Dolar AS Pulih dari Keterpurukan Karena Yield Kembali Naik

Dolar menguat hari Kamis berkat kenaikan imbal hasil Treasury AS, membantunya pulih dari kerugian di sesi sebelumnya setelah tekanan Federal Reserve terhadap ekspektasi pasar tentang potensi kenaikan suku bunga. Indeks dolar AS naik 0,53% menjadi 91,853, setelah turun 0,56% ke level terendah dua minggu di 91,30 di awal sesi. Pasar mengabaikan pernyataan ketua The Fed Jerome Powell, yang sebelumnya mengatakan bahwa ekonomi AS sedang menuju pertumbuhan terkuatnya dalam hampir 40 tahun, dan bank sentral berjanji untuk tetap bertahan meskipun ada perkiraan lonjakan inflasi yang. Sementara inflasi diperkirakan akan melonjak menjadi 2,4% tahun ini, di atas target bank sentral 2%, Ketua Fed Jerome Powell mengatakan, itu dipandang sebagai lonjakan sementara yang tidak akan mengubah janji Fed untuk mempertahankan suku bunga acuan overnight mendekati nol.
Loonie Jatuh Karena Anjloknya Harga Minyak dan Kenaikan Yield Obligasi AS
Dolar Kanada melemah atas greenback pada hari Kamis, mundur dari level tertinggi tiga tahun karena anjloknya harga minyak dan lonjakan imbal hasil obligasi AS, membebani sentimen risk-on. S&P 500 surut dari rekor tertinggi ketika imbal hasil obligasi AS naik, sementara dolar AS menguat atas mata uang utama dunia lainnya, sehari setelah tertekan oleh sikap dovish the Fed mengenai kenaikan suku bunga.
Emas Turun Karena Yield Obligasi AS Kembali Melonjak
Harga emas turun pada hari Kamis karena lonjakan imbal hasil obligasi AS dan penguatan dolar. Harga emas spot emas turun 0,7% menjadi $ 1.732,99, setelah sempat menyentuh level tertingginya sejak 1 Maret di $ 1,755.25. Sedangkan emas berjangka AS ditutup naik 0,3% menjadi $ 1.732,50. Benchmark imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun melonjak di atas 1,74% untuk pertama kalinya sejak Januari 2020.
Minyak Turun Karena Memburuknya Kasus Virus Korona di Eropa
Harga minyak jatuh untuk hari kelima berturut-turut pada hari Kamis, membukukan penurunan harian terbesar sejak musim panas lalu di tengah meningkatnya kekhawatiran meningkatnya kasus COVID-19 di Eropa dan penguatan dolar AS. Beberapa negara besar Eropa harus kembali memberlakukan lockdown karena beban kasus meningkat, sementara program vaksinasi melambat karena kekhawatiran tentang efek samping dari vaksin AstraZeneca yang didistribusikan secara luas di Eropa. Harga minyak mentah berjangka Brent 6,9%, menjadi $63,28 per barel, sementara minyak mentah AS West Texas International (WTI) turun 7,1%, menjadi $60. Kedua kontrak turun lebih dari 11% sejak mencapai level tertinggi baru-baru ini pada 8 Maret. Kenaikan dolar juga berkontribusi pada aksi jual minyak. Dolar yang lebih kuat membuat minyak lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Kenaikan Yield Obligasi AS Tekan Wall Street
Wall Street ditutup melemah pada akhir perdagangan Kamis, dipicu oleh lonjakan yield US Treasury dan kekhawatiran baru tentang pandemi virus corona di Eropa. Indeks Nasdaq memimpin penurunan, dengan kejatuhan lebih dari 3%. Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup turun 0,46% ke level 32.862,3 poin, indeks S&P 500 melemah 1,48% menjadi 3.915,47 dan Nasdaq Composite ambles 3,02% ke posisi 13.116,17.

Fokus Hari ini : BoJ Meeting
Setelah The Fed dan BoE, hari ini giliran Bank of Japan yang akan menggelar rapat regularnya. Bank sentral Jepang tersebut diperkirakan masih tetap mempertahankan suku bunga di minus 0,1%. Namun, yang akan jadi perhatian pasar adalah konferensi pers BoJ, di mana pasar presiden BoJ Haruhiko Kuraoda akan menyampaikan outlook kebijakan ke depan. Selain BoJ, fokus pasar lainnya adalah data retail sales Kanada.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*