Dolar AS Menguat Tipis Setelah FOMC Minutes

Loonie Melemah Karena Penurunan Minyak, FOMC Minutes
Dolar Kanada melemah 0,1% atas dolar AS pada hari Rabu karena penurunan harga minyak dan investor mencerna isi dari FOMC minutes. Minutes tersebut menyebutkan adanya perbedaan pendapat para pejabat the Fed mengenai inflasi dan stabilitas keuangan. Beberapa pebajat pada rapat 15-16 Juni merasakan kondisi untuk mengurangi pembelian aset bank sentral akan “dipenuhi” lebih awal dari yang mereka perkirakan.”

Dolar AS Menguat Tipis Setelah FOMC Minutes
Dolar AS menguat tipis pada hari Rabu setelah rilis risalah pertemuan kebijakan terbaru Federal Reserve AS, yang menunjukkan pejabat Fed berbeda pendapat mengenai inflasi dan stabilitas keuangan, namun tidak ada kejutan besar. Pejabat Fed bulan lalu merasakan kemajuan substansial lebih lanjut pada pemulihan ekonomi “secara umum dipandang belum terpenuhi,” tetapi sepakat bahwa mereka harus siap untuk bertindak jika inflasi atau risiko lain terwujud, menurut risalah dari rapat the Fed bulan lalu. Greenback awalnya turun setelah minutes tersebut, namun kemudian berbalik arah dan ditutup menguat 0,135% menjadi 92,664. Analis mengatakan bahwa turunnya imbal hasil obligasi AS, serta beberapa data ekonomi AS yang lemah, berkontribusi pada reaksi lesu dolar AS atas minutes tersebut. Tetapi ekonomi AS pulih dari pandemi COVID-19 lebih baik daripada Eropa dan Jepang, yang menjadi pertanda baik bagi greenback.

Emas Naik Berkat Turunnya Imbal Hasil Obligasi AS, FOMC Minutes
Emas menguat di atas $1.800 per ons pada hari Rabu karena imbal hasil Treasury AS turun setelah risalah dari pertemuan Federal Reserve Juni menunjukkan para pejabat merasa tujuan ‘kemajuan substansial’ pada pemulihan ekonomi belum terpenuhi. Spot emas naik 0,4% menjadi $1,804,16 per ons, setelah mencapai level tertinggi sejak 17 Juni di $1,814,78 pada hari Selasa.

Harga Minyak Anjlok Setelah Buntunya Perundingan OPEC+
Harga minyak kembali jatuh pada hari Rabu setelah kegagalan diskusi antara produsen minyak utama, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab. Harga minyak Brent turun 1,5% menjadi US$ 73,43, sementara WTI AS anjlok 1,6% menjadi US$ 72,20 per barel. Sentimen utama bagi minyak masih datang dari kegagalan kesepakatan dalam OPEC+. Kelompok ini telah menahan produksi pasokan selama lebih dari setahun sejak permintaan turun selama pandemi virus corona. OPEC+ mempertahankan hampir 6 juta barel per hari dari pengurangan produksi dan diperkirakan akan menambah pasokan, tetapi pertemuan tiga hari gagal untuk menutup perpecahan antara Arab Saudi dan UEA. Untuk saat ini, perjanjian yang ada, yakni untuk menahan pasokan tetap berlaku. Tetapi perselisihan tersebut juga dapat menyebabkan produsen, yang ingin memanfaatkan rebound permintaan, dapat mulai memasok lebih banyak minyak dari pada yang diprediksi sebelumnya.

Wall Street Variatif, Dow & SP 500 Koreksi
Wall Street kompak menguat pada penutupan perdagangan Rabu. Dua dari tiga indeks utama kembali catat rekor penutupan tertinggi setelah hasil FOMC minutes yang mengindikasikan para pejabat mungkin belum siap untuk melanjutkan kebijakan pengetatan. Indeks Dow Jones naik 0,3% menjadi 34.681,79, S&P 500 menguat 0,34% ke 4.358,13 dan Nasdaq naik 0,01% ke level 14.665,06.

Fokus Hari ini: Pidato Phillip Lowe, Jobless AS & EIA
Hari ini gubernur RBA akan kembali menyampaikan pidatonya dalam webinar yang diselenggarakan oleh Economic Society of Australia. Lowe akan berbicara mengenai pasar tenaga kerja dan kebijakan moneter. Pelaku pasar akan mencermati apa saja pertanyaan yang akan disampaikan audience. Fokus lainnya, data jobless claims AS yang diperkirakan turun 345 ribu minggu lalu, serta data cadangan minyak dari EIA.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*