Dolar Bertahan hari Kamis Di Tengah Meningkatnya kasus Virus Korona

Dolar bertahan hari Kamis di tengah meningkatnya kasus virus korona dan belum adanya kemajuan kesepakatan stimulus AS, yang meresahkan investor. Perancis telah memberlakukan jam malam karena musim gugur membawa peningkatan tajam dalam infeksi harian, memicu kekhawatiran gelombang lockdown baru di seluruh dunia. Di sisi lain, rencana stimulus AS tampaknya mengalami kebuntuan. Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin kemarin mengatakan bahwa untuk menyelesaikan sesuatu sebelum pemilihan dan melaksanakannya akan sulit. Dia dan Ketua DPR dari Demokrat Nancy Pelosi masih “berjauhan” dalam prioritas pengeluaran mereka. Situasi tersebut telah mendukung dolar AS untuk jangka pendek dengan membebani sentimen investor dan meningkatkan permintaan safe haven. indeks dollar stabil di 93,400.

Dolar Australia turun setelah Gubernur Reserve Bank of Australia (RBA) Philip Lowe menyebutkan pembelian obligasi dan sedikit penurunan suku bunga sebagai salah satu opsi untuk dukungan kebijakan selama pemulihan. Lowe mengatakan imbal hasil sepuluh tahun Australia termasuk yang tertinggi di negara maju dan bank sedang mempelajari manfaat apa yang bisa didapat dari membeli utang berjangka waktu lebih lama. Dia mengatakan itu mungkin untuk menggeser suku bunga dari 0,25% menjadi 0,1%.

Harga emas turun ke bawah US$ 1.900 pada perdagangan hari Kamis. Harga emas spot berada di US$ 1.897,53 per ons troi, melemah 0,21% dari harga kemarin pada US$ 1.901,52 per ons troi. Penguatan dollar di tengah ketidakpastian stimulus fiskal AS membebani harga. Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin kemarin mengatakan bahwa stimulus fiskal akan sulit tercapai sebelum pilpres 3 November mendatang.

Harga minyak naik untuk hari ketiga berturut-turut hingga perdagangan hari ini. Penguatan harga didorong setelah OPEC+ mematuhi kesepakatan pada bulan September. OPEC+ mencatat tingkat kepatuhan 102% pada bulan September. Tingkat kesesuaian produksi OPEC mencapai 105% dan non-OPEC mencapai 97%. Selain itu, kenaikan harga minyak juga ditopang oleh kenaikan pasar saham pada hari Selasa lalu. Meski begitu, ada peringataan dari International Energy Agency (IEA) yang mengatakan ada risiko bahwa pemulihan permintaan akan tertahan kenaikan kasus Covid-19 di berbagai negara. Investor kini tengah menunggu data dari Energy Information Administrastion (EIA) yang diperkirakan mengalami penurunan. Sementara data dari American Petroleum Institute (API) tadi pagi menunjukkan persediaan AS turun melebihi perkiraan.

Saham-saham Asia bergerak variatif pada perdagangan hari ini karena memudarnya harapan stimulus fiskal AS sebelum pemilihan presiden, serta rekor jumlah infeksi virus korona baru di beberapa bagian Eropa mendorong investor menuju safe-haven. Indeks S&P/ASX 200 Australia menguat 0,6%, sementara indeks Nikkei turun 0,3%. Secara keseluruhan, indeks MSCI Asia-Pacific di luar Jepang turun 0,1%.

Fokus Hari Ini: EU Summit, Jobless Claims, Lagarde
Tadi pagi Australia sudah merilis data ketenagakerjaan, di mana tingkat pengangguran naik menjadi 6,9% di September, namun masih lebih baik dari perkiraan 7,0%. Fokus pasar lainnya adalah EU summit dan beberapa data AS, seperti Philly Fed Manufacturing Index dan jobless claims. Kemudian ada beberapa pejabat bank sentral yang akan tampil antara lain; Lagarde dari ECB, kemudian Kaplan dan Quarles (FED).

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*