Dolar AS Menguat Tipis, Fokus ke Payroll

Rebound dolar melambat pada hari Rabu karena pasar saat ini sedang mencari petunjuk selanjutnya, yang mungkin akan didapat dari data tenaga kerja AS pada hari Jumat. Euro bertahan di atas level terendah dua bulan di $ 1,20, sementara yen bergerak pada kisaran 105. Indeks dolar naik 0,07% pada 91,145, setelah sempat naik ke tertinggi dua bulan di 91,308. Di tahun ini dolar AS sudah naik 1,3% tahun ini karena investor melihat perbedaan yang melebar antara kemungkinan kekuatan pemulihan pasca pandemi antara AS dan Eropa. Sementara itu, euro bahkan tidak bereaksi di tengah berita bahwa mantan kepala ECB Mario Draghi telah menerima permintaan untuk mencoba membentuk pemerintahan Italia yang baru, dan bahkan ketika obligasi dan pasar saham Eropa mengalami penguatan.

Loonie Lanjutkan Penguatan Berkat Kenaikan Harga Minyak
Dolar Kanada (loonie) bergerak mendatar pada hari Rabu, dengan mata uang tersebut masih melanjutkan penguatannya, berkat harga minyak yang naik ke level tertinggi satu tahun, serta penguatan bursa saham global. Ekuitas global naik, terangkat oleh laporan pendapatan yang solid dari Alphabet Inc dan optimisme laba di Eropa. Sementara minyak, naik menetap 1,7% karena harapan stimulus ekonomi AS bisa mendorong prospek pertumbuhan.
Harga Perak Naik Lagi Berkat Ekspektasi Stimulus
Harga perak kembali naik pada hari Rabu, didorong oleh ekspektasi bahwa kebijakan stimulus global akan mendorong kenaikan permintaan industri. Sebelumnya harga turun tajam dari level tertinggi delapan tahun, dengan dorongan pembelian yang diilhami di media sosial. Harga melonjak ke $30,03 pada hari Senin setelah investor ritel berusaha meniru reli gaya GameStop.
Minyak Naik Setelah Data EIA
Harga minyak naik hampir 2% pada hari Rabu, dengan minyak mentah AS (WTI) mencapai level penutupan tertinggi dalam setahun setelah stok turun ke level terendah sejak Maret. Minyak WTI AS 1,7%, menjadi $ 55,69 per barel, tertinggi sejak 22 Januari 2020, setelah menyentuh tertinggi $ 56,33 di awal sesi. Stok minyak mentah AS turun pekan lalu menjadi 475,7 juta barel, menurut Energy Information Administration (EIA) pada hari Rabu, terendah sejak Maret. Tingkat pemanfaatan kilang naik 0,6 poin persentase. Sentimen minyak juga didukung oleh pengurangan pasokan yang dilakukan OPEC+, yang pada Rabu mempertahankan pemangkasan pasokan yang sedang berlangsung. Harga juga didukung oleh berita bahwa Partai Demokrat di Kongres AS mengambil langkah pertama untuk memajukan rencana bantuan virus korona senilai $ 1,9 triliun yang diusulkan oleh Presiden Joe Biden. Sementara itu, minyak Brent naik 1,7% menjadi $58,46.

Wall Street Variatif, Nasdaq Jatuh Karena Penurunan Amazon
Bursa saham di Wall Street bergerak variatif, dengan indeks Dow Jones dan S&P 500 menguat tipis pada Rabu, sementara Nasdaq koreksi. Dow Jones dan S&P 500 naik dalam tiga hari berturut-turut. Harga saham Alphabet Inc mencapai rekor tertinggi menyusul hasil kuartalan yang kuat. Sementara Nasdaq tertekan karena penurunan saham Amazon menyusul mundurnya bos mereka Jeff Bezos.
Fokus Hari ini : BoE Meeting
Hari Ini Bank of England (BoE) akan menggelar rapat regularnya. Bank Sentral Inggris tersebut diperkirakan akan mempertahankan suku bunga di 0,10%. Investor akan tertarik dengan laporan kuartalan MPC, yang akan memberikan gambaran yang jelas megenai kondisi ekonomi Inggris. Selain BoE, fokus pasar lainnya akan tertuju pada data jobless claims AS, yang diperkirakan turun 828 ribu.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*