Dolar AS Naik Tipis Menjelang FOMC Meeting

Dolar begerak mendatar, namun cenderung menguat pada hari Selasa di tengah sepinya perdagangan karena pelaku pasar menunggu hasil pertemuan Federal Reserve mengenai petunjuk arah suku bunga AS. Secara keseluruhan Greenback masih membukukan penguatan atas euro dan mata uang komoditas seperti dolar Australia dan Selandia Baru. Pada pertemuan kebijakan moneter dua hari The Fed, para pejabat kemungkinan akan memperkirakan bahwa ekonomi AS akan tumbuh pada tahun 2021 pada tingkat tercepat dalam beberapa dekade, dengan penurunan pengangguran dan inflasi yang meningkat, namun mereka tidak mungkin mengubah kebijakan moneter mereka. Pelaku pasar juga akan mencermati apa pun yang dikatakan Fed tentang kenaikan imbal hasil, yang menguat akhir-akhir ini berkat taruhan bahwa pertumbuhan ekonomi dan inflasi dapat mendorong normalisasi kebijakan moneter yang lebih cepat dari perkiraan.
Loonie Lanjutkan Penguatan Menjelang Keputusan Suku Bunga The Fed
Loonie menguat atas dolar AS pada hari Selasa menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve. Loonie menguat 0,3% pada 1,2436, setelah menyentuh level terkuatnya sejak Februari 2018 di 1,2435. Itu adalah kinerja terbaik kedua di antara mata uang G10, setelah franc Swiss, meskipun ada penurunan harga minyak, salah satu ekspor utama Kanada. Dorongan loonie datang setelah data ketenagakerjaan Kanada Jumat lalu.
Emas Turun Karena Penguatan Dolar AS
Emas melemah pada hari Selasa, tertekan oleh penguatan dolar, karena investor menunggu isyarat dari rapat dua hari the Fed. Harga emas spot turun 0,2% menjadi $ 1.729.01, sementara emas berjangka AS naik 0,1% pada $ 1.730,90. The Fed diperkirakan akan menegaskan kembali janjinya untuk mempertahankan suku bunga mendekati nol sampai perekonomian pulih dan ketenagakerjaan mencapai maksimal.
Minyak Turun Lagi Setelah Penundaan Vaksin AstraZeneca
Harga minyak turun untuk hari ketiga pada hari Selasa, karena Jerman, Prancis, dan negara-negara Eropa lainnya menangguhkan penggunaan vaksin virus korona, yang bisa mengancam pemulihan permintaan bahan bakar. Minyak Brent turun 49 sen menjadi $68,39 per barel, sementara minyak WTI turun 59 sen menjadi $64,80 per barel. Jerman, Prancis dan Italia mengatakan mereka akan menangguhkan penggunaan vaksin COVID-19 buatan Oxford-AstraZeneca setelah laporan tentang kemungkinan efek samping yang serius, meskipun Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan tidak ada kaitan yang pasti dengan vaksin tersebut. Pengawas obat-obatan Eropa mengatakan manfaat vaksin AstraZeneca lebih besar daripada risikonya. Investor khawatir lambatnya vaksinasi di Uni Eropa dapat mengganggu pemulihan ekonomi dan permintaan bahan bakar.

Wall Street Variatif, Dow dan S&P 500 Turun
Wall Street bergerak variatif, namun cenderung melemah pada akhir perdagangan Selasa. Dua dari tiga indeks utama ditutup melemah usai mencetak rekor terbaiknya pada sesi sebelumnya. Investor pun kini berhati-hati sambil menunggu hasil pertemuan kebijakan Federal Reserve. Indeks Dow Jones melemah 0,39%, indeks S&P 500 turun 0,16%, sementara Nasdaq Composite naik tipis 0,09%.

Fokus Hari ini : FOMC Meeting
Fokus pasar hari in akan tertuju FOMC meeting. The Fed diperkirakan akan kembali menyampaikan pesan dovish ke pasar. Dengan pemulihan AS yang sedang berlangsung saat ini, pelaku pasar akan tertarik dengan proyeksi ekonomi Fed dan dot plot, yang akan memberi gambaran ekspektasi Fed terhadap suku bunga di masa depan. Pelaku pasar juga akan mencermati tanggapan the Fed atas kenaikan yield akhir-akhir ini.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*