Dolar AS Menguat, Angka NFP Menjaga FED Pada Jalur Kenaikan Suku Bunga Yang Agresif

DOLLAR

NFP Jauh Lebih Baik Dari Perkiraan

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan jumlah pekerjaan di sektor non pertanian pada bulan Mei mengalami kenaikan yang lebih baik dari perkiraan, sementara tingkat pengangguran tetap stabil di 3,6% untuk tiga bulan berturut-turut, juga mengalahkan perkiraan. Awalnya, pasar berharap laporan NFP ini akan mengungkapkan tanda- tanda pelemahan ekonomi AS yang lebih kuat sehingga bisa membujuk The Fed untuk melunakkan sikapnya terhadap inflasi dan suku bunga untuk menghindari memicu resesi.

Wall Street Turun, Pasar Khawatirkan Dampak NFP Pada Agresifitas FED

Ketiga indek saham utama ditutup lebih rendah, oleh aksi jual di sektor teknologi, konsumen, layanan komunikasi, keuangan, dan sektor industri. Indek Dow Jones turun 1,05% ke 32.899,7, S&P 500 turun 1,63% ke 4.108,54 dan Nasdaq turun 2,47% ke 12,012,73. Kenaikan sebelumnya, didorong oleh harapan bahwa The Fed pada musim gugur ini dapat menilai kembali dan mengambil jeda. Disisi lain, kenaikan data NFP AS dapat mengisyaratkan bahwa FED kemungkinan akan terus menaikkan suku bunga dalam upayanya untuk mengekang inflasi.

Dolar AS Menguat, Angka NFP Menjaga FED Pada Jalur Kenaikan Suku Bunga Yang Agresif

Dolar AS naik setelah laporan NFP AS yang lebih baik dari perkiraan. Ini menunjukkan pasar tenaga kerja AS yang ketat yang dapat menjaga FED pada jalur kenaikan suku bunga yang agresif. Indek Dolar AS, naik 0,4% pada 102,16 setelah naik setinggi 102,22. Untuk minggu ini, indeks naik sekitar 0,5%. Dolar naik 0,8% ke level tertinggi lebih dari tiga minggu di 130,85 yen, dengan mata uang Jepang tidak jauh dari level terendah dua dekade yang disentuh pada Mei karena Bank of Japan (BoJ) tetap pada kebijakan suku bunga super rendah.

Harga Emas Turun Paska Data NFP, Investor Khawatir FED Bisa Lebih Agresif

Harga emas turun, tertekan oleh penguatan dolar AS setelah data pekerjaan AS yang lebih baik dari perkiraan meningkatkan proyeksi bahwa FED dapat bersikap lebih agresif dalam menaikkan suku bunga. Harga emas berjangka AS turun 1,1% pada $1,850.2. Dalam jangka menengah, prospek harga emas masih positif. Hal ini ditopang oleh keyakinan bahwa dibukanya pasar Cina kembali akan mendorong kenaikan permintaan ritel dan pasar dapat mendiskon rencana kenaikan suku bunga FED di bulan Juni dan Juli ini.

Keputusan OPEC+ Naikkan Produksi Tidak Surutkan Kenaikan Harga Minyak

Harga Minyak berakhir naik, didukung oleh ekspektasi bahwa keputusan OPEC untuk meningkatkan target produksi sedikit lebih dari yang direncanakan tidak akan menambah banyak pasokan global yang seharusnya diperketat karena China telah melonggarkan pembatasan COVID. OPEC+ sepakat untuk meningkatkan produksi sebesar 648.000 barel per hari (bph) per bulan pada bulan Juli dan Agustus daripada 432.000 barel per hari seperti yang disepakati sebelumnya. Kenaikan produksi ini masih di bawah jumlah yang dijanjikan karena OPEC+ membagi kenaikan bagi seluruh anggotanya dan masih termasuk Rusia, yang produksinya turun karena sanksi sejak invasi ke Ukraina. Minyak mentah Brent naik $2,11, atau 1,8%, menjadi menetap di $119,72 per barel. Paska penutupan perdagangan, harga di bursa berjangka masih naik $3 lagi. Kenaikan harga minyak sempat tertahan setelah rilis data NFP AS yang meningkat lebih dari yang diharapkan pada bulan Mei, isyaratkan pasar tenaga kerja yang ketat.

Fokus Pasar Hari Ini :

Tidak banyak kalender ekonomi pada hari ini yang signifikan. Data inflasi dan lapangan kerja Australia yang dirilis oleh pihak swasta. Data sebelumnya, masing-masing minus 0.1% dan 0.5%, mengindikasikan kondisi yang kurang menyenangkan. Aussie berpeluang tertekan, dimana Dolar AS pada hari ini berpeluang untuk menguat lebih lanjut paska data NFP di minggu lalu. (LH)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*