Jum. Jul 19th, 2024
DOLLAR

FOMC Minutes: The Fed Melihat Kenaikan Suku Bunga Lanjutan Sudah Tepat

Para anggota FOMC mengamati bahwa inflasi masih terlalu tinggi dan pasar tenaga kerja masih ketat dan sebagai akibatnya, mereka mengantisipasi bahwa beberapa pengetatan kebijakan lanjutan mungkin tepat untuk mencapai sikap kebijakan yang cukup ketat untuk mengembalikan inflasi ke 2%, sebagaimana ditunjukkan oleh notulen dari pertemuan 21-22 Maret. Beberapa anggota menganggap tepat untuk mempertahankan suku bunga stabil di bulan Maret, sementara yang lain mencatat bahwa mereka akan mempertimbangkan kenaikan 50 bps jika tidak ada perkembangan terakhir di sektor perbankan.

Dolar Jatuh Setelah Data IHK AS

Dolar AS jatuh pada hari Rabu setelah data menunjukkan harga konsumen AS naik lebih kecil dari yang diperkirakan di bulan Maret, meningkatkan ekspektasi bahwa the Fed kemungkinan akan menghentikan kenaikan suku bunga setelah kemungkinan kenaikan di bulan Mei. Indeks Harga Konsumen (IHK) naik 0,1% bulan lalu, di bawah ekspektasi ekonom untuk kenaikan 0,2%, dan turun dari kenaikan 0,4% di bulan Februari. Dalam 12 bulan hingga Maret, IHK naik 5,0%, kenaikan tahun ke tahun terkecil sejak Mei 2021. IHK naik 6,0% pada basis tahun ke tahun di bulan Februari. Tidak termasuk komponen makanan dan energi yang fluktuatif, IHK naik 0,4% bulan lalu setelah naik 0,5% di bulan Februari. Harga sewa yang tinggi terus mendorong IHK inti. Indeks dolar turun 0,60% menjadi 101,49 dan turun dari sekitar 102,11 sebelum data.

Emas Naik Tajam Setelah Tanda Inflasi AS Mendingin

Harga emas melonjak pada hari Rabu karena tanda-tanda penurunan inflasi mendukung spekulasi bahwa Federal Reserve AS akan menghentikan pengetatan kebijakannya setelah kemungkinan kenaikan suku bunga pada bulan Mei. Harga emas spot naik 0,6% pada $ 2.014,39 per ons. Indeks Harga Konsumen (IHK) naik 0,1% di bulan Maret setelah naik 0,4% di bulan Februari. Namun dalam 12 bulan hingga Maret, IHK inti naik 5,6%, setelah naik 5,5% pada basis yang sama di bulan Februari.

Harga Minyak Naik ke Level Tertinggi 1 Bulan

Harga minyak naik 2% pada hari Rabu ke level tertinggi dalam lebih dari satu bulan terakhir karena data inflasi AS yang mendingin mendorong harapan bahwa Federal Reserve semakin dekat untuk mengakhiri siklus kenaikan suku bunganya, mengimbangi kenaikan tipis stok minyak mentah AS. Indeks Harga Konsumen (IHK) AS naik 0,1% bulan lalu setelah naik 0,4% di bulan Februari, kata Departemen Tenaga Kerja. Dalam 12 bulan hingga 31 Maret, IHK naik 5%, kenaikan tahun ke tahun terkecil sejak Mei 2021. Penasihat ekonomi utama Presiden AS Joe Biden dan mantan wakil ketua Federal Reserve, Lael Brainard, juga mengatakan bahwa ia melihat inflasi turun. Sementara itu, persediaan minyak mentah naik 597.000 barel , melawan ekspektasi analis dalam jajak pendapat Reuters untuk penurunan 600.000 barel.

Wall Street Jatuh Karena Kekhawatiran Resesi

Indeks Dow Jones turun 0,1% pada hari Rabu, sementara S&P 500 dan Nasdaq 100 masing-masing turun 0,4% dan 0,8%. Kekhawatiran resesi meningkat setelah notulen FMOC menunjukkan bahwa Fed memperkirakan gejolak perbankan akan menyebabkan resesi. Para pembuat kebijakan menekankan perlunya melanjutkan pengetatan kebijakan moneter untuk menjinakkan inflasi.

Fokus Hari Ini : Data Ketenagakerjaan Australia, PDB Inggris, PPI AS, Pidato Macklem

Pagi ini Australia akan merilis data ketenagakerjaan bulan Maret, di mana employment change diperkirakan tumbuh 20,8 ribu, sementara tingkat pengangguran diperkirakan naik menjadi 3,6%. Masih di Asia, China akan merilis data perdagangan. Beralih ke Eropa, ada data PDB Inggris, yang diperkirakan tumbuh 0,1% di bulan Februari. Terakhir, ada data inflasi PPI AS, serta pidato gubernur BoC Tiff Macklem.

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *