Dolar AS Menguat Berkat Permintaan Safe Haven

Dolar AS menguat pada Jumat berkat permintaan safe haven seiring dengan berkurangnya minat terhadap aset berisiko karena kekhawatiran atas penundaan stimulus fiskal AS di tengah lonjakan kasus COVID-19 dan meningkatnya kemungkinan bahwa Inggris akan keluar dari Uni Eropa (UE) tanpa kesepakatan. Pejabat AS pada hari Jumat bersiap untuk kampanye vaksinasi untuk memperlambat pandemi yang saat ini sudah menelan korban jiwa 3.000 warga AS per hari. Sementara itu, pembicaraan mengenai paket bantuan COVID- 19 masih belum membuahkan hasil dan kemungkinan akan berlarut-larut hingga Natal. Di sisi lain, PM Inggris Boris Johnson dan Ketua Komisi UE Ursula von der Leyen telah memberi waktu kepada negosiator hingga Minggu malam untuk memecahkan kebuntuan mengenai hak penangkapan ikan dan tuntutan UE agar Inggris menghadapi konsekuensi jika di masa depan menyimpang dari aturan blok tersebut.
Meski Melemah di Jumat, Loonie Cetak Penguatan Empat Minggu Berturut-turut
Dolar Kanada melemah atas dollar AS pada hari Jumat karena investor khawatir tentang risiko no deal Brexit dan penundaan paket stimulus fiskal AS. Loonie mundur dari level tertinggi 2,5 tahun, yang dicetak pada hari Kamis pada level 1.2702. Mata uang Kanada tersebut melemah 0,2% menjadi 1,2763, namun masih mencatat penguatan mingguan 0,1%, penguatan mingguan dalam empat minggu berturut-turut.
Emas Naik Karena Harapan Stimulus
Harga emas naik pada hari Jumat, menjadikan penguatan dua minggu berturut-turut di tengah ekspektasi bahwa paket stimulus COVID-19 AS yang baru akan segera diluncurkan. Harga emas spot naik 0,3% menjadi
$ 1,839.90 per ons, sementara emas berjangka AS naik 0,3% menjadi $ 1,843.60.

Minyak Naik Dalam Enam Minggu Berturut-turut
Harga minyak melemah pada hari Jumat, karena kekhawatiran permintaan akibat pembatasan baru terkait virus corona pada bisnis di New York, membayangi kemajuan menuju program vaksinasi. Gubernur Andrew Cuomo memerintahkan restoran Kota New York untuk tidak makan di dalam ruangan mulai Senin, di tengah peningkatan kasus. Sementara itu, berita positif mengenai uji coba vaksin telah mampu mengimbangi sentimen negatif meningkatnya jumlah infeksi dan kematian virus korona di seluruh dunia. Bahkan Cuomo menyatakan optimisme, dengan mengatakan bahwa dia memperkirakan 170.000 dosis vaksin Pfizer akan tersedia di New York pada Minggu atau Senin. Sedangkan Inggris sudah memulai vaksinasi minggu lalu, dan AS akan vaksinasi paling cepat akhir pekan. Penasihat luar untuk Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) AS juga mendukung penggunaan darurat vaksin Pfizer. Dalam sepekan, harga minyak brent naik 1.5%, sementara WTI naik kurang 1%. Keduanya naik dalam enam minggu berturut-turut, pertama kali sejak Juni.
.
Wall Street Catatkan Penurunan Mingguan Karena Ketidakpastian Stimulus AS
Tiga indeks utama Wall Street mencatatkan penurunan mingguan, dengan Dow Jones melemah 0,57%, S&P 500 merosot 0,96% dan Nasdaq jatuh 0,69%. Penurunan S&P dan Nasdaq menandai penurunan mingguan terbesar mereka sejak akhir Oktober. Penurunan dipicu karena ketidakpastian stimulus ekonomi baru telah merusak kepercayaan investor, serta melonjaknya jumlah infeksi virus corona.

Fokus Minggu ini : Fed, BoE, SNB, & BoJ Meeting, PMI
Minggu ini pasar keuangan akan kembali disibukkan oleh event, serta data ekonomi. Setidaknya ada empat bank sentral yang akan menggelar rapatnya, yaitu, the Fed, BoE, SNB dan BoJ. Kemungkinan tidak ada perubahan kebijakan, namun arah kebijakan ke depan akan jadi perhatian pasar. Sementara data ekonomi yang layak disimak adalah PMI di beberapa negara, serta data ketenagakerjaan Inggris dan Australia

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*