Dolar AS Menguat Setelah Data NFP

Dolar naik hari Jumat setelah data non-farm payroll (NFP) AS tumbuh di atas perkiraan pada bulan Februari, mendukung pandangan pejabat Federal Reserve yang mengatakan bahwa kenaikan imbal hasil obligasi AS baru-baru ini dibenarkan karena prospek ekonomi yang membaik. NFP melonjak 379.000, setelah naik
166.000 pada Januari, diatas perkiraan pertumbuhan 182.000. Data pekerjaan muncul setelah Ketua Fed Jerome Powell pada hari Kamis mengecewakan investor yang mengharapkan dia untuk mengungkapkan kekhawatiran tentang kenaikan imbal hasil obligasi. Powell tetap pada pendiriannya untuk mempertahankan suku bunga rendah sampai ekonomi pulih, menambahkan bahwa aksi jual di Treasury bukanlah sesuatu yang “tidak teratur”. Sementara Presiden Federal Reserve St. Louis James Bullard mengatakan pada hari Jumat bahwa kenaikan imbal hasil mencerminkan meningkatnya ekspektasi untuk ekonomi.
Loonie Menguat Berkat Lonjakan Harga Minyak & Data Perdagangan Kanada
Dolar Kanada menguat atas greenback pada hari Jumat, mengikis penurunan di hari sebelumnya berkat lonjakan harga minyak dan data yang menunjukkan surplus perdagangan pertama Kanada sejak Mei 2019. Di luar perkiraan, Kanada membukukan surplus perdagangan sebesar C$1,4 miliar. Analis memperkirakan defisit C $1,4 miliar. Loonie menguat 0,1% menjadi $1,2658 dan naik 0,6% dalam sepakan.
Emas Anjlok ke Bawah ke Level Terendah 9 Bulan
Harga emas turun ke level terendah dalam sembilan bulan pada hari Jumat setelah data ketenagakerjaan AS lebih baik dari perkiraan mendukung dolar dan imbal hasil Treasury AS, membuat emas di jalur penurunan mingguan ketiga berturut-turut. Harga emas spot di tutup pada kisaran $1,699.30, setelah jatuh ke level terendah sejak 8 Juni di $1,686.40. Dalam sepekan emas jatuh hampir 2%.
Minyak Melonjak Setelah OPEC+ Pertahankan Kuota Produksi, Data AS
Harga minyak melonjak sekitar 3% pada hari Jumat, mencapai level tertinggi dalam lebih dari setahun, menyusul laporan pekerjaan AS yang lebih kuat dari perkiraan dan keputusan OPEC dan sekutunya untuk tidak meningkatkan pasokan pada bulan April. Selama sepekan, harga minyak Brent naik 5,2%, kenaikan dalam tujuh minggu berturut-turut, dan pertama kalinya sejak Desember, sementara WTI naik sekitar 7,4% setelah naik hampir 4% di minggu sebelumnya. Kedua kontrak melonjak lebih dari 4% pada hari Kamis setelah OPEC+, memperpanjang pembatasan produksi minyak hingga April, memberikan pengecualian kecil ke Rusia dan Kazakhstan. Investor terkejut bahwa Arab Saudi telah memutuskan untuk mempertahankan pemotongan sukarela sebesar 1 juta barel per hari hingga April, bahkan setelah kenaikan harga minyak dalam dua bulan terakhir didukung oleh program vaksinasi COVID-19 di seluruh dunia

Wall Street Menguat Setelah Data NFP
Wall Street menguat pada perdagangan Jumat lalu setelah reli imbal hasil obligasi mereda dan laporan data pekerjaan yang lebih kuat dari perkiraan mendorong optimisme untuk pemulihan ekonomi yang lebih cepat. Indeks Dow Jones naik 1,85%, S&P 500 naik 1,95% dan Nasdaq Composite naik 1,55%. Dalam sepekan, S&P 500 naik 0,8%, Dow Jones menguat 1,8%, sementara dan Nasdaq jatuh 2,1%.

Fokus Minggu ini : Pidato Bailey dan Lowe, BoC & ECB Meeting, CPI AS.
Senat AS akhir minggu lalu meloloskan paket stimulus $1,9 triliun yang diajukan pemerintahan Joe Biden. Reaksi pasar kemungkinan akan disambut pada minggu ini. Selain itu, minggu ini juga masih sarat event dan data ekonomi, seperti pidato Andrew Bailey (BoE) dan Phillip Lowe (RBA). Kemudian ada BoC dan ECB meeting, serta beberapa data penting, anatara lain; inflasi AS dan data ketenagakerjaan Kanada.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*