Dolar AS Naik ke Level Tertinggi 4 Bulan

Dolar menguat ke level tertinggi empat bulan pada hari Kamis berbarengan dengan saham karena investor melihat outlook kasus virus korona yang meningkat di Eropa dan fokus pada tanda-tanda bahwa ekonomi AS pulih dari pandemi lebih cepat dari yang diantisipasi. Presiden AS Joe Biden mengadakan konferensi pers formal pertamanya pada hari Kamis di mana ia menegaskan kembali bahwa RUU besar berikutnya akan membahas infrastruktur dan mengatakan bahwa dia sekarang akan menggandakan rencana peluncuran vaksinasi setelah mencapai target sebelumnya yaitu 100 juta suntikan, 42 hari lebih cepat dari jadwal. Sementara pasar Eropa turun menyusul kenaikan terbesar kasus virus korona baru di Jerman sejak 9 Januari dan jumlah terbesar pasien dengan COVID-19 yang membutuhkan perawatan intensif di Prancis sepanjang tahun ini. Indeks dolar mencapai level tertinggi sejak November di 92.697, menembus MA 200 hari.
Loonie Jatuh Karena Turunnya Harga Minyak & Yield Obligasi Kanada
Dolar Kanada jatuh ke level terendah dua minggu atas dolar karena anjloknya harga minyak dan imbal hasil obligasi jangka panjang Kanada turun lebih jauh di bawah imbal hasil AS. Imbal hasil obligasi Kanada tenor 10 tahun turun 2,4 basis poin di 1,451%, memperpanjang kemundurannya dari tertinggi 14 bulan terakhir di Kamis di 1.677%. Selisih dengan imbal hasil AS 10 tahun melebar 2,3 basis poin menjadi sekitar 16 bps.
Emas Turun Karena Penguatan Dollar, Yield Obligasi AS
Emas jatuh pada hari Kamis karena kenaikan imbal hasil obligasi AS dan dolar mencapai level tertinggi empat bulan, mengurangi daya tarik emas yang tidak memiliki imbal hasil. Harga emas spot emas turun 0,4% menjadi $ 1,727.01, sementara emas berjangka AS turun 0,5%. Imbal hasil obligasi AS naik tipis, sementara indeks dolar naik 0,4%, setelah mencapai level tertinggi tingkat sejak 13 November di 91,92 di awal sesi.
Minyak Turun karena Kekhawatiran Lockdown Eropa
Harga minyak turun 4% pada hari Kamis karena lockdown baru di Eropa dan Asia untuk mencegah tingkat infeksi virus korona yang meningkat. Negara-negara di Eropa memperbarui batasan untuk mengekang kasus COVID-19, yang akan mengurangi permintaan minyak dari wilayah tersebut. Jerman, ekonomi terbesar Eropa, mengalami peningkatan kasus virus korona terbesar sejak Januari. Di beberapa bagian India barat, pihak berwenang memerintahkan orang-orang tinggal di rumah ketika infeksi virus korona baru mencapai level tertinggi dalam lima bulan. Distribusi vaksin di Amerika Serikat lebih cepat daripada semua kecuali beberapa negara, tetapi para ahli kesehatan khawatir bahwa perjalanan liburan musim semi akan memacu peningkatan kasus COVID-19 di AS. Penguatan dolar juga membebani harga minyak. Dolar naik ke level tertinggi empat bulan atas euro karena respon pandemi AS terus melampaui Eropa.

Wall Street Menguat Berkat Prospek Ekonomi AS Yang Lebih Baik
Wall Street berhasil rebound pada perdagangan hari Kamis menyusul aksi beli investor terhadap saham yang kemungkinan besar pulih cepat, sebagai antisipasi bahwa ekonomi AS tumbuh pada laju tercepat dalam beberapa dekade tahun ini. Indeks Dow Jones naik 0,62% menjadi 32.619,48. Indeks S&P 500 naik 0,52% menjadi 3.909,52 dan Nasdaq Composite menguat 0,12%, menjadi 12.977,68.

Fokus Hari ini : EU Summit, IFO Jerman, Sentimen Konsumen AS
Fokus utama pasar akan tertuju pada pertemuan virtual para pejabat Uni Eropa, yang akan membahas gelombang ketiga kasus Covid-19 yang melanda kawasan tersebut, serta isu terkait peluncuran vaksin yang lambat. Para pemimpin kemungkinan akan membahas kemungkinan pembatasan ekspor vaksin. Fokus pasar lainnya adalah data IFO Jerman, personal spending dan sentimen konsumen AS.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*