Dolar AS Rebound, Meski Demokrat Memenangkan Kursi Senat

Dolar Amerika Serikat (AS) rebound setelah jatuh ke level terendah dalam hampir tiga tahun pada hari Rabu, dengan pasar sudah mengantisipasi kemenangan Demokrat dalam pemilihan Senat AS di Georgia yang akan membuka jalan untuk paket stimulus fiskal yang lebih besar. Analis memperkirakan Senat yang dikendalikan Demokrat menjadi positif untuk pertumbuhan ekonomi secara global dan untuk sebagian besar aset berisiko, tetapi negatif untuk obligasi dan dolar karena anggaran AS dan defisit perdagangan semakin membengkak. Namun pasar sudah mengantisipasi (price in) bahwa Demokrat akan memenangkan kedua kursi Georgia, sehingga indeks dolar yang sempat jatuh ke level terendah sejak Maret 2018 di 89,206, rebound 0,015% menjadi 89,48. Ekspektasi bahwa akan lebih banyak stimulus meningkat setelah data ADP turun untuk pertama kalinya dalan delapan bulan karena lonjakan kasus virus corona.
Loonie Flat Setelah Sentuh Level Tertinggi 3 Tahun
Dolar Kanada (loonie) flat, mundur dari level tertinggi 3 tahun yang diraih pada hari sebelumnya karena aksi profit taking dan protes di Washington mengurangi sentimen risk-on. Loonie diperdagangkan pada 1,2674, tidak terlalu mengalami perubahan. Harga sebelumnya sempat menyentuh level intraday terkuat sejak April 2018 di 1,2630 karena ekspektasi stimulus tambahan setelah Senat dikendalikan Demokrat.
Emas Koreksi Karena Rebound Dolar AS
Emas jatuh lebih dari 2% pada hari Rabu setelah rebound dolar menyusul naiknya imbal hasil Treasury dan antisipasi investor atas kemenangan Demokrat di Senat AS pada pemilihan putaran kedua di Georgia. Harga emas spot turun 2,1% menjadi $ 1,907.75, setelah sempat mencapai level tertinggi hampir dua bulan di $ 1.959,01. Emas berjangka AS turun 2,3% menjadi $1.908,60.
Minyak Naik Setelah Langkah Pemangkasan Output Saudi & EIA
Harga minyak naik ke level tertinggi sejak Februari pada hari Rabu setelah Arab Saudi mengumumkan pemotongan produksi sukarela besar-besaran dan penurunan tajam dalam cadangan minyak mentah AS. Arab Saudi, pengekspor minyak terbesar dunia, pada hari Selasa mengatakan akan memangkas secara sukarela produksi minyaknya sebesar 1 juta barel per hari (bph) di bulan Februari dan Maret, pada pertemuan OPEC+. Dengan infeksi virus korona yang menyebar dengan cepat, produsen khawatir terhadap permintaan. Sementara itu, data dari Energy Information Administration (EIA) menunjukkan cadangan minyak AS turun 8 juta barel minggu lalu menjadi 485,5 juta barel. Penurunan tersebut melebihi ekspektasi analis untuk penurunan 2,1 juta barel. Harga minyak Brent naik 1,3% menjadi 54,30, setelah sempat naik ke
$54,73, tertinggi sejak 26 Februari 2020. WTI naik 1,4% menjadi $50,63.

Wall Street Variatif, Dow Jones Catat Rekor Baru
Bursa saham di Wall Street bergerak variatif, dengan indeks Dow Jones kembali mencetak level tertinggi baru, sementara Nasdaq melemah. Investor berburu saham keuangan dan industri karena taruhan kemenangan Demokrat di Georgia akan menyebabkan lebih banyak stimulus fiskal dan belanja infrastruktur. Indeks Dow Jones naik 1,44%, S&P 500 0,57% namun Nasdaq turun 0,61%.

Fokus Hari ini : Factory Order Jerman, Jobless Claims AS & ISM Service PMI
Sembari menantikan data ketenagakerjaan AS yang akan dirilis akhir minggu ini, pelaku pasar hari ini akan disuguhi beberapa data yang sifatnya medium impact. Di Eropa, ada data factory order Jerman, kemudian ada construction PMI di Inggris dan data inflasi zona euro. Sementara di AS, akan dirilis data jobless claims, trade balance dan service PMI dari ISM.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*