Dolar AS Menguat Karena Memudarnya Sentimen Risk-On

Dolar Amerika Serikat (AS) menguat pada hari Selasa di tengah volume yang rendah, karena kekhawatiran tentang varian virus korona di Inggris yang telah menyebabkan lockdown dan pembatasan perjalanan, mengurangi optimisme tentang RUU stimulus AS yang disahkan Kongres semalam. Aset-aset berisiko terpukul menyusul kejatuhan saham, kecuali Nasdaq, dan obligasi AS menguat. Mata uang yang terkait risk- on, seperti seperti dolar Australia dan Selandia Baru juga melemah terhadap greenback. Sementara itu, paket bantuan COVID-19 senilai $892 miliar sudah disahkan oleh Kongres dan saat ini sedang menunggu persetujuan Presiden Donald Trump untuk menjadi undang-undang. Beberapa analis mengatakan bahwa paket bantuan sudah dihargai di pasar (price in) dan oleh karena itu tidak terlalu berdampak ke pasar.

Loonie Melemah Karena Kekhawatiran Melambatnya Pemulihan Ekonomi
Dolar Kanada melemah dalam tiga hari berturut-turut atas dollar AS karena kekhawatiran bahwa varian baru virus corona bisa memmperlambat pemulihan ekonomi, menekan pasar komoditas dan mendukung safe haven dolar AS. Loonie melemah 0,4% menjadi 1,2910. Turunnya harga minyak dan penguatan dolar AS telah membebani sentimen loonie. Selain itu, sebagian trader sudah keluar pasar sebelum liburan Natal.
Emas Turun Karena Penguatan Dolar AS
Harga emas jatuh pada hari Selasa karena penguatan dolar yang diuntungkan oleh safe-haven, didorong kekhawatiran varian baru virus corona di Inggris. Harga emas spot turun 0,7% menjadi $ 1,862.55, sementara emas berjangka AS turun 0,7% di $ 1,870.30. Sebelumnya Emas sempat mencapai level tertinggi enam minggu di $ 1.906.46 pada hari Senin, didukung oleh persetujuan Kongres AS sebesar $ 892 miliar.

Minyak Lanjutkan Penurunan di Tengah Kekhawatiran Varian Virus Corona Inggris
Minyak melemah pada hari Selasa, melanjutkan penurunan di sesi sebelumnya karena varian mutan dari virus korona di Inggris menghidupkan kembali kekhawatiran atas pemulihan permintaan. Deteksi varian baru tersebut mendorong beberapa negara menutup perbatasannya dengan Inggris. Pada hari Jumat, harga minyak Brent sempat reli mencapai $52,48, tertinggi sejak Maret. Namun setelah itu,harga turun di tengah kekhawatiran tentang penyebaran virus. Analis memperkirakan bahwa potensi penurunan masih bisa berlanjut. Kurangnya katalis membuat minat beli berkurang setelah pemerintah AS menyepakati paket stimulus senilai $892 miliar, yang kemudian diimbangi kekhawatiran mengenai penyebaran virus di Inggris. Fokus selanjutnya akan tertuju pada data cadangan minyak AS dari EIA, yang diperkirakan turun 3,3 juta barel. Sementara data dari American Petroleum Institute (API) tadi pagi menunjukkan cadangan minyak AS naik 2,7 juta barel minggu lalu, melawan prediksi penurunan 3,2 juta barel.

Wall Street Variatif , Nasdaq Menguat Berkat Kenaikan Saham Apple
Tiga indeks utama Wall Street bergerak variatif, dengan kecenderungan melemah, di mana Nasdaq Composite menguat karena terangkat harga saham Apple. Namun dua indeks utama lainnya turun karena kekhawatiran atas varian baru virus corona dan data ekonomi AS yang mengecewakan. Indeks Dow Jones turun 0,67%, indeks S&P 500 melemah 0,21%, sementara Nasdaq Composite naik 0,51%.

Fokus Hari ini : PDB Kanada, Core PCE & Jobless Claims AS
Menjelang libur hari Natal, pasar masih akan menyajikan beberapa event, serta data-data ekonomi yang layak disimak. Selain perkembangan terbaru mengenai jenis varian baru virus korona di Inggris, beberapa data ekonomi di berbagai negara juga akan dirilis hari Ini. Kanada akan merilis data PDB untuk figur Oktober. Kemudian AS akan merilis data Core PCE, durable goods orders dan jobless claims.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*