Dolar AS Stabil di Tengah Memburuknya Sentimen Risk-On

Dolar Amerika Serikat (AS) stabil pada hari Jumat, sementara yen Jepang jatuh ke level terendah sejak pertengahan November karena investor melakukan rebalancing portofolio-nya di akhir bulan. Dalam dua minggu terakhir, dollar bergerak pada kisaran terbatas atas mata uang utama dunia lainnya karena investor mengevaluasi apakah aksi jual yang mengirim mata uang turun hampir 7% tahun lalu kemungkinan akan berlanjut. Sejauh ini, indeks dollar Indeks dolar sudah naik 1,53% dari level terendah tiga tahun di 89,206 yang dicapai pada 6 Januari. Pelaku pasar kini tengah menanti katalis baru dan yang menjadi pertanyaannya adalah apakah koreksi masih berlanjut atau sudah berakhir. Yen Jepang berkinerja buruk pada hari Jumat bahkan ketika selera risiko memburuk. Mata uang tersebut mencapai level terendah dua bulan terhadap dolar dan hampir tiga tahun terhadap franc Swiss.
Loonie Menguat Setelah Data PDB Kanada
Dolar Kanada menguat atas greenback pada hari Jumat setelah data yang menunjukkan PDB Kanada tumbuh melebihi ekspektasi. Data Jumat lalu menunjukkan Ekonomi Kanada tumbuh 0,7% pada November, melampaui memperkirakan kenaikan 0,4%. Investor bereaksi positif setelah ekonomi Kanada berjalan lebih baik dari perkiraan, meski ada lockdown dan kekhawatiran COVID.
Emas Turun 0,5% Minggu Lalu, Selama Januari jatuh 2,7%
Harga emas diperdagangkan dalam kisaran sempit pada hari Jumat, namun mencatat penurunan mingguan dan bulanan karena penguatan dolar telah meredupkan emas. Harga emas spot emas naik 0,2% menjadi $ 1,844.86 per ounce pada. Harga turun sekitar 0,5% minggu lalu dan jatuh 2,7% di Januari. Investor kini menanti katalis baru, termasuk berita stimulus, yang mendukung emas sebagai lindung nilai inflasi.
Minyak Naik Tipis di Tengah Kekhawatiran Permintaan
Harga minyak naik tipis pada hari Jumat, namun masih diperdagangkan dalam range terbatas, bahkan sempat jatuh karena kekhawatiran permintaan karena varian virus corona dan peluncuran vaksin yang lambat, yang mengimbangi sentimen bullish setelah pemangkasan pasokan minyak Arab Saudi dan turunnya cadangan minyak AS. Pemeriksaan vaksin yang lebih ketat oleh Uni Eropa dan penundaan pengiriman dari AstraZeneca Plc dan Pfizer Inc telah memperlambat peluncuran suntikan. Di China, konsumen minyak terbesar kedua di dunia, lonjakan kasus virus korona telah menyebabkan pembatasan perjalanan menjelang Tahun Baru Imlek. Selain itu, nasib stimulus yang diajukan presiden Joe Biden masih belum jelas, menyusul keberatan dari Partai Republik. Padahal, Biden sebelumnya mendesak kongres untuk mengambil tindakan cepat atas proposal bantuan COVID-19 senilai $ 1,9 triliun.

Wall Street Jatuh Karena Aksi Short Squeze
Wall Street ditutup melemah pada akhir perdagangan di bulan Januari ini. penurunan terjadi setelah adanya tekanan singkat yang dimulai awal pekan ini muncul kembali setelah sejumlah investor ritel kembali memperdagangkan saham seperti GameStop Corp dan Koss Corp, yang melonjak lebih tinggi setelah pialang termasuk Robinhood melonggarkan beberapa pembatasan yang mereka tempatkan pada perdagangan.

Fokus Minggu ini : RBA & BoE Meeting, PMI & Data Ketenagakerjaan AS
Minggu ini akan mejadi minggu yang sibuk bagi pelaku pasar keuangan. Banyak agenda, serta data ekonomi penting yang akan dirilis. Dua bank sentral akan menggelar rapatnya, yaitu RBA dan BoE. Semetara data-data ekonomi yang dirilis antara lain; PMI sektor manufaktur dan Jasa di berbagai negara, serta data ketenagakerjaan AS. Pasar juga akan menanti berita terbaru dari perkembangan stimulus AS.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*