Dolar AS Menguat Berkat Optimisme Pertumbuhan

Dolar Amerika Serikat (AS) naik dalam lima hari berturut-turut pada hari Kamis di tengah optimime pada prospek ekonomi AS dan kemungkinan bahwa laporan pekerjaan hari Jumat akan lebih kuat dari perkiraan. Indeks dolar AS naik 0,5% menjadi 91,509, naik 1,7% untuk tahun ini dan level tertinggi dalam dua bulan. Setelah indeks dolar jatuh 7% tahun lalu, aksi short covering sejak Desember telah terjadi dan pandangan bahwa pemulihan ekonomi AS dari pandemi COVID-19 akan lebih cepat daripada di negara lain. Pandangan itu diperkuat oleh data jobless claims AS yang turun 779.000 lebih baik dari perkiraan ekonom dan lebih baik dari 812.000 pada minggu sebelumnya. Fokus berikutnya pada data non-farm payroll, yang diperkirakan tumbuh 50.000 setelah kontraksi 140 ribu di bulan Desember.

Poundsterling Menguat Setelah BoE Meeting
Poundsterling fluktuatif kemarin, dan berhasil naik 0,3% setelah komentar Bank of England (BoE). BoE mengatakan untuk bersiap-siap menghadapi kemungkinan suku bunga negatif, tetapi mengindikasikan bahwa pasar keuangan seharusnya tidak mengharapkan biaya pinjaman di bawah nol, setidaknya enam bulan, BoE juga memproyeksikan ekonomi Inggris akan kontraksi 4% dalam tiga bulan pertama tahun 2021, namun akan pulih dengan cepat menuju tingkat pra-COVID di tahun ini.
Emas Jatuh ke Bawah $1800 Karena Penguatan Dolar AS
Harga emas turun lebih dari 2% pada hari Kamis dan menembus level psikologis $ 1.800 karena penguatan dolar dan kenaikan imbal hasil Treasury AS, mengikis daya tarik emas batangan. Harga emas spot turun 2,3% menjadi $ 1,791,76 per ons, sementara emas berjangka AS ditutup turun 2,4% di $ 1.791,20. Logam mulia lainnya, perak turun 2,3% menjadi $26,26 setelah aksi short squeze berhenti.
Minyak Naik Setelah Solidnya Data Ekonomi AS
Harga Minyak naik pada hari Kamis di tengah data ekonomi AS yang kuat, turunnya cadangan dan keputusan OPEC+ untuk tetap pada pemotongan produksinya, namun pemnguatan dolar AS membatasi kenaikan. Data semalam menunjukkan factory orders AS naik 1,1% setelah melonjak 1,3% pada November, mengalahkan ekspektasi ekonom. Sementara jobless claims menunjukkan penurunan orang Amerika yang mengajukan aplikasi baru untuk tunjangan pengangguran di minggu terakhir. Investor juga mengharapkan data positif dari laporan data ketenagakerjaan bulanan komprehensif pemerintah yang akan dirilis pada hari Jumat. Penguatan juga didukung berita bahwa Demokrat di Kongres AS mengambil langkah pertama untuk memajukan rencana bantuan virus korona senilai $ 1,9 triliun yang diusulkan oleh Presiden Joe Biden. Namun, penguatan dollar membatasi momentum minyak.

Wall Street Menguat Berkat Solidnya Data Ekonomi AS
Tiga indeks saham utama Wall Street menguat lebih dari 1% pada Kamis setelah rilis data ekonomi AS yang optimis, serta laporan pendapatan emiten. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 1,08%, S&P 500 1,09% dan Nasdaq Composite bertambah 1,23%. Dow dan S&P 500 naik untuk hari keempat berturut-turut. Investor berharap pada kemajuan lebih lanjut pada paket bantuan pandemi.

Fokus Hari ini : Data Ketenagakerjaan AS & Kanada
Fokus utama pasar hari ini akan tertuju pada data ketenagakerjaan AS. Pertumbuhan upah diperkirakan melambat dari 0,8% menjadi 0,3% di bulan Januari. Sementara non-farm payroll, yang bulan Desember lalu terkontraksi 140 ribu diperkirakan akan tumbuh 55 ribu. Sedangkan tingkat pengangguran diperkirakan masih bertahan di level 6,7%. Selain AS, Kanada juga akan merilis data ketenagakerjaannya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*