Dolar AS Naik Setelah Pernyataan Powell & Yellen

Dolar Amerika Serikat (AS) menguat pada hari Rabu setelah Menteri Keuangan AS dan ketua Fed menunjukkan kepada Kongres bahwa mereka memiliki kepercayaan pada ekonomi AS. Menteri Keuangan Janet Yellen dan Gubernur Federal Reserve Jerome Powell hadir untuk hari kedua secara daring di hadapan anggota parlemen federal. Keduanya kembali menegaskan keyakinan bahwa sebagian besar berkat stimulus fiskal dan moneter, ekonomi AS akan mengalami pertumbuhan yang nyata pada tahun 2021. Powell dan Yellen mengatakan pada hari Selasa bahwa penilaian aset tampaknya meningkat di area pasar tertentu, tetapi sektor keuangan sehat dan siap untuk menghadapi gejolak pasar setelah stimulus mulai memudar. Dolar naik atas mata uang utama dunia lainnya di 92.510. Sedangkan imbal hasil obligasi tenor 10 tahun turun tipis menjadi 1,612%, namun dekat level tertinggi baru-baru ini setelah lelang obligasi lima tahun.
Euro Turun Meski Data PMI Dirilis Lebih Baik dari Perkiraan
Euro melemah terhadap dolar AS meski data PMI zona euro dirilis lebih baik dari perkiraan. Aktivitas bisnis zona euro secara tak terduga tumbuh bulan ini, namun dengan sebagian besar Eropa menderita gelombang ketiga infeksi virus korona dan kebijakan lockdown yang diperbarui, aktifitas bisnis tersebut mungkin tidak berlangsung hingga April. Pair EUR/USD turun 0,24% menjadi $1.1821.
Emas Naik Meski Dolar AS Menguat
Emas berhasil menguat pada hari Rabu, meski dolar AS dan imbal hasil obligasi AS naik. Kenaikan didorong oleh pernyataan dari Ketua the Fed Jerome yang kembali mengulang pernyataannya untuk mempertahankan suku bunga rendah mendekati nol persen. Harga emas spot naik 0,4% menjadi $ 1,734,36 per ounce pada. Sedangkan Emas berjangka AS ditutup naik 0,5% di $1.733,20.
Minyak Menguat Setelah Insiden Kapal di Terusan Suez
Harga minyak melonjak sekitar 6% pada hari Rabu setelah sebuah kapal kandas di Terusan Suez, dan kekhawatiran bahwa insiden tersebut dapat menghambat pengiriman minyak mentah, memberikan dorongan ke harga setelah penurunan dalam seminggu terakhir. Kenaikan tampaknya menstabilkan pasar yang telah merosot dari awal bulan ini, setelah harga mencapai level tertinggi tahun ini di tengah ekspektasi pemulihan permintaan. Namun, harapan itu pupus ketika negara-negara Eropa kembali melakukan lockdown untuk menghentikan gelombang pandemi lainnya. Kenaikan harga minyak juga didukung oleh data dari Energy Information Administration (EIA) AS, yang menunjukkan kilang mulai pulih setelah badai musim dingin menutup kilang Texas bulan lalu. EIA juga melaporkan kenaikan cadangan minyak mentah AS sebesar 1,9 juta barel, melebii angka ekspektasi pada kenaikan 1,4 juta barel.

Wall Street Melemah Berkat Aksi Jual Saham Teknologi
Wall Street kembali melemah di tengah aksi jual saham tekonologi, yang menyeret indeks S&P 500 jatuh pada perdagangan Rabu. Pelemahan justru terjadi di tengah optimisme tentang pemulihan ekonomi oleh Gubernur Federal Reserve Jerome Powell dan Menteri Keuangan Janet Yellen. Indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,01%, indeks S&P 500 kehilangan 0,55% dan Nasdaq Composite anjlok 2,01%.

Fokus Hari ini : Pidato Pejabat Bank Sentral Dunia, PDB AS & SNB Meeting
Hari ini banyak para pejabat bank sentral dunia yang akan menyampaikan pidatonya, diantaranya presiden ECB Christine Lagarde. Kemudian Andrew Bailey dari BoE dan Jens Weidmann dari Deutsche Bundesbank (Buba). Selain itu, ada Tiff Macklem dari BoC, serta beberapa pejabat the Fed, seperti John William, Richard Clarida dan Raphael Bostic. Fokus pasar lainnya; data PDB AS dan SNB Meeting.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*