Dolar AS Menguat Dalam Tiga Sesi Berturut-turut

Dolar menguat dalam tiga sesi berturut-turut pada hari Senin, karena para trader memangkas taruhan bearish mereka terhadap greenback ke posisi terendah empat bulan di tengah kenaikan imbal hasil Treasury AS baru-baru ini dan antisipasi menjelang pertemuan kebijakan Federal Reserve minggu ini. Penguatan greenback lebih menonjol terhadap mata uang berimbal hasil rendah seperti euro dan pound Inggris, sementara mata uang berimbal hasil tinggi seperti dolar Australia bernasib relatif lebih baik. Meningkatnya imbal hasil obligasi akan terus menjadi fokus perhatian minggu ini sebelum pertemuan Fed di mana beberapa analis memperkirakan pembuat kebijakan akan memberikan nada optimis pada ekonomi AS. Meskipun ada beberapa ekspektasi bahwa Fed mungkin mencoba menenangkan pasar obligasi, menurut konsensus adalah bahwa ketua Fed Jerome Powell tidak akan membuat perubahan pada kebijakan.
Loonie Flat Meski Dolar AS Menguat
Dolar Kanada (loonie) bergerak mendatar atas greenback pada hari Senin di tengah penguatan dolar AS menjelang pertemuan Federal Reserve minggu ini dan koreksi harga minyak, dengan loonie mundur dari level tertinggi tiga tahun. Loonie diperdagangkan pada kisaran 1,2466, setelah menyentuh yang terkuat level intraday sejak Februari 2018 di 1,2442.
Emas Menguat Setelah Yield Obligasi AS Turun dari Level Tertingginya
Harga emas naik pada hari Senin setelah Imbal hasil Treasury AS mundur dari tertinggi baru-baru ini . Harga spot emas naik 0,2% menjadi $1,729.94 per ons, sementara emas berjangka AS ditutup naik 0,5% pada
$1.729,20. Emas juga mendapat dukungan dari penandatanganan RUU stimulus $1,9 triliun, yang memicu
ketakutan inflasi, karena emas digunakan sebagai lindung nilai terhadap kenaikan harga.
Minyak Koreksi Tipis, Pembatasan Produksi & Peluncuran Vaksin Masih Dukung Sentimen Minyak turun tipis pada hari Senin, mundur dari kenaikan awal yang didorong oleh berita ekonomi China yang kuat dan pembatasan pasokan yang sedang berlangsung dari produsen minyak utama. Harga minyak mengalami kenaikan sepanjang 2021 karena produsen minyak utama menahan pasokan dan distribusi vaksin virus korona dipercepat, memberi harapan akan ekonomi yang lebih kuat dan permintaan bahan bakar. Sementara itu, pertumbuhan output industri China dipercepat pada Januari-Februari, mengalahkan ekspektasi, sementara data kilang hariannya naik 15% dari tahun sebelumnya. Harga tertekan karena ekspektasi bahwa badai musim dingin bulan lalu di Texas akan meningkatkan persediaan minyak mentah. Namun, para analis mengatakan pakta oleh produsen utama untuk mengekang produksi dan rebound permintaan karena peluncuran vaksin akan terus mendorong harga naik, meskipun ada koreksi sementara.

Wall Street Menguat, Dow & S&P 500 Kembali Cetak Rekor
Bursa Wall Street menguat, dengan indeks S&P 500 dan Dow Joness mencatat rekor tertinggi baru. Penguatan ditopang oleh optimisme investor terkait pemulihan ekonomi dari virus corona. Selain itu, pelaku pasar juga menunggu isyarat dari Federal Reserve pada minggu ini, di tengah kehati-hatian atas kenaikan biaya pinjaman. Indeks Dow Jones naik 0,53%, S&P 500 menguat 0,65% dan Nasdaq melesat 1,05%.

Fokus Hari ini : ZEW Jerman, Retail Sales AS & Pidato Kuroda
Hari ini ada beberapa data ekonomi yang layak docermati. Di kawasan zona euro, Jerman akan merilis survei ZEW, yang diperkirakan naik 74,0 di Maret. Kemudian di AS akan dirilis data retail sales, dimana di bulan Januari data tersebut cukup solid dengan pertumbuhan di atas 5%. Untuk figur Februari, retail sales diperkiran lesu, dengan penurunan 0,4%. Di Jepang ada pidato gubernur BoJ Haruhiko Kuroda.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*