Dolar AS Pulih Dari Aksi Jual

dollar
Loonie Rebound, Namun Masih Dekat Terendah 2 Bulan

Dolar Kanada menguat atas greenback pada hari Senin, namun tetap bertahan dekat level terendah dua bulan, karena rebound harga minyak kehilangan beberapa momentum dan investor menimbang potensi dampak ekonomi dari varian virus corona Omicron. Loonie melemah 0,2% di 1,2760 atas dolar AS. Pada hari Jumat, loonie menyentuh level intraday terlemah dalam lebih dari dua bulan, di 1,2799.

Dolar AS Pulih Dari Aksi Jual

Dolar AS menguat pada hari Senin sementara safe-haven yen dan franc Swiss melemah, membalikkan beberapa pergerakan Jumat karena pemerintah di seluruh dunia mencari informasi lebih lanjut tentang mutasi terbaru dan dampaknya. Varian Omicron, pertama kali terdeteksi di Afrika selatan, mendorong aksi jual pasar keuangan pada hari Jumat di tengah kekhawatiran akan semakin mengganggu pemulihan ekonomi yang berkembang setelah pandemi dua tahun. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan pada Senin bahwa varian tersebut membawa risiko lonjakan infeksi yang sangat tinggi, mendorong lebih banyak negara menutup perbatasan. Di AS, Presiden Joe Biden mengatakan negara itu tidak akan kembali lockdown musim dingin ini, tetapi mendesak orang untuk divaksinasi, mendapatkan booster dan memakai masker. Indeks dolar AS, yang mengalami penurunan harian terbesar sejak Mei hari Jumat, naik 0,2% menjadi 96,367.

Emas Turun Karena Penguatan Dolar AS

Harga emas melemah pada hari Senin, melanjutkan penurunan dari hari minggu sebelumnya karena penguatan dolar dan pulihnya sentimen risiko, dengan pasar menimbang seberapa parah dampak ekonomi dari varian virus corona Omicron. Harga emas spot turun 0,4% menjadi US$1.784,41 per ons setelah melemah 2,9% pekan lalu, penurunan mingguan terbesar sejak Juni.

Minyak Naik Hari Senin, Pulih Dari Penurunan Hari Jumat

Harga minyak naik hari Senin, pulih dari aksi jual Jumat. Para trader bertaruh bahwa aksi jual pada hari Jumat, didorong oleh kekhawatiran bahwa varian Covid-19 baru omicron akan mengekang permintaan minyak. Minyak WTI naik 2,6% menjadi $69,95 dan Brent naik 0,99% ke level $73,44. Bahkan sebelum penurunan tajam pada hari Jumat, harga minyak sudah turun setelah mencetak level tertinggi tujuh tahun untuk WTI dan Brent mencapai level tertinggi tiga tahun. Fluktuatif harga minyak datang menjelang rapat OPEC+, di mana kelompok itu akan memutuskan kebijakan produksi untuk Januari, yang diperkirakan tetap mempertahankan pasokan ke pasar sebanyak 400.000 barel per hari. OPEC+ juga akan mengevaluasi lintasan penawaran dan permintaan setelah AS dan negara-negara lain pekan lalu mengumumkan rencana untuk memanfaatkan Cadangan Minyak Strategis (SPR) dalam upaya mendinginkan harga.

Wall Street Rebound Berkat Jaminan Biden

Wall Street menguat hari Senin, mendapatkan kembali beberapa kekuatan yang hilang setelah aksi jual pada akhir pekan kemarin. Investor berharap varian virus corona Omicron tidak akan mengarah pada penguncian setelah jaminan dari Presiden AS Joe Biden. Indeks Dow Jones menguat 0,68% menjadi 35.135,94, S&P 500 naik 1,32% menjadi 4.655,27, dan Nasdaq Composite bertambah 1,88% menjadi 15.782,83.

Fokus Hari Ini: PMI China, PDB Kanada, Pidato Powell & Yellen

Hari ini China akan merilis data PMI untuk figur November, dimana sektor manufaktur diperkirakan masih kontraksi 49,8, lebih baik dari pada bulan Oktober yang kontraksi 49,2. Sementara sektor jasa diperkirakan tumbuh 51,3. Fokus pasar lainnya adalah data ketenagakerjaan dan inflasi zona euro, serta data PDB Kanada. Hari Ini Jerome Powell dan Janet Yellen juga akan menyampaikan pidatonya di hadapan kongres.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*