Dolar AS Menguat Berkat Data CPI AS

Poundsterling Melemah Setelah Data CPI AS

Sterling jatuh terhadap dolar pada hari Selasa setelah data menunjukkan inflasi AS tertinggi dalam 13 tahun, mengirim greenback naik ke level tertinggi enam hari. CPI AS naik 0,9% bulan lalu, terbesar sejak Juni 2008, sementara core CPI melonjak 4,5% (yƒy), kenaikan terbesar sejak November 1991. Data tersebut meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga AS, membebani mata uang lainnya termasuk pound.

Dolar AS Menguat Berkat Data CPI AS

Dolar AS menguat atas mata uang utama lainnya pada Selasa setelah data CPI AS dirilis melebihi ekspektasi, meningkatkan prospek bahwa kekhawatiran inflasi akan berlangsung lama. Harga konsumen (CPI) AS naik paling tinggi dalam 13 tahun pada bulan Juni di tengah kendala pasokan dan berlanjutnya rebound dalam biaya jasa terkait perjalanan dari tingkat yang tertekan pandemi karena pemulihan ekonomi mendapatkan momentum. Trader saat ini menantikan testimoni Powell di depan Kongres pada hari Rabu dan Kamis, untuk mencari petunjuk mengenai apa pun mengenai waktu potensi tapering AS. Powell telah berulang kali menyatakan bahwa inflasi yang lebih tinggi akan bersifat sementara, sembari mengatakan bahwa ia mengharapkan rantai pasokan menjadi normal dan beradaptasi. Indeks dolar naik 0,41% pada 92,6, tertinggi sejak 8 Juli dan hanya sedikit di bawah level tertinggi tiga bulan di 92,844 yang disentuh minggu lalu.

Emas Flat di Tengah Penguatan Dollar

Emas bergerak mendatar pada hari Selasa karena penguatan dolar, mengimbangi dukungan dari taruhan bahwa The Fed tidak mungkin merespons dengan pengetatan moneter segera setelah harga konsumen AS naik terbesar dalam 13 tahun bulan lalu. Indeks harga konsumen (CPI) AS meningkat 0,9% pada bulan lalu, dibandingkan dengan perkiraan kenaikan 0,5% oleh para ekonom yang disurvei oleh Reuters.

Harga Minyak Naik Hampir 2% Karena Perkiraaan Turunnya Cadangan Minyak AS

Harga minyak naik pada hari Selasa, pulih dari penurunan hari sebelumnya di tengah ekspektasi bahwa cadangan minyak AS bisa turun lebih lanjut, mengimbangi kekhawatiran bahwa penyebaran varian Covid-19 dapat menggagalkan pemulihan ekonomi global. Minyak mentah Brent naik 1,8%, menjadi $ 76,49 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 1,6%, menjadi $ 75,25 per barel. Persediaan minyak mentah AS diperkirakan turun selama delapan minggu berturut-turut, sementara stok bensin juga menurun, menurut jajak pendapat awal Reuters pada hari Senin. Stok minyak mentah terus menurun selama beberapa minggu, dengan persediaan AS jatuh ke level terendah sejak Februari 2020 dalam minggu hingga 2 Juli. Sementara itu, WHO memperingatkan varian delta menjadi dominan dan banyak negara belum menerima dosis vaksin yang cukup untuk mengamankan petugas kesehatan mereka.

Wall Street Turun Setelah Data Inflasi AS

Tiga indeks saham utama Wall Street kompak memerah pada akhir perdagangan Selasa menyusul data inflasi AS yang naik melebihi perkiraan. Saham JPMorgan Chase & Co turun 1,5% setelah perusahaan melaporkan pertumbuhan laba kuartalan yang blockbuster tetapi memperingatkan bahwa prospek cerah tidak akan menghasilkan pendapatan blockbuster dalam jangka pendek karena suku bunga rendah.

Fokus Hari ini: RBNZ & BoC Meeting, Testimoni Powell

Hari ini RBNZ dan BoC akan menggelar rapatnya, yang diperkirakan tetap mempertahankan kebijakannya. Namun, kedua bank sentral tersebut diperkirakan akan menyampaikan pandangannya hawkish-nya, yang bisa mendukung penguatan bagi mata uang mereka. Fokus lainnya adalah data inflasi Inggris dan AS, serta ada testimoni ketua The Fed Jerome Powell, serta data cadangan minyak EIA AS.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*