Dolar Flat Meski Data AS Mengesankan

Dolar Amerika Serikat (AS) flat pada hari Kamis karena investor menyeimbangkan data bullish yang menunjukkan penjualan ritel AS naik paling tinggi dalam 10 bulan di bulan Maret dengan penurunan lanjutan dalam imbal hasil Treasury AS. Penjualan ritel melonjak 9,8% di bulan Maret, mengalahkan ekspektasi ekonom untuk kenaikan 5,9%. Semenatara data lainnya menunjukkan klaim tunjangan pengangguran jatuh minggu lalu ke level terendah sejak Maret 2020. Jobless claims AS turun 576 ribu minggu lalu, melawan ekspektsi untuk penurunan 703 ribu. Namun, penguatan dolar terbatas, karena imbal hasil Treasury turun ke posisi terendah satu bulan, mengurangi daya tarik greenback. Indeks dolar sempat turun ke level terendah satu bulan di 91,487, sebelum rebound ke 91,608, tidak berubah pada hari itu. Dolar AS telah melemah bulan ini karena imbal hasil Treasury stabil di bawah level tertinggi satu tahun yang dicapai bulan lalu.
Loonie Melemah Setelah Buruknya Data Penjualan Manufaktur Kanada
Dolar Kanada melemah atas greenback pada hari Kamis setelah data domestik menunjukkan penurunan yang lebih besar dari perkiraan dalam penjualan pabrik dan investor mempertimbangkan pembatasan ekonomi, dengan loonie mundur dari level tertinggi tiga minggu sebelumnya. Penjualan manufaktur Kanada turun 1,6% pada Februari dari Januari, dibandingkan dengan ekspektasi penurunan 1%.
Emas Naik di Tengah Solidnya Data AS
Emas naik ke level tertinggi lebih dari satu bulan pada hari Kamis karena imbal hasil Treasury AS tergelincir dan data ekonomi AS yang lebih baik dari perkiraan, mendorong daya tarik emas sebagai lindung nilai terhadap inflasi untuk prospek ke depan. Harga spot emas naik 1,8% menjadi $ 1,766,50 per ons, setelah sebelumnya naik menjadi $1.769,37, Sementara emas berjangka AS naik 1,8% menjadi $1,766.80.
Minyak Naik Setelah Proyeksi IEA dan OPEC
Harga minyak naik ke level tertinggi empat minggu pada hari Kamis di tengah data ekonomi AS yang positif dan perkiraan permintaan yang lebih tinggi dari Badan Energi Internasional (IEA) dan OPEC ketika negara- negara mulai pulih dari pandemi COVID-19. Setelah naik hampir 5% pada hari Rabu, kontrak berjangka Brent naik 0,5%, pada hari Kamis menjadi $66,94 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 0,5%, menjadi $63,46. Itu merupakan penutupan tertinggi untuk kedua benchmark sejak 17 Maret dalam dua hari berturut-turut dan membawa keduaya naik untuk hari keempat berturut-turut, pertama kalinya sejak Februari. International Energy Agency (IEA) dan OPEC minggu ini membuat revisi naik untuk perkiraan pertumbuhan permintaan minyak global tahun ini, menjadi 5,7 juta barel per hari (bph) dan 5,95 juta bpd. Harga juga naik setelah cadangan minyak AS turun turun 5,9 juta barel minggu lalu.

Wall Street Kembali Cetak Rekor di Tengah Solidnya Data Retail Sales AS
Dua dari tiga indeks Wall Street kembali mencatatkan rekor terbaiknya pada perdagangan akhir perdagangan Kamis, didorong oleh penurunan yield US Treasury dan solidnya data penjualan ritel bulan Maret. Indeks Dow Jones ditutup menguat 305,1 poin atau 0,9% ke level 34.035,99, indeks S&P 500 naik 45,76 poin atau 1,11% menjadi 4.170,42 dan Nasdaq melonjak 180,92 poin atau 1,31% ke posisi 14.038,76.

Fokus Hari ini : PDB China, Inflasi Zona Euro & Sentimen Konsumen AS
Hari ini China akan merilis data PDB untuk kuartal 1-2021, yang diperkirakan tumbuh 19%, setelah pertumbuhan 6,5%. Kemudian zona euro akan merilis data inflasi, yang diperkirakan melambat 0,9% di bulan Maret. Masih dari zona euro, ada juga data necara perdagangan. Sementara data AS yang akan dirilis adalah sentimen konsumen, yang diperkirakan naik menjadi 88,9 di April.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*