Menguat
Wall Street berbalik arah pada perdagangan Selasa, dengan indeks S&P 500 dan Dow bergerak ke zona positif. Ada tarik-menarik antara saham-saham yang naik di tengah lockdown dengan yang paling diuntungkan dari pembukaan kembali ekonomi. Indeks Dow Jones naik 0,05%, S&P 500 menguat 0,13%. Sementara indeks Nasdaq Composite turun 0,5%.

Fokus Hari ini : Powell & Monetary Policy Report Hearings BoE
RBNZ sudah menggelar rapatnya tadi pagi, yang tetap mempertahankan kebijakannya. Fokus pasar selanjutnya akan tertuju pada testimoni kedua Powell di kongres AS. Kemungkinan Powell akan kembali mengulang pernyataan sebelumnya. Sebelum itu, ada Monetary Policy Report Hearings dari BoE, yang akan memberikan gambaran mengenai outlook ekonomi dan inflasi Inggris.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*