Dolar AS Stabil Menjelang Data Payroll

Sterling Menguat Karena Sentimen Risk-On Meningkat

Sterling naik hari Kamis karena sentimen risiko global membaik dan analis mengatakan prospek kenaikan suku bunga Bank of England mengurangi beberapa potensi penurunan mata uang. Sterling menghapus semua kenaikan kuatnya untuk 2021 pada September di tengah kekhawatiran tentang pertumbuhan ekonomi Inggris dan kenaikan inflasi, sementara negara itu bergulat dengan krisis bahan bakar.

Dolar AS Stabil Menjelang Data Payroll

Dolar AS stabil atas mata uang utama lainnya pada hari Kamis, sehari sebelum data pasar tenaga kerja AS yang dapat memberikan petunjuk tentang waktu langkah tapering Federal Reserve selanjutnya. Indeks mata uang dolar AS, yang mengukur greenback terhadap sekeranjang enam mata uang, tidak berubah, diperdagangkan pada 94.199, tidak jauh dari level tertinggi satu tahun di 94.504 yang disentuh minggu lalu. The Fed mengatakan kemungkinan akan mulai mengurangi pembelian obligasi bulanan segera setelah November dan kemudian menindaklanjuti dengan kenaikan suku bunga. Data non-farm payrolls hari Jumat diperkirakan  menunjukkan  peningkatan  berkelanjutan  di  pasar  tenaga  kerja,  dengan  perkiraan  untuk 455.000 pekerjaan ditambahkan pada bulan September, menurutu jajak pendapat Reuters. Sementara itu, data hari Kamis menunjukkan jobless claims AS turun sebesar 326 ribu minggu lalu.

Emas Turun Setelah Data Jobless Claims AS

Emas turun hari Kamis setelah data jobless claims AS yang turun mendorong imbal hasil Treasury dan memicu spekulasi bahwa Federal Reserve AS akan segera mulai mengurangi stimulus ekonominya. Emas spot turun 0,3% pada $1.757,30, Turunnya angka klaim untuk tunjangan pengangguran menunjukkan pemulihan pasar tenaga kerja mendapatkan kembali momentum setelah perlambatan baru-baru ini.

Minyak Koreksi Setelah Data EIA Menunjukkan Kenaikan Cadangan

Harga minyak rebound pada hari Kamis setelah pasar menganggap tidak mungkin bahwa AS akan merilis cadangan minyak mentah darurat atau melarang ekspor untuk mengurangi pasokan yang ketat. Minyak Brent naik 1,1% menjadi US$81,95 per barel, sementara WTI AS naik 1,1%, menjadi US$78,30 per barel. Pada sesi sebelumnya, kedua harga acuan minyak mentah ini turun US$ 2 per barel. Departemen Energi AS mengatakan semua “alat selalu tersedia” untuk mengatasi kondisi pasokan energi yang ketat di pasar. Departemen membuat komentar di tengah pertanyaan tentang apakah pemerintahan Presiden Joe Biden sedang mempertimbangkan memanfaatkan Cadangan Minyak Strategis (SPR) atau mengejar larangan ekspor minyak untuk menurunkan biaya minyak mentah. AS terkadang menggunakan cadangan strategisnya, biasanya setelah badai atau gangguan pasokan lainnya.

Wall Street Reli Setelah Senat AS Menyepakati Kenaikan Plafon Utang

Wall Street menguat tajam pada perdagangan Kamis setelah Senat AS telah mencapai kesepakatan untuk menaikkan plafon utang, sehingga cukup untuk memenuhi pembayaran kewajiban utang hingga Desember. Saham mega-cap melonjak dengan Apple Inc naik 0,9% dan Amazon.com Inc naik 1,2%, dorongan terbesar untuk S&P 500 dan Nasdaq. Saham Tesla dan Google-parent Alphabet keduanya naik lebih dari 1%.

Fokus Hari ini: Data Ketenagakerjaan AS & Kanada

Fokus hari ini adalah data ketenagakerjaan AS, termasuk didalamnya non-farm payroll, yang diperkirakan tumbuh 490 ribu. Solidnya data tersebut akan meningkatkan ekspektasi mengenai kebijakan pengetatan moneter The Fed, yang dimulai dengan mengurangi program pembelian asset senilai $120 miliar per bulan, yang kemudiann diikuti kenaikan suku bunga. Selain AS, Kanada juga akan merilis data tenaga kerja.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*