Jum. Jul 19th, 2024

Dolar AS Terancam Sebagai Mata Uang Cadangan, Harga Emas Naik

Pertumbuhan Aktifitas Jasa AS Terus Menurun Sejak 2021

Data PMI non-manufaktur ISM, yang mengukur aktivitas jasa dilaporkan di angka 51,2, jauh lebih rendah dari perkiraan 54,4 untuk bulan Maret. Ini turun dari 55,1 sebelumnya. Angka di atas 50 masih menunjukkan aktivitas ekonomi yang meningkat, namun trennya yang paling memprihatinkan. Data ISM secara bertahap turun sejak akhir 2021. Sektor jasa adalah segmen terbesar dalam perekonomian AS. Dengan demikian, kerusakan lebih lanjut dapat menimbulkan masalah bagi pertumbuhan. Hasil yang demikian ini meningkatkan ekspektasi pasar bahwa Fed akan lebih dovish. Sementara saham-saham teknologi merespon turun hasil tersebut karena para pedagang melihat implikasi ekonomi yang negatif dari data yang secara tak terduga melemah. Hal ini dianggap meningkatkan peluang resesi lebih tinggi. Sementara laporan ADP menunjukkan bahwa sektor swasta AS mempekerjakan lebih sedikit dari yang diperkirakan pada bulan Maret. Pekerjaan swasta naik 145.000 pekerjaan bulan lalu, sementara perkiraan awal adalah naik 200.000. Ini menunjukkan pasar tenaga kerja AS mendingin

Dolar AS Memantul, Investor Bukukan Keuntungan Menjelang NFP

Dolar menguat, pulih dari posisi terendah dua bulan, karena investor meringankan posisi pendek mereka untuk membukukan keuntungan menjelang laporan non-farm payrolls AS yang sangat penting pada hari Jumat. Tren masih turun dan data ADP menegaskan hal itu, mendukung pandangan bahwa Fed mungkin tidak perlu menaikkan suku bunga lebih jauh. Indek dolar AS naik 0,4% ke 101,87, dipimpin oleh kenaikan terhadap euro, yang turun 0,5% menjadi $1,0906. Dolar membukukan kerugian harian ketiganya terhadap yen, turun 0,4% menjadi 131,15. Terhadap franc Swiss, greenback sedikit berubah pada 0,9060 franc. Dolar Australia turun 0,5% terhadap Dolar AS menjadi US$0,6720, sehari setelah RBA mempertahankan suku bunga pada 3,6% setelah 10 kali kenaikan berturut-turut. RBA mengatakan perlu lebih banyak waktu untuk menilai dampak kenaikan di masa lalu. Dolar Selandia Baru, naik 0,1% versus Dolar AS menjadi $0,6316, naik 1,1% ke level tertinggi dua bulan di $0,6379 setelah RBNZ secara tak terduga menaikkan suku bunga sebesar 50 bps menjadikan tingkat suku bunga akhir tertinggi dalam 14 tahun di angka 5,25%.

Dolar AS Terancam Sebagai Mata Uang Cadangan, Harga Emas Naik

Harga emas berkonsolidasi di sekitar harga $2020 setelah menyentuh posisi tertinggi sejak Maret 2022. Data ekonomi AS terus membebani imbal hasil obligasi Treasury AS dan memungkinkan XAU/USD untuk tetap naik. Ancaman terhadap status mata uang cadangan pada greenback, imbal hasil yang suram mendorong Dolar AS melemah dan mendukung aksi beli Emas. Pasar masih menantikan data NFP pada akhir pekan ini. Kenaikan harga selanjutnya akan di uji komitmennya pada $2030, penguatan lebih lanjut akan mengarahkan harga emas ke $2070

Harga Minyak Berkonsolidasi Disekitar Puncak Tertinggi 10 Minggu

Harga minyak mentah AS, WTI berkonsolidasi di sekitar posisi tertinggi dalam 10 minggu. Dorongan kenaikan harga didapatkan dari pelemahan Dolar AS dan masalah geopolitik. Konsolidasi memanfaatkan momentum memantulnya Dolar AS. Sementara suasana risk-off dan stok EIA yang suram masih dicermati oleh para pembeli Minyak sambil menunggu data NFP AS. WTI diperdagangkan di sekitar harga $80,55 pbl. Level resisten selanjutnya di $81.80 dan waspadai koreksi jika menerobos $79,20.

Sektor Teknologi Rontok Kembali, Nasdaq Turun Tajam

Nasdaq mengungguli Dow Jones dan S&P 500, denganjatuh lebih dari 1%. Itu adalah kinerja terburuk dalam 2 minggu. Ini mengikuti serangkaian data ekonomi AS yang mengecewakan. Turunnya saham Nvidia Corp membebani S&P 500. Tesla Inc, Amazon, dan Apple menarik turun Nasdaq. Caterpillar, turun karena investor mengkhawatirkan potensi penurunan ekonomi. S&P 500 berakhir turun 0,25% di 4.090,38 poin. Nasdaq turun 1,07% ke 11.996,86 poin, sedangkan Dow Jones naik 0,24% ke 33.482,72 poin.

Fokus Pasar Hari Ini :

Klaim pengangguran perdana diperkirakan akan naik dari 198 ribu menjadi 200 ribu. Sementara klaim pengangguran berlanjut diperkirakan akan naik dari 1,689 juta menjadi 1,699 juta klaim kembali. Hasil yang sesuai ekspektasi atau lebih besar lagi klaim yang diajukan, akan mengindikasikan gangguan dalam ekonomi AS. Ini akan mengirimkan sinyal agar The Fed mempertimbangkan untuk menjeda kenaikan suku bunga kembali. Dolar AS akan terbebani.

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *