Dolar AS Tetap Bullish, Bersiap Untuk Konsolidasi

dollar

NFP Naik, Tingkat Pengangguran Turun Tipis

Nonfarm payrolls naik 263.000 pekerjaan, lebih dari 250.000 angka ekonom yang disurvei oleh Reuters telah memperkirakan. Se- mentara Departemen Tenaga Kerja melaporkan tingkat pengangguran turun menjadi 3,5%, lebih rendah dari ekspektasi 3,7%, da- lam ekonomi yang terus menunjukkan ketahanan meskipun upaya Fed untuk menurunkan inflasi tinggi dengan melemahnya per- tumbuhan. Presiden Fed New York John Williams mengatakan kenaikan suku bunga lebih banyak diperlukan untuk mengatasi inflasi dalam proses yang kemungkinan akan meningkatkan jumlah orang tanpa pekerjaan. Pasar meyakini sebesar 92% kemung- kinan kenaikan suku bunga 75 basis poin pada pertemuan FOMC di 1-2 November, naik dari 83,4% sebelumnya.

Wall Street Turun Tajam, Ditekan NFP Yang Solid

Wall Street turun tajam menyusul data NFP yang solid sehingga meningkatkan kemungkinan FED akan tetap agresif menaikkan suku bunga. Hal ini yang dikhawatirkan investor akan mendorong ekonomi AS ke dalam resesi. Indek Dow Jones ditutup turun 630,15 poin, atau 2,11%, pada 29.296,79, S&P 500 turun 104,86 poin, atau 2,80%, ke 3.639,66 dan Nasdaq turun 420,91 poin, atau

3,8% ke 10.652,41.

Dolar AS Tetap Bullish, Bersiap Untuk Konsolidasi

Dolar AS diperkirakan masih akan bullish dalam sepekan kedepan, bahkan hingga kwartal terakhir di tahun ini meskipun reli dolar ini memang terlihat sudah berlebihan dalam jangka pendek. Setidaknya momentum kenaikan Dolar AS terkonfirmasi dalam kinerja mingguan terakhir. Melihat pergerakan harga sebelumnya, Dolar AS masih akan berusaha mempertahankan momentum kenai- kannya, diselingi dengan masa-masa konsolidasi. Dorongan kenaikan Dolar AS selanjutnya dapat membawa kenaikan ke Indek DXY di 118 hingga di 121 sebagaimana posisi tertinggi di tahun 2001. Konsolidasi akan menahan gerak naik dan potensi koreksi ke 109 hingga ke 107, dengan eksposure penurunan lebih rendah ke 105-104. Sementara Pasangan AUD/USD rebound setelah tergelincir di bawah support langsung 0,6350. Prospek AUD/USD aset tampaknya tidak bullish karena suasana pasar masih dalam kondisi buruk oleh data NFP. Indek DXY melewati 112, oleh Fundamental ekonomi AS yang lebih kuat dan pasar tenaga kerja yang ketat selalu penting bagi bank sentral untuk mengumumkan kenaikan suku bunga tanpa ragu.

Harga Emas Turun Didorong Solidnya Data NFP AS

Harga emas turun setelah laporan NFP dan tingkat pengangguran AS oleh Departemen Tenaga Kerja AS, membenarkan kebutuhan Fed untuk pengetatan lebih lanjut, memperkuat Dolar AS dan menurunkan daya pikat Emas sebagai asset asset safe haven bagi Investor. Emas diperdagangkan di sekitar $1690. Harga Emas sempat stabil diatas 1700an sebelum rilsi data ekonomi tersebut.

Harga Minyak Naik, Pasar Lebih Khawatirkan Pengurangan Produksi Daripada Kenaikan Dolar AS

Harga minyak mentah menyelesaikan minggu ini dengan kenaikannya, dimana WTI naik lebih dari $10 per barel minggu ini karena OPEC+ setuju untuk memangkas target produksinya untuk November sebesar 2 juta barel per hari. Harga WTI kontrak November naik menjadi $92,35 (+4,43%) pada Jumat sore, meskipun laporan pekerjaan Jumat lebih baik dari perkiraan yang pasti akan diter- jemahkan ke dalam inflasi yang lebih tinggi, dan dengan demikian, kenaikan suku bunga Fed lebih lanjut.

Fokus Pasar Minggu Ini :

Salah satu anggota dewan gubernur ECB, Lane akan memberikan paparan. ksekutif FED, Charlens Evans juga dijadwalkan akan memberikan pernyataan malam ini. Pada minggu ini salah satu data penting adalah Indeks harga konsumen minggu depan akan memberikan gambaran penting ten- tang posisi inflasi. Sesuai perkiraan awal, inflasi headline akan turun menjadi 8,1% vs. rilis sebelumnya sebesar 8,5%. Sementara IHK inti yang mengecualikan harga makanan dan energi akan meningkat menjadi 6,5% vs. rilis sebelumnya sebesar 6,3%. Seper- tinya percepatan suku bunga oleh The Fed tidak berdampak banyak, namun, harga bensin AS yang lebih lemah mulai berdampak pada tekanan harga utama.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*