Dolar AS Rebound Berkat Permintaan Safe Haven

Dolar Amerika Serikat (AS) menguat berkat permintaan safe haven pada hari Rabu karena investor menjadi lebih berhati-hati di tengah kekhawatiran tentang dampak ekonomi COVID-19, dan setelah Federal Reserve AS menyatakan keprihatinan tentang kecepatan pemulihan ekonomi. The Fed mempertahankan suku bunga acuan semalam mendekati nol dan tidak membuat perubahan pada pembelian obligasi bulanan, berjanji lagi untuk mempertahankan pilar ekonomi tersebut sampai ada rebound penuh dari resesi yang dipicu pandemi. The Fed dalam pernyataan kebijakannya menandai potensi perlambatan dalam laju pemulihan. Dalam pernytaannya kemarin, ketua the Fed Jerome Powell mengatakan bahwa Bank Sentral akan mengambil langkah Wait and See terhadap potensi terjadinya inflasi setelah pandemi corona meskipun menurutnya hal ini masih akan lama. Indeks dolar menguat 0,53% menjadi 90,636.
Loonie Jatuh ke Level Terendah Dua Minggu
Loonie jatuh ke level terendah lebih dari dua minggu karena meredupnya sentimen risk-on. Bursa saham AS mengalami penurunan persentase harian terbesar dalam tiga bulan dan greenback diminati sebagai safe haven karena investor menjadi lebih berhati-hati di tengah kekhawatiran tentang dampak ekonomi COVID- 19, dan setelah Federal AS Reserve menyatakan keprihatinan tentang laju ekonomi pemulihan.
Emas Turun Karena Ketidakpastian Stimulus & Penguatan Dolar AS
Harga emas turun ke level terendah lebih dari satu minggu, tertekan oleh kekhawatiran atas stimulus fiskal AS dan penguatan dolar. Harga emas spot turun 0,3% menjadi $1,845.61. Sementra emas berjangka AS turun 0,6% menjadi $ 1,844,90. Sementara itu, Dolar rebound ke level tertinggi lebih dari satu minggu, membuat harga emas lebih mahal bagi investor yang memegang mata uang non dolar.
Minyak Flat Meski Cadangan Minyak AS Turun Tajam
Harga minyak sedikit berubah pada hari Rabu, meskipun ada penurunan besar-besaran dalam cadangan minyak AS, karena kekhawatiran tentang pandemi virus korona mengurangi minat beli. Stok minyak mentah AS turun hampir 10 juta barel pekan lalu ke level terendah sejak Maret, di luar estimasi, yang justru memperkirakan adanya kenaikan 1,6 juta barel. Harga minyak WTI AS ditutup pada $ 52,85 per barel, naik 24 sen, sementara Brent turun 10 sen menjadi $55,81 per barel. Harga minyak juga terbantu oleh pernyataan dovish the Fed, yang akan membiarkan suku bunga tetap mendekati nol untuk mempertahankan dukungan moneter sampai ada rebound yang lebih kuat dari resesi yang dipicu pandemi. Sementara itu, meningkatnya jumlah kasus virus korona global, yang telah melampaui 100 juta karena infeksi melonjak di Eropa dan Amerika, sementara Asia berjuang untuk menahan wabah baru, membebani harga.

Wall Street Anjlok Setelah FOMC & Penurunan Saham Boeing
Wall Street mengalami penurunan persentase satu hari terbesar dalam tiga bulan pada perdagangan Rabu setelah pernyataan The Fed terbaru dan juga tertekan oleh jatuhnya saham Boeing. Indeks Dow Jones 2,05%, indeks S&P 500 melemah 2,57%, dan Nasdaq jatuh 2,61%. Saham Boeing turun hampir 4% setelah laporan pendapatannya menunjukkan kerugian bersih tahun 2020 mencapai rekor US$ 11,9 miliar .

Fokus Hari ini : PDB & Jobless Claims AS
Hari ini AS akan merilis beberapa data ekonomi yang cukup penting, diantaranya PDB. Estimasi awal untuk PDB Q4 tahun 2020 cukup baik, dengan perkiraan tumbuh 4.2%. Angka yang lebih tinggi akan menjadi bullish untuk dolar AS. Selain itu, ada data jobless claims, yang diperkirakan turun menjadi 880 ribu minggu lalu, dari minggu sebelumnya 900 ribu. Kemudian ada CB leading index dan new home sales.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*